Rabu, 07 Agustus 2019

Asuransi Kesehatan Sesuai Kebutuhan Itu yang Seperti Apa?

Banyak yang bilang, kalau mau cari, carilah asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Tapi masih belum jelas bagaimana sih asuransi kesehatan yang pas dengan kebutuhan itu? Kebutuhan yang mana? Siapa yang butuh?.

Bagaimana mencari tahu kebutuhan itu? Sebelum menjawabnya serentetan pertanyaan tersebut, kita kupas dulu soal apa itu asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan adalah layanan perlindungan dari risiko kesehatan yang mengancam keuangan.

Sumber foto: Shuttlecock

Bila sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, kira-kira cara kerja asuransi kesehatan sama ketika hendak menggunakan BPJS Kesehatan. Pesertanya bayar iuran atau premi sesuai dengan ketentuan untuk mendapatkan perlindungan. Jenis dan banyaknya perlindungan bergantung pada besaran iuran yang diberikan. 

Tapi, asuransi kesehatan punya perlindungan lebih komplet dibanding BPJS Kesehatan. Asuransi kesehatan memberikan uang pertanggungan bila pesertanya meninggal dunia. Sedangkan BPJS Kesehatan tak memberikan uang santunan. 

Uang santunan hanya ada di BPJS Ketenagakerjaan Tapi cuma tenaga kerja yang wajib memilikinya. Selain itu, ada dua jenis sistem pembayaran klaim asuransi kesehatan, yakni cashless dan reimburse. Cashless artinