Selasa, 18 Agustus 2020

Mengenali Gejala Cacar Monyet dan Pencegahannya

Halo, semoga kita selalu sehat dan tetap semangat ya, di tengah ketidaktahuan kita, kapan pandemi ini berakhir.

Iya, sejak pandemi ini aku atau mungkin kamu jadi belajar lebh banyak dengan berbagai hal yang berkaitan dengan penyakit, obat-obatan, penyebab penyakit dan lainnya.

Sejak pandemi ini, kita dianjurkan lebih banyak berada di rumah saja demi keamanan kita, meminimalkan penularan, sekaligus membantu memutus rantai penularan.

Rasanya ngeri dan serem sih kalau aku merasakan pandemi kali ini, bagaimana virus yang nggak kita ketahui ujudnya seperti apa, tiba-tiba saja saat ini mengendalikan seluruh aktifitas kita.


Kamu parno engga sih? ahaha,  aku kadang parno lho, bener, kadang rasanya kena gejala Covid-19 gitu, hanya mau tanya kemana coba? keluar rumah aja wswas, apalagi ke rumah sakit, no way.

Untunglah ada Halodoc, jadi meskipun nggak keluar rumah, bisa telekonsultasi sama dokter yang kita mau. Kok bisa?, iya, lewat Halodoc kita jadi mudah kalau konsultasi langsung dengan dokter, bahkan bisa pesan obat atau janjian periksa di lab, nah aman kan, tinggal unduh saja aplikasinya.


Ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus, selain jadi penyebab corona, virus juga menjadi sebab pada penyakit cacar, tahu kan cacar? atau pernah kena cacar?

Aku pernah kok kena sakit cacar, yang aku ingat sih kalau nggak salah waktu kecil dulu kena sakit cacar air, iya, cacar air, semacam ruam merah yang berisi air dan rasanya gatal sekali, sehingga tangan pengin menggaruk.

Selain cacar air, ada juga cacar ular dan satu lagi yaitu cacar monyet, waduh, namanya kok cacar monyet ya?, iya, memang disebutnya cacar monyet. 

Pernah dengar belum tentang cacar monyet ini? mungkin pernah dengar ya hanya tidak tahu persis apa itu cacar monyet.

Yuk, coba kita cari tahu tentang cakar monyet itu serbenanya seperti apa sih, seberapa bahayanya, bagaimana mengatasinya dll.

Penyebab cacar monyet adalah virus monkeypox, penyebarannya menyerupai covid deh, lewat percikan liur yang masuk melalui mata, mulut, hidung atau luka yang kebetulan ada di kulit.

Cacar monyet menular pada manusia, melalui perantaraan hewan seperti tikus, kera atau tupai. Gimana nularnya? bisa lewat digigit, terpercik cairan atau darah hewan itu.

Gejala cakar monyet

  • Sakit kepala
  • Demam/ menggigil
  • Sakit pada otot dan sendi
  • Ruam kulit
  • Tubuh terasa panas
  • Letih dan lemas
  • Muncul benjolan di lipatan tubuh, seperti leher, ketiak, selangkangan.
Para ahli mengatakan, bahwa gejala awal cacar monyet pada umumnya berlangsung sekitar 1-3 hari, atau mungkin bisa lebih dari itu. Berikutnya, gejala berupa ruam akan muncul biasanya dimulai di wajah yang lalu menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Bisa diperhatikan, bahwa ruam yang muncul adalah bintil yang berisi cairan bahkan nanah, pecah lalu berkerak, terjadilah semacam borok di permukaan kulit.

Serem kan ya? pastinya kita nggak ingin kan kena sakit, apalagi sakit cacar  monyet kaya begtu. Yu kita cari tahu, bagaimana caaranya agar kita nggak dijangkiti peyakit ini.

Langkah pencegahan
  • Protokol kesehatan standard, yaitu selalu jaga kebersihan badan, terutama lebh sering membersihkan tangan.
  • Dianjurkan mengurangi interaksi dengan mereka-mereka yang sedang atau pernah dijangkiti infeksi.
  • Menjaga kebersihan makanan dan memastikan proses memasak yang benar dari makanan yang dikonsumsi.
  • Menggunakan pengaman standard jika harus bersentuhan dengan hewan, terutama hewan pengerat.
  • Konsultasi dan periksa dokter ketika merasakan gejala yang mengarah pada infeksi kulit.

Cacar monyet belum ditemukan bagaimana pengobatannya, sama halnya dengan virus-virus lain, menjaga imun tubuh dengan baik akan menjadi penangkal dari penyakit cacar monyet.

Memang sih, penyakit cacar monyet ini jarang terjadi, namun jangan salah, cacar monyet pernah menjangkiti sebagian warga Singapura, jadi ngga ada salahnya jika kita juga selalu waspada dan engga lengah jaga kesehatan.

Jadi, engga usah nunggu sakit datang kan ya, selalu jaga kesehatan dan kebersihan untuk diri sendiri dan untuk orang lain di sekitar kita.




2 komentar:

  1. Dilihat dari gejalanya mirip-mirip biduran, cacar air atau sejenisnya ya mbak.
    Makasih untuk infonya mbak Ferti..

    Salam kenal :D

    BalasHapus
  2. waduh... ada cacar ular, sekarang cacar monyet :O aku baru tau dan wajib lebih menjaga kesehatan ya

    BalasHapus