Selasa, 30 November 2021

Connecting Happiness Dari JNE Untuk Indonesia

Saat pandemi begini, memang suka nggak suka, mau nggak mau, porsi kegiatan lebih banyak on remote ya, alias online. Sudah dua tahunan ya  kita harus banyak mengurung diri di rumah, nggak kerasa cepatnya waktu berlalu

Beberapa kali PPKM, membuat kita harus banyak menahan diri berada  di rumah saja, ya kan?, tapi enggak apa sih, selama untuk kebaikan bersama, .

Gusti mboten sare, ungkapan itu aku yakini kebenarannya, mau bukti? selama diberlakukan PPKM apapun levelnya, kan memang kita harus banyak di rumah ya, demi mengurangi penularan.

Tapi bagaimana dengan mereka yang profesinya mengharuskan berada di jalanan? di luar rumah? apakah kamu kesal sama mereka, aku sih enggak.

Begini ya, jadi memang ada profesi yang harus berada di luar rumah, karena jika profesi itu enggak ada atau enggak dijalankan, ada banyak kebutuhan masyarakat yang terhenti. Profesi di luar rumah, yang sebagian besar adalah profesi yang tugasnya melakukan pelayanan pada masyarakat.

Jadi, tentu saja kalau mereka berada di rumah dan tidak menjalankan profesinya, dampaknya akan merugikan.

Yuk, kita lihat, profesi apa yang harus dijalankan di luar rumah, dan tidak bisa dilakukan secara online atau hanya dengan online.

  • Petani, nelayan, perkebunan
  • Dokter dan para medis
  • Perbankan
  • Transportasi
  • Penjaga palang pintu kereta api
  • Pemadam Kebakaran
  • Aparat keamanan
  • Jasa Ekspedisi


Mungkin kalau mau disebut semua, ada banyak ya profesi yang mengharuskan untuk berada di medan/ lapangan, karena bukan termasuk jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara online. 

Apa yang terpikir olehmu? kalau aku berpikir, di saat yang lain harus di rumah, mereka yang berada di luar rumah punya jasa besar lho, iya mereka berjasa memastikan hidup harus terus berjalan, baik bagi mereka secara pribadi maupunj bagi masyarakat lain.

Ya, mereka melakukan kebaikan, mereka berbagi bahagia, mereka menyambungkan kebaikan, menyambungkan kebahagiaan. 

Buatku yang jauh sekali dari saudara, kerabat, sangat beterimakasih sama ekspedisi, kenapa? karena benar-benar bikin aku bahagia, karena bukan hanya karena paketnya saja, tapi adanya ekspedidi benar-benar jadi obat kangen, obat rindu.

Iya, rindu kampung halaman terobati oleh adanya ekspedisi, dan aku sama kakakku di kampung selalu menggunakan jasa JNE, karena pelayanannya maksimal.

Selama panjdemi, aku dua kali enggak mudik, alias dua kali lebaran, karena aku biasa mudik setiap lebaran tiba. Kebayang nggak kangennya aku sama kakak dan dikku. Iya, kami memang sudah berumur, sudah enggak muda lagi, tapi hubungan kami sangat dekat, makanya saat pandemi ini benar-benar membuat kangen.

Nah, lewat JNE inilah aku mendapatkan bahagia karena kami saling berkirim, aku sering sekali minta dikirimi makanan khas  kampung halaman, juga makanan khas Kudus, di mana adikku tinggal.

Beneran, senengnya itu seneng banget, karena pas paketnya datang, kaya ketemu sama yang kirim paket, wiih.., pokoknya bungah. Jadi, membagi dan menyambungkan kebahagiaan itu bukan hanya membahagiakan JNE saja, tetapi membahagiakan aku, kami juga.

Ternyata saat ini ada event  31 Tahun JNE lho, wah keren nih, berarti sudah selama itu pula JNE berbagi kebahagiaan, menyambungkan, menghubungkan kebahagiaan.




Membagi kebahagiaan, selaras dengan visi misi di awal berdirinya yang selalu mengutamakan kebaikan, dengan berbagi pada kalangan masyarakat yang membutuhkanj, seperti para fakir miskin, yatim, janda kurang mampu dan lainnya.

Tema di ulang tahun JNE ke 31 tahun ini mengusung tema Maju Indonesia yang ternyata berakar pada 3 filosofi utama yaitu, berbagi, memberi dan menyantuni.

Sedangkan Tagline Maju Indonesia, bermakna dari MAkna 1 tuJUan untuk Indonesia, yang artinya 3 pilar JNE yang memiliki kebersamaan, optimisme, visi dan misi untuk bertumbuh dan berkembang untuk mencapai 1 tujuan, Indonesia Maju.

Sama dengan yang disampaikan oleh Presdir JNE yaitu Bapak M. Feriadi Soeprapto, yaitu bahwa dalam menjalankan bisnisnya JNE memiliki tagline "Connecting Happiness, yang artinya mengantar kebahagiaan.

Maknanya luas, lebih dari sekedar mengantarkan paket, namun di setiap saat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, untuk memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya, sehingga ada 4 sektor yang menjadi perhatian utama perusahaan, yaitu SDM, infrastruktur, tekonologi informasi dan lingkungan sekitar.

Menyambut HUT JNE, diselenggarakan acara internal, diantaranya shopping bareng anak yatim dan dhuafa, dari 20 yayasan yatim piatu yang ada di Jakarta, lombha foto, kahataman Al. Qur'an, potong tumpeng, dan ziarah ke makan pendiri JNE al. H. Soeprapto Soemarno.

Oh ya, ada lagi, yaitu JNE memberikan free ongkir pada Hari Bebas Ongkos Kirim ( Harbokir ) buat member JNC  ( JNE Loyalty Card ), maksimum pengiriman 2 kg per sesi dan maksimal 20 kiriman, pada tanggal 26 - 27 November 2021.

Ada juga subsidi ongkir buat 31 member JLC, sebagai dukungan bagi sociocommerce, double point, untuk seluruh member pada tanggal 26 - 30 November 2021. Juga berbagai kuis diselenggarakan lewat media sosial JNE.

Selamat buat JNE, teruslah berbagi gembira, berbagi bahagia, teruslah menyambung kebahagiaan, adalah sebuah nilai tambah ketika sebuah perusahaan bukan hanya bicara soal uang dan keuntungan saja.

Terimakasih sudah menjadi penyambung kami-kami yang harus lebih banyak di rumah saat ini, terimakasih sudah menyambungkan kebahagiaan.



Sabtu, 13 November 2021

Aktifitas yang Tidak Bisa Dilakukan Selama Pandemi

Berapa lama enggak naik commuter line? sangat lama, yes, sejak pandemi, sejak ada PPKM, ruang gerak semua dibatasi.

Aku yang sering keluyuran menggunakan Commuter Line memang jadi kaya pet, berhenti total dari jalan ke Jakarta.

Dulu, memang sih banyak sekali event offline buat para blogger maupun sekedar jalan-jalan ke rumah teman, dan praktis sejak virus merajalela, semuanya terhenti, ya semuanya.

Bersyukur, masih ada banyak aktifitas yang ngga harus dilakukan secara offline, tapi cukup dengan cara virtual saja sudah bisa.

Mulai jalan lagi

Jadi, apa saja yang nggak bisa atau sulit dilakukan selama sekitar dua tahun ini? Tiap kita pasti nggak sama ya, dan kalau di list bisa banyak banget, buat aku ada beberapa hal yang nggak bisa aku lakukan selama pandemi ini.

