Sabtu, 29 Oktober 2016

Bergerak Bersama SEREMPAK Untuk Percepatan Three Ends KPPPA

Acara Gathering Serempak bersama blogger yang diadakan tanggal 27 Oktober 2016 terasa spektakuler, bukan saja karena peserta yang jumlahnya banyak mmebuat acara jadi seru, namun tak lepas dari kehadiran nara sumber yang kapabel di bidang mereka masing-masing.

Ibu Martha sebagai Ketua Tim Pokja SEREMPAK memandu acara dengan gayanya yang dinamis, ini yang aku suka. bu Martha selalu membuat forum jadi semangat, padahal peserta banyak lho, nyaris 100 orang , atau mungkin malah 100 orang memenuhi ruangan, woow. asyik dan seru.




Ibu Martha juga menyampaikan bahwa SEREMPAK berkomitmen membantu KPPPA dalam program Three Ends, yaitu 3 hal yang harus diakhiri.
  1. Mengakhiri kekerasan pada perempuan
  2. Menghentikan perdagangan manusia
  3. Menghilangkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki.

Menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya di awal acara menyemarakkan suasana. Selalu dan selalu aku menahan tangis haru jika menyanyikan lagu kebangsaan ini. Terasa cinta mendalam pada negeri ini, terasa belum berbuat apa-apa untuk negeri ini.

Acara diawali oleh ibu Ratna Susianawati SH MH sebagai Kepala Biro Hukum an Humas KPPPA. Beliau menyampaikan bahwa kementerian selalu berusaha melibatkan masyarakat luas dalam menyusun dan menjalankan programnya. Kenapa? agar program yang dijalankan epat pada sasaran.

Dicontohkan oleh beliau, acara roadshow yang merambah beberapa kota, dalam rangka untuk melakukan penggalian potensi masyarakat, terutama perempuan. Peran perempuan sungguh besar dalam pembangunan bangsa.

Berkaitan dengan perkembangan teknologi, ibu Ratna juga mengatakan, bahwa selama ini terbukti bahwa perempuan yang melek teknologi lebih berdaya dalam memajukan keluarganya, masyarakat dan bangsa ini.



Perempuan adalah pilar

Acara diskusi dilanjutkan oleh kang Maman Suherman, bahwa sampai saat ini, persoalan kekerasan seksual pada  perempuan sudah berada dalam kondisi gawat darurat. Jika dibiarkan saja, maka akan berada pada kondisi yang membahayakan.

Indonesia merupakan negara terbesar yang terlibat dalam perdagangan perempuan, juga Indonesia adalah negara incaran para pedofil dalam melakukan kejahatannya.

Berbagai kasus kekerasan seksual di banyak tempat menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku kekerasan seksual adalah dari lingkungan yang sangat dekat dengan korban. 

Berbagai hal menjadi sebab, kenapa kekerasan seksual di Indonesia tidak menurun bahkan dari waktu ke waktu mengalami pengingkatan. Salah satunya adalah  masyarakat cenderung diam saja ketika muncul kekerasan terhadap perempuan.

Bias gender yang masih tinggi juga menjadi salah satu sebab kenapa perempuan dipandang sebagai makhluk yang masih hanya dilihat dari segi fisik semata. Misalnya ketika terjadi kekerasan seksual, perempuan dianggap menjadi penyebab, dengan dalih cara berpakaian.

Sekarang ini masih dibutuhkan adanya ruang pengaduan yang repersentatif, aman, dan nyaman, pusat koordinasi pelayanan terpadu yang harus ditingkatkan di seluruh Indonesia, juga perlunya satgas perlindungan terhadap perlindungan anak.

Saya termasuk yang sepakat dengan kang maman, bahwa persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan adalah persoalan kemanusiaan. Fitrah melahirkan berada pada perempuan menunjukkan bahwa perempuan adalah ibu manusia, sekaligus ibu kehidupan, ibu kemanusiaan.

Sebagian besar masyarakat menganggap perempuan hanya fokus pada 4P saja, yaitu seputar Peraduan, Pinggang, Pigura dan Pergaulan, apa artinya?
  1. Peraduan, adalah bahwa perempuan itu hanya sebuah obyek seksual saja bagi lelaki.
  2. Pinggang, artinya perempuan hanyalah sibuk dengan ukuran pinggang saja yaitu sibuk memikirkan ebrat badan.
  3. Pigura hanya fokus perhatiannya pada kecantikan fisik saja
  4. Pergaulan diartikan bahwa perempuan itu hanya suka ngobrol  ngalor ngidul tanpa tujuan, bergosip, nonton acara gosip.

Ada satu P yang menurut kang Maman ditinggalkan yaitu Pilar. perempuan adalah pilar bagi keluarga juga bagi masyarakat.

Sudah saatnya kata cantik itu bukan dimaknakan dengan kurus, dan sebagainya yang intinya fisik, sudah saatnya kata CANTIK ejaanya adalah OTAK, sepakat saya kang Maman, hehehe.

Kepada Blogger kang Maman berpesan, terus saja tulis konten perempuan kerena masalah perempuan tak ada habisnya, sampai kini masih ada dan banyak sekali.

Konten yang menarik pembaca

Dilanjutkan ibu Inna A. Murwani, MM, MBA, Deputy Head of Marekting Binus Business School, yang menyengat peserta dengan perumpamaan yaitu kalau Blogger almarhum meninggalkan apa? hahaha.

Blogger jika almarhum ya tinggalkan brand, brand yang macam apa? berbagai macam tips diberikan oleh ibu nna, mulai dari warna blog dipilih dengan tepat, agar pembaca merasa betah berlama-lama membaca blog kita, iya ya kenapa abru terpikir sekarang? hehehe.

lalu bagaimana memilih gambar atau foto yang artistik, mengisi dengan konten yang akan membangun brand kita, karena blogger itu tak akan bisa menjadi apa saja untuk siapa saja. Blogger hanya bisa bermakna bagi satu jenis pembaca melalui tulisan di blog, maka dengan tahu siapa pembaca kita, tulisan kitapun akan efektif.

Inspirasi untuk berbagi

Dilanjutkan teh Ani Berta, yang menyoroti kesibukan blogger dewasa ini, sehingga terkadang ada saja blogger yang tidak disiplin dalam membuat reportase kegiatannya, sementara di sisi lain, diundangnya blogger ke satu acara adalah untuk mensosialisasikan acara itu melalui tulisan di blog.

Secara pribadi buat saya teh Ani merupakan sosok yang inspiratif. Dalam kapasitasnya sebagai 'guru' yang banyak membagi ilmu, mempunyai posisi di level Kementerian, sosoknya tetap humble.

Kegemaran teh Ani mensupport, memberikan semangat yang tak henti pada blogger lain, memberi kesempatan untuk berkembang bersama, itu bagiku inspiratif. 

Teh Ani tak henti juga selalu meminta para blogger untuk tidak hanya mau hadir di acara yang berbayar, karena sekalipun acara tidak berbayar akan ada yang bisa didapatkan juga diantaranya networking.

Ditengah semakin banyaknya manusia yang memilih menjadi individualistis, kepedulian dalam berbagai hal dan dorongannya pada blogger untuk berkembang bersama menjadi oase bagiku.

Disampaikan juga bagaimana bahwa pencapaian yang sudha didapat oleh teh Ani karena kedisiplinan dan komitmen teh Ani dalam menjalani akifitas nge blognya. Ada tips yang di bagi oleh teh Ani.

Tulisan yang sifatnya reportase, yang memang hanya berisi aktifitas yang ada waktu itu, murni hanya sebuah reportase kegiatan dengan patokan ilmu komunikasi, yaitu 5 W 1 H, Who, What, Where, When, Why and How, sudah bisa menjadi sebuah laporan.

Bisa juga dalam bentuk features, yaitu berita lapangan yang dikembangkan, untuk berita features ini bisa ditayangkan tidak secepat berita yang berbentuk reportase.

Pengembangannya juga bisa dilakukan dengan menemui nara sumber dan menggali berbagai informasi yang berkaitan dengan acara yang diselenggarakan.

Lindungi anak dari konten negatif

Pembicara terakhir adalah bapak  Irwin Day, pencipta layanan Nawala yaitu  layanan yang melindungi pengguna internet terutama anak-anak. Dengan adanya layanan  ini diharapkan internet akan menajdi tempat yang mebih aman dan nyaman. 

Melalui Nawala, pengguna bisa menghindari akses ke situs yang berisi konten pornografi, judi, malware, dan sebagainya.

Kaitannya dengan blog, bapak Irwin Day berbagi tips simpel, bagaimana agar blog yang dimiliki adalah sebuah konten yang menarik. Diantaranya carilah ide yang orisinil, tulislah hal-hal yang kita senangi, agar ketika menulis bisa secara total karena ditulis setulus hati.

Hal lain yang dibagi oleh beliau adalah, ada beberapa patokan, agar sebuah konten menarik minat, yaitu konten mendidik yaitu melakukan edukasi pada pembaca akan berbagai hal. Konten yang memberikan informasi, karena banyak informasi yang dicari orang. selanjutnya adalah konten yang bersifat hiburan, dan yang terakhir adalah konten yang memebrikan inspirasi bagi pembacanya.

Intisari diskusi kali ini adalah, ayuk para blogger terus tulis konten pembelaan pada perempuan, terus katakan tidak pada kekerasan terhadap perempuan, Melalui tulisannya para blogger bisa mensosialisasikan gerakan anti kekerasan seksual  perempuan.


2 komentar:

  1. Aku makin suka dg kang maman karena dia asyik ketika menyampaikan sesuatu. Bikin yang gak tau jadi tau, yg udah tau merasa tertohok.

    BalasHapus
  2. iy, anak2 rentan dengan konten2 negatif ya...

    BalasHapus