Kamis, 24 Mei 2018

Cara Aman Berhaji Dengan Asuransi Bebas Tawakkal

Kalimat  "Jangan pergi kemana-mana, sebelum pergi ke baitullah" aku baca di sebuah brosur saat acara Gathering Blogger tanggal 23 Mei 2018, kalimat yang bikin baper, bener.

Bagaimana tidak, siapa sih muslim yang nggak pengin ke tanah suci? kayanya nggak ada, karena bersujud di tanah suci menjadi impian semua muslim, menginjakkan kaki di tanah Rosul itu menjadi harapan semua muslim aku juga dong.

Tapi kamu juga tau kan, jika ibadah di tanah suci itu adalah selain ibadah spiritual, juga ibadah fisik dan finansial. Artinya apa? untuk pergi ke tanah suci baik berhaji maupun umrah membutuhkan fisik yang prima, sehat dan tidak berpenyakit.

Sabtu, 19 Mei 2018

Cinta yang Terencana, Demi Keluarga Berkualitas

Halo, masih ada yang kenal atau ingat lagu ini?



Harta yang paling berharga 
Adalah keluarga
Istana yang paling indah 
Adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna
Adalah keluarga
Mutiara tiada tara
Adalah keluarga

Lagu yang pernah populer itu melukiskan, bahwa keluarga adalah sebuah harta yang paling bermakna, bahkan tak terniai harganya. 

Lalu, sejenak kita ingat kasus bom bunuh diri yang menghentak nalar dan hati kita --aku masih sedih kalau ingat akan tragedi ini--, dimana diduga pelakunya adalah sebuah keluarga.

Tragedi ini makin membuat aku sedih banget, karena salah satu pelaku bom bunuh diri itu perempuan, ya perempuan yang identik dengan kelembutan, kasih sayang, welas asih. 

Bukan hanya itu saja, perempuan itu juga mengajak anak-anaknya untuk ikut serta menjadi bomber, sampai saat inipun rasanya masih tidak percaya. muncul pertanyaan, kok bisa? kok tega?.

Tragedi itu membuat aku merenung? keluarga macam apa ya mereka/ kok begitu mudahnya mempertaruhkan nyawa? bahagia atau tidak bahagiakah keluarga mereka?


Keluarga dan masyarakat


Aku bukan akan membahas tentang mereka itu, tapi tragedi itu mau tak mau membuatku merenung kembali tentang arti dan makna sebuah keluarga, mengingat keluara adalah unit terkecil dari sebuah sistim sosial.

Senang sekali, aku bisa gabung di even Blogger yang membincang tentang keluarga yang berkualitas, penyelenggaranya kerjasama BKKBN dengan Blogger Plus Community.

Nara sumber acara, adalah Ibu Eka Sulistya Adiningsih, ibu Roslina Verauli M/Psi, dan kakak Resi.

Dijelaskan banwa merah biru keluarga akan memberi kontribusi bagi negaranya, jadi kebahagiaan keluarga juga akan memberikan energi positif bagi negara.

Siapa sih yang tak ingin membangun keluarga bahagia? tak ada, pasti semua orang pengin membangun keluarga bahagia. Lalu mikir lagi nih, membangun keluarga bahagia, bisa disebut mudah, bisa juga tak mudah.

Membangun rumah tangga yang berkualitas adalah membangun keluarga yang harmonis, bahagia, mandiri secara mental material agar tidak menyusahkan lingkungannya.

Kalau kita ambil contoh sebuah keluarga yang melakukan bom bunuh diri di awal tulisan ini, tentu bisa kita katakan jika keluarga itu tidak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di lingkungannya.


Nara sumber bersama MC


Semua asyik dengan handphonenya.



Pernah jatuh cinta?


Pernah jatuh cinta? jatuh cinta yang akhirnya bersatu dalam sebuah biduk rumah tangga?. Indahnya cinta ya, dan akan lebih indah lagi jika cinta itu adalah cinta yang terencana, sebagai fondasi yang kokoh bagi rumah tangga.

Cinta bisa membawa bahagia, bisa membawa bencana, ah yang bener? memang kan. Contoh cinta yang membawa bencana ketika menikah dalam usia yang masih dini.

Bagaimana nggak bawa bencana? nikah terlalu dini, belum pada saatnya hanya akan membawa bencana baik material, fisik, mental, psikologis.  Coba kita lihat beberapa ekses pada pernikahan yang terlalu dini.