  • Mudik
    Hahaha, mudik menempati urutan pertama, karena beneran, pengin banget mudik, sampai kebawa mimpi, haha. Piye ya, selama ini mudik hanya sekali dalam setahun, karena ibu mertua yang sudah sepuh.  
    Aku nggak mungkin untuk sering pergi dalam jangka waktu lama, meninggalkan beliau, meskipun ada yang dipasrahi selama kami mudik. Dua tyahun cyn,, nggak mudik, haduuh pegel di badan haha.  Harapan aku, tahun depan bisa mudik, kapanpun itu, sekarang mesti fleksibel, jangan memaksakan mudik pas liburan nasional.

  • Event Blogger
    Iya, aktifitas event blogger  sebelumnya adalah aktifitas yang sangat sering aku lakukan, pas pandemi jadi pet, sunyi. Demi mencegah penularan, maka segala macam even offline dilarang, dan aku sangat setuju sih sama hal ini. 
    Karena kalau penularan masif, yang rugi kan kita-kita juga, sakit itu rugi luar dalam, rugi material mental, jangan deh.

  • Makan Bareng
    Iya kan, makan bareng, pasti sama kaya kalian kan, kulineran, hahaha, sekarang kulineran jadi gaya hidup banyak orang. Kulineran jangan dipersepsikan jajan mahal ya, enggak lah. Kuliner bisa saja jajan receh, tapi enak. Ada?, ada lah dan banyak. Makan bareng jadi terhenti akibat pandemi. 
    Makan bareng ini bisa sama keluarga, bisa juga sama teman ya, kan buat selingan ya, bosen juga makan masakan sendiri tiap hari, haha.
    restoran kan dibatasi, sempat hanya bisa take away, lalu boleh makan di tempat dengan prosentase tertentu, atau boleh buka dengan batasan waktu. Tapi memang sih selama pandemi lebih aman makan di rumah ya.

  • Jalan-jalan
    Nah ini dia, mirip kaya mudik tuh, jalan-jalan jelas udah nggak bisa, ya  selain mentaati aturan, memang ngga aman juga lah ya jalan-jalan saat pandemi. Kalau tokh maksakan diri jalan, pasti juga nggak tenang.
    Jalan-jalan termasuk shoping ya, belanja belanji ke Mall, iya kalee, Mall nya aja tutup kan, selama pandemi. Mau belanja? masih sangat bisa lah, kan kalian biasa belanja online,, ya kan?.
    Nah, yang nggak bisa kan jalan-jalan ke destinasi wisata ya, baik yang dekat maupun yang jauh, karena tempat wisata juga dilarang buka kan selama pandemi.

  • Kondangan
    Kondangan selama pandemi? aku kayanya ke luar kota sekali, itu juga prokesnya ketat dan sistimnya take away, jadi, datang, isi buku tamu, salaman dari jauh, muter ambil makanan dan snack yang sudah disiapkan di box besar, pulang deh. Hahha.., simpel, ngga ada 10 menit dan tidak saling membahayakan antara tamu dan penyelenggara hajatan.
    Nah, kalau yang hajatan tetangga dekat rumah, maka aku akan memilih waktu yang "aman" dari resiko tertular. 
    Kapan waktu aman itu? yaitu waktu-waktu sepi dari tamu, bisa pagi sekali saat belum saatnya tamu datang, atau sore hari, saat sudah sepi tamu, aman kan?. Ngga ada makanan dong, ya enggak apa lah, kan dekat, nggak lapar lah, hahaha.

  • Melayat
    Nah, melayat juga jarang sekali aku lakukan selama pandemi, apalagi kalau wafatnya disebabkan karena sakit Covid kan jelas ngga bisa melayat, paling bisa berkunjung ke keluarganya,  jauh hari setelah wafatnya. 
    Kalau wafat bukan karena virus Corona, maka akupun memilih melayat pas saat sepi, karena itu jadi jalan tengah, sosialisasi tetap jalan, dengan menjaga protokol kesehatan.

  • Nyalon
    Nyalon, aku ke salon paling urusan potong rambut atau creambath, itupun jarang sekali. Untuk urusan wajah hampir nggak pernah ke salon, mahal, hahaha. Jadi gimana? Potong rambut selama pandemi, aku minta tolong suami buat potong rambut aku, hehehe.
    Alhamdulillah suami kalau pas nggak sibuk, mau dan bisa potong rambut, jadi, ya santai lah urusan ke salon, nggak creambath juga nggak apa-apa.

Mudik dua tahun lalu

Ya, kalau mau di list banyak ya, aktifitas yang nggak bisa kita lakukan selama pandemi. Tapi, sebaliknya selama pandemi kan banyak sekali aktifitas yang bisa kita lakukan, dan bahkan mungkin menambah manfaat, apapun itu.

Setelah ini, mau nulis juga tentang aktifitas apa yang bisa dilakukan selama pandemi, bagaimana dengan kamu?, sempat banyak nuliskah selama pandemi?, atau malah blank?. hehe

Semoga sehat semua ya kita, dan tetap taat jaga prokes ya, demi diri sendiri dan demi orang-orang yang kita sayangi.


Minggu, 10 Oktober 2021

JNE Bagi-bagi Diskon Ongkir, Selama Perhelatan PON XX Papua


Foto dari twitter @ponxx2020papua

Halo, teman-teman tahu kan, kalau saat ini sedang ada even cakep di negeri kita? pasti tahu dong kalau saat ini sedang ada perhelatan PON di Papua, kan opening ceremony digelar meriah dan spektakuler.

Negara kita memang sih belum pulih sepenuhnya akibat pandemi, justru itu acara PON XX kan sebenarnya digelar tahun lalu, tahun 2020,  diundur karena tahun kemarin dianggap belum tepat untuk menyelenggarakan. 

Saat inilah, saat negara kita terus berproses memulihkan diri, PON Papua XX diadakan, dan ternyata gayung bersambut. tekad pemerintah menyelenggarakan PON disambut hangat dan semangat oleh daerah di seluruh Indonesia.

Buktinya apa? buktinya seluruh provinsi mengirimkan kontingen untuk berlaga di even PON XX Papua ini, iya, ada 34 kontingen sesuai jumlah provinsi, dan ada 37 cabang olahraga yang dipertandingkan.




Aku juga tertarik bahas semangat atau spirit yang terasa sekali di acara PON  XX Papua ini, dan itu sudah terasa sejak acara pembukaan kan? Iya, aku merasakan berbagai semangat atau spirit yang tumpah ruah.

Ada gembira, optimisme, bahagia, di tengah keberagaman di tengah kebersamaan dengan saudara sebangsa, se tanah air.

Aku yang nonton upacara pembukaan lewat televisi saja kerasa ikut larut, terasa aku ada di Papua, ada di depan panggung, bahkan ikut bergoyang tipis ketika theme song berkumandang, duh haru, sampai air mata ini mau netes.

Tapi bener kok, semua merayakan perhelatan besar itu, semuanya, baik yg terlibat langsung maupun yang enggak. Termasuk yang merasa bangga mendukung PON Papua XX adalah JNE.

Oh ya, JNE boleh bangga lho karena ada Ksatria JNE Bogor yang ikut berlaga di ajang PON XX Papua lho, namanya Hagies Mugara. Hagies mewakili kontingen Jawa Barat. Cabang olahraga yang diikuti Hagies adalah Shorinji Kempo.

Keikutsertaan Hagies di PON Papua pastinya disupport segenap keluara besar JNE, agar Hagies bisa mendapatkan medali emas, yang tentunya akan membanggakan Jawa Barat dan juga JNE.

Sebelum ikut terjun ke arena PON Papua, Hagies sudah pernah ikut di ajang Kejurnas, Sea Games 2013, Kejuaraan Dunia 2013 dan 2017.

Bahkan Hagies juga pernah mencatatkan dirinya sebagai juara tingkat Porda, karena sebelum terpilih  mewakili Jawa Barat, Hagies juga mengikuti seleksi terlebih dahulu.