  • Hilangnya kesempatan berkembang
    Karena menikah dini, ada kemungkinan bagi si pasanagn itu tidak mungkin melanjutkan pendidikan lagi, meskipun mungkin ada perkecualian. Maka individu dalam keluarga tersebut tidak berkembang, kurang pengetahuan yang akan bermanfaat untuk peningkatan kualitas keluarga
  • Kesehatan
    Jelas sekali, pernikahan dini akan  berpengaruh pada kesehatan pasangan, terutama perempuan. Organ reproduksi perempuan dibawah usia 17 tahun masih belum kuat untuk mengalami kehamilan dan melahirkan, Kemungkinan meninggal saat melahirkan menjadi lebih besar dibanding dengan mereka yang  menikah pada usia ideal.
  • Kemandirian finansial
    Pernikahan dini lebih banyak menggantungkan hidup pada keluarga masing-masing, tidak memiliki kemandirian finansial. Hal ini menyebabkan banyak masalah, seperti problem sosial.
  • Rentan KDRT
    Banyak kasus KDRT yang bermuara pada masalah ekonomi yang belum mencukupi, dan ini banyak dialami oleh mereka yang menikah dini.
Ditengarai, masih banyak terjadinya kasus pernikahan belum waktunya, atau pernikahan dini di sebagian wilayah di Indonesia, disebabkan oleh berbagai hal, baik masalah sosial maupun ekonomi.

Pernikahan dini, melahirkan sebuah rumah tangga atau keluarga yang tidak berkualitas. Seperi apakah keluarga yang berkualitas itu? seperti yang tercantum dalam UU nomor 52 Tahun2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Perkawinan, menjelaskan bahwa keluarga yang berkualitas adalah : Keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggungjawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Cinta yang direncanakan


Merencanakan cinta, atau cinta yang direncanakan, itulah tema kampanye yang dilakukan oleh BKKBN , mengajak semua pihak, bahwa untuk membangun keluarga yang berkualitas, dibutuhkan cinta yang terencana.

Kenapa? aku sepakat dengan paparan ibu Eka Sulistya Ediningsih, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN RI, yang menyampaikan bahwa "Berkeluarga adalah fase terbesar dalam hidup setiap orang, sebab berkeluarga adalah menyatukan individu yang berbeda"

Kampanye tentang cinta yang direncanakan, bermaksud mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali pemahaman, betapa pentingnya peran keluarga bagi negara. Betapa sebuah keluarga yang berkualitas akan menjadi fondasi yang kokoh bagi negaranya.

Dari keluargalah akan lahir dan tumbuh manusia yang berwawasan positif, memiliki cinta pada diri sendiri dan sesama, memikirkan masa depannya dan mempunyai sikap yang produktif.

Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang mandiri, produktif, saling berkomitmen untuk melakukan yang terbaik bagi diri dan lingkungan. Maka, dari keluarga-keluarga yang berkualitas, negara akan menjadi kuat, karena nilai-nilai positif dari dalam rumah yang dikembangkan di masyarakat.

Mengarahkan cinta dan merencanakan cinta dengan tepat, menurut Psikolog Roslina Verauli, M. Psi. akan membuahkan keluarga yang berkualitas, baik fisik ataupun mental. Beberapa hal yang mendukung terciptanya keluarga yang berkualitas adalah 
  • Menikah dengan usia ideal, yaitu usia diatas 20 tahun, karena dalam usia ini fisik maupun mental individu sudah siap.
  • Merencanakan jumlah anak, sekaligus masa depan anak, baik dari sisi finansial maupun mental
  • Merencanakan ketahanan keluarga dengan benar, ketahanan fisik, material, mental spiritual.
  • Memberdayakan keluarga dan interaksi sosial kemasyarakatan.
Ibu Roslina Verauli, M. Psi juga menyampaikan beberapa penjelasan tentang motif-motif menikah, meliputi motif positif dan motif negatif, hahaha, ternyata ada ya motif negatif orang nikah. termasuk motif positif adalah ingin memiliki teman hidup, keturunan, dan tentu saja karena cinta.

Nah, motif negatif ada motif mau numpang hidup, mau balas dendam, bahkan ada lho yang nikah cma biar bisa bayarin utang, wah keterlaluan kalau ini ya, hehe.

Jadi, yuk kampanyekan pada lingkunagn terdekat kita, jangan nikah terlalu dini, rencanakan keluarga dengan baik, karena keluarga yang berkualitas akan menjadi fondasi yang kokoh bagi negara.

Rabu, 16 Mei 2018

Lebaran Nyaman, Mudik Dengan TRAC Astra Rent a Car

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, aku selalu merasa eforia,rasanya tuh seneng, seneng bangeet, bahagia, campur aduk deh, tapi muaranya ya itu rasa bahagia, hahaha, eforia banget ya.

Kenapa coba? selain seneng karena ramadhan datang, aku seneng banget karena mau mudik, iya mudik itu yang bikin aku sangat senang bila Ramadhan datang.

Bagiku mudik menjadi semacam ritual wajib tahunan, karena memang hanya lebaran saja aku bisa mudik ke kampung halaman aku. terkadang pengin juga mudik selain lebaran, sayangnya, yang ada di sebelah aku belum mengijinkan, hehehe.

Minggu, 13 Mei 2018

Ramadan Ekstra, Belanja Hemat di Tokopedia

Waktu berjalan sangat cepat, tak terasa Ramadan sudah di depan mata lagi, padahal baru belum lama lho rasanya merasakan bagaimana serunya menjalankan berbagai ibadah Ramadan. 