Harapan Hagies, bertanding di PON XX Papua kali ini, bisa membawa pulang dua medali emas, keren ya, JNE patut bangga memiliki Hagies.




Promo JNE

Salah satu support yang membahagiakan banyak orang, yaitu promo yang diadakan oleh JNE selama even PON PAPUA XX kali ini. Karena JNE memang sudah lama berada di Papua dan menjadi mitra bagi pelaku usaha UMKM di Papua, untuk ikut memajukan produk lokal.

JNE hadir di Jayapura sejak tahun 2012, dan saat ini memiliki 34 titik layanan. Ini sebagai wujud komitmen JNE untuk terus memberikan dukungan pada UMKM di seluruh Indonesia.

Balik ke promo dari JNE, iya, JNE kasih promo buat ikut menyemarakkan acara PON Papua, diskon cyn.., nggak main-main lho diskonnya. 

Kamu yang ada di Merauke dan Jayapura selama berlangusngnya PON ( 2 - 15 Oktober )akan mendapat diskon ongkir 20%, woow. 

Sedang buat kamu yang ada di Sorong dan Timika selama 3 hari ( 2-4 Oktober ) akan dapatkan diskon yang sama ke seluruh kota tujuan dengan layanan reguler, woow, mantap deh.

Siapa yang nggak bahagia dikasih diskon sebanyak itu? Apalagi sedang digeler juga Festival Kopi, yaitu pameran produk  UKM bersamaan dengan acara PON. 

Temanku, kerja jadi lawyer di Papua, hampir tiap hari dia ke festival, dia beli tas, beli kopi, produk Papua, dikirim deh ke rumahnya ke Jakarta.

Aku kasih tahu kalau JNE lagi ada promo 20% diskon ongkir, wuaah., bahagia banget dia, hahaha..., kesempatan baik kan, dari pada bawa naik pesawat, kan berat.

Bahagia, iya ini selaras dengan tagline JNE yaitu "Connecting Happiness", yaitu mengantarkan kebahagiaan. Tapi bener lho, saat kita dapat kiriman apapun, pasti rasanya bahagia.

Sama halnya kalau kita kirim barang, makanan atau apapun pada orang lain,  ada rasa bahagia kan? jadi, ketemu sama JNE ini adanya bahagia dan bahagia.

Menurut Branch Manager JNE Jayapura, bapak Rusmal Jaya, tagline itu bermakna luas, bukan sekedar pengantaran paket, tapi memberi manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

Nggak hanya kasih diskon ongkir lho, JNE juga mengadakan aktivasi social media seperti: Twibbon, quiz seputar PON XX, Photo Challenge dan Give Away bareng dengan produk unggulan lokal, selama PON berlangsung, woow..,makin seru kan.

Bagi yang beruntung, akan dapatkan produk UKM Jayapura dari Maleeka Boutiqoue @Maleeka_qu, Pusat oleh-oleh khas Papua @Galeri Kreatif Kehutanan,  Gerai Honai Papua @Geraihonai.

Netizen maupun masyarakat bisa kok ikuti seluruh aktivasi dan kuis give away ini. Kunjungi akun instagram resmi JNE Jayapura, yaitu @jnejayapura dan @JNE_ID

Yuk jangan ketinggalan, kita support even olahraga terbesar negeri ini, kita support dengan membeli produk dalam negeri, dan manfaatkan promo dari JNE ini.

Rabu, 06 Oktober 2021

Mengenal Kerudung Nusantara

Halo..hola.. tangan ini rasanya kangen nulis di blog, lho selama vacum nulis di blog nulis dimana? dimana saja sih, di medsos, juga di platform lain. 

Sejak munculnya virus corona, banyak korban berjatuhan, ekonomi negeri ini terpuruk, sebagain besar keluarga juga terpapar virus, aku memang kaya lag, ngga mampu berpikir maksimal.

Nggak lama sih, hanya kebetulan beberapa kerjaan sambilan, ya.., blog tinggal dulu deh,  satu saat balik juga ke nulis blog.

Sebenarnya sudah banyak yang pengin ditulis, tetapi karena nggak langsung dieksekusi, ya batal dan batal lagi.

Itu kisah dibalik vacumnya blog dalam jangka waktu lama.


Warna warni budaya, keragaman tutup kepala perempuan


Hari Batik

Beberapa hari ini, Time Line aku penuh dengan foto-foto dengan busana batik, ada foto kelas membatik, ada foto ah video sndratasi Jawa dengan tema batik, pokoknya serba batik deh.

Eh.., ternyata tgl. 2 Oktober itu Hari Batik Nasional ya, seneng lihat banyaknya yang peduli untuk memperingati Hari Batik tahun ini.

Nah, seminggu sebelum hari Batik nih, tanggal 26 September 2021 aku diajakin teman ke sebuah acara, dan acaranya salah satunya ya dalam rangka Hari Batik Nasional.

Mau dong, dan seneng diajakin karena sebenarnya aku tuh pecinta budaya sejak kecil, hehehe. Hanya kurang ada kesempatan untuk mengikuti perkembangan budaya.

Tempatnya nggak jauh sih, di Sawangan, tepatnya di sebuah Caffe di bilangan Cinangka Depok.

Acara dihadiri lintas komunitas perempuan, diantaranya Serumpun Bakung, Blackhouse Library, Chattra Kebaya, Pertiwi Indonesia, Sanggar Tari SBM dan Gemah ( TMII ), Yayasan Dilts, Pondok Belajar PUAN,  dan Komunitas Perempuan Sehati Indonesia.

Warna warni Indonesia sangat terasa, para perempuan hadir dengan berbagai busana daerah, batik, tenun, songket,dan sebagainya.


Sebelah kiri, Uni Ocha mengenakan penutup kepala ( tingkuluak ) adalah songket benang emas dari Pandai Sikek Sumatra Barat, dan sebelah kanan kakak Nury Sibly mengenakan tengkuluk batik Jambi motif bunga tanjung

Tengkuluk

Tema yang diusung hari itu adalah "ngopi tengkuluk, mengenal tutup kepala perempuanj Indonesia", inisiator acara ini namanya mba Nury Sibli, seorang aktifis kemasyarakatan, pemerhati masalah budaya, sosial, juga seorang ibu rumah tangga dengan satu putri kecil.

Buat aku, hari itu adalah hari bersejarah, karena aku berada di antara perempuan-perempuan pejuang budaya leluhur, aku merasa beruntung ada di sana.

Acara ini berniat mengenal tutup kepala perempuan nusantara, agar kita semua paham bahwa negeri ini sudah sejak berbad-abda lampau sudah mengenal tutup kepala.

Aku serasa katrok lho pas dengerin paparan nara sumber tentang tutup kepala yang filosofinya nggak sama tuh di beberapa daerah. Sebut saja tutup kepala anatara budaya Minangkabau dan budaya Jambi.

Bagi masyarakat Minangkabau, tikuluak atau tingkuluak adalah simbol kedaulatan perempuan. Makna kuasa kaum perempuan disematkan pada simbol kain penutup kepala mereka. 

Bagi masyarakat Jambi beda lagi, disebut dengan tekuluk adalah kesahajaan sekaligus kehormatan. Perempuan Jambi memakai tutup kepala untuk kegiatan sehari-hari.

Tengkuluk memiliki beberapa nama dan cara pemakaian, ada kerudung, tengkuluk, kuluk, tingkuluak, saong, bulang, passapu, tukos dan jong.

Di acara ngopi tengkuluk itu juga, kami melakukan jumpa virtual dengan ibu Nurlaini. Ibu Nurlaini adalah penulis buku 'Kuluk Penutup Kepala Warisan Luhur dari Jambi'.

Menurut Ibu Nurlaini, tengkuluk sudah digunakan perempuan Jambi untuk menutup kepala, baik untuk hadir di acara adat  maupun kegiatan sehari-hari, misal ke sawah.