Ramadan kali ini mesti dibuat beda dong, pengin Ramadan kali ini ekstra, beda dalam arti Ramadan kali ini berusaha lebih baik lagi menjalaninya, ekstra karena aku pengin Ramadan kali ini lebih menyenangkan. Ramadan yang sudah-sudah, rasanya aku boros nih belanjanya, bener, karena kaya enggak seleksi pilih barang, juga pilih harganya.

Nah, aku kepengin, Ramadan tahun ini bisa belanja lebih hemat, efektif dan tidak ada lagi yang namanya pemborosan. Setelah browsing beberapa toko online, aku memilih belanaj ke Tokopedia. Aku mau berbagi tips buat kamu ya, bagaimana supaya Ramadan kali ini menjadi Ramadan ekstra.

Tips belanja online hemat kebutuhan bulan Ramadan Ekstra di Tokopedia : 


  1. Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia 

    Memiliki banyak toko online berkualitas, Tokopedia memungkinkan kita untuk membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan lebih mudah. Cukup cari produk yang dibutuhkan, ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli. Untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, cukup pilih produk dengan harga tepat dan spesifikasi yang pas. 

  2.  Pilih produk berkualitas dari kreator lokal 

    Untuk membuat Ramadan Ekstra, bukan berarti harus selalu gunakan barang branded dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Hemat pengeluaran belanja kita di bulan Ramadan dengan memilih produk kreasi dari kreator lokal yang hadir dengan kualitas bersaing namun dengan harga yang lebih miring. 

  3. Cari toko online terdekat 

    Saat berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik. 

  4.  Pilih cara pembayaran yang tepat 

    Salah satu kemudahan berbelanja online di Tokopedia adalah dalam hal cara pembayaran. Berbagai metode pembayaran dapat kita gunakan mulai dari Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online. 

  5.  Pilih metode pengiriman paling efisien 

    Dalam melakukan pengiriman barang yang kita beli, Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik diantara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanja online kita. 

  6.  Manfaatkan promo dan diskon 

    Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan. Dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan yang bisa kita gunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra. 

  7. Mencatat kebutuhan sebelum belanja

    Mengantisipasi agar belanja barang yang tidak perlu, ada baiknya kamu catat terlebih dahulu, apa saja yang mau kamu beli.

    Makin Ekstra lagi, masih ada rahasia kejutan pada 25 Mei dari Tokopedia yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra! Layaknya festival belanja online “Black Friday”, kejutan seperti apa yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih special?

    Wah kayanya aku mesti segera catat kebutuhan belanjaku, biar enggak ketinggalan Ramadan Ekstra. Kemungkinan sih akan banyak promo, kan lebih hemat, bisa juga ongkos kirim free nih, heheh.

    Asyik kan ya kalau Ramadan kita bisa belanja dengan hemat, dan banyak kejutan-kejutan seru

    Yuk ah aku mau catat dulu kebutuhan aku, bagaimana dengan kamu?.

Sebarkan Berita Baik, Demi Menjaga NKRI

Aku masih ingin menangis rasanya kalau mengingat tragedi yang terjadi di MAKO BRIMOB yang mengakibatkan jatuhnya korban para taruna muda negeri ini.

Kejadian yang menghentak nilai kemanusiaan itu benar-benar menguras perasaanku, dan juga tak habis mengerti, seperti kehilangan nalar saja rasanya, bagaimana mungkin tindakan sadis begitu bisa dilakukan oleh seorang manusia. 


Di tengah pemerintah melalui aparat keamanan mengatasi kejadian itu, mulailah muncul di berbagai pemberitaan, berbagai analisa oleh banyak tokoh terkait tragedi itu. Baik tokoh betulan atau tokoh seolah-olah, hehehe.

Sabtu, 12 Mei 2018

Dunia Perempuan, Dunia yang Seru

Dunia perempuan, memang unik dan tak akan ada habisnya untuk dibahas. Kenapa, karena perempuan itu pusat kehidupan, karena perempuan tiang kehidupan. 

Peran perempuan sebagai individu di masyarakat, sebagai ibu, sebagai istri menuntut perempuan seolah-olah dituntut menjadi manusia hebat, menjadi perempuan sempurna, mumpuni di segala pengetahuan, dan lainnya.

Permasalahannya, tak ada standard baku tentang perempuan yang sempurna, atau perempuan idaman itu seperti apa kan?. Apakah dia seorang perempuan karir yang karirnya melejit terus, ataukah dia perempuan yang mengurus keluarganya denagn memilih menjadi ibu rumah tangga.

Kamis, 10 Mei 2018

Propertyexpo.id, Pameran Properti Kekinian

Pergerakan penduduk secara otomatis memang mengarah ke perkotaan, dengan makin banyaknya kaum urban di berbagai kota besar. Merekalah yang sekarang mewarnai kehidupan di perkotaan, kelompok urban, usia muda.

Karena itu pula, perkembangan penduduk di perkotaan menunjukkan trend peningkatan, pastinya hal ini membawa faktor ikutan dong, terutama soal hunian. Dengan makin meningkatknya populasi masyarakat perkotaan, pastinya dibutuhkan kelengkapan hunian yang signifikan.