Belajar menggunakan tingkuluak

Banyak kebaikan yang bisa kita dapatkan dari para leluhur, bila kita mau bertanya pada para sesepuh, baik orang tua kita sendiri, atau sesepuh lain, siapapun dia.

Warisan budaya luhur, yang mungkin enggak kita kenal. Karena mungkin kita malas bertanya, malas mencari info juga.

Mungkin, iya, mungkin selama ini kita sering kagum pada karya seni, budaya dari leluhur kita. Tapi hanya sebatas kagum saja, kita nggak ingin tahu lebih banyak.

Kenapa kita lahir di nusantara? ada ketetapan yang berhubungan dengan tanah dimana kita lahir, ada fitrah yang mungkin tidak atau belum kita pahami.

Acara 'Ngopi Tengkuluk" ini bertujuan untu mengenalkan budaya menutup kepala yang sudah ada sejak ratusan tahun silam di negeri ini.

Selain itu juga untuk mengasah kembali pemahaman keberagaman nusantara, fakta yang kadang terabaikan.

Padahal, kewajiban merawat dan melestarikan nilai-nilai positif itu ada di pundak generasi setelahnya, termasuk kita.

Selasa, 26 Januari 2021

Kulit Cerah Dengan Rangkaian Produk Scarlett Withening Body Care




Halo, apa kabarnya? sehat semua ya, harus dong, kan sehat itu yang utama. Kalau udah sehat, baru deh kerjakan aktifitas masing-masing.

Terkadang, rasanya jenuh sih, bayangin aja sudah berapa bulan kita berada dalam situasi semacam ini. Biasanya bisa belanja belanji, bisa kulineran, pelesiran atau  jalan-jalan sama keluarga, sama teman-teman, kali ini semua kegiatan itu harus di skip.  

Kepikiran deh  buat relaksasi, rawat badan lebih dari sekedar  mandi, apaan ya? wah kayanya mandi dengan nuansa baru,  bisa nih buat hilangkan rasa jenuh karena PSPB ini. Rasanya badan udah penat, trus kulit juga kusam, ngga pernah dirawat, kaya ngga ada mood gitu.

Kamis, 24 Desember 2020

Serba - serbi Makanan Untuk Kucing Kampung

 

Ibu dan anaknya

Apa kabarnya? sehat selalu ya, dan tetap semangat jaga prokes dong, demi diri sendiri dan demi orang-orang tersayang. Buat yang banyak di rumah ( kaya aku, hahaha ) tetep sabar dan semangat dong, kan banyak hal yang bisa kta lakukan.

Aku sih, kesibukanku rutin saja, urusan dapur, bersih-bersih, dan satu lagi yang wajib, yaitu  kasih makan kucing hehe. Aku ngga sangka lho, kalau aku akan punya kucing, merawatnya, bahkan membawanya ke dokter kalau sakit., beneran ngga sangka sampai sejauh ini.

Kali ini mau berbagi cerita soal makanan kucing aja ya, karena selain kucing, tentunya makanan kucing juga akrab sama keseharian aku.

Selasa, 18 Agustus 2020

Mengenali Gejala Cacar Monyet dan Pencegahannya

Halo, semoga kita selalu sehat dan tetap semangat ya, di tengah ketidaktahuan kita, kapan pandemi ini berakhir.

Iya, sejak pandemi ini aku atau mungkin kamu jadi belajar lebh banyak dengan berbagai hal yang berkaitan dengan penyakit, obat-obatan, penyebab penyakit dan lainnya.

Sejak pandemi ini, kita dianjurkan lebih banyak berada di rumah saja demi keamanan kita, meminimalkan penularan, sekaligus membantu memutus rantai penularan.

Rasanya ngeri dan serem sih kalau aku merasakan pandemi kali ini, bagaimana virus yang nggak kita ketahui ujudnya seperti apa, tiba-tiba saja saat ini mengendalikan seluruh aktifitas kita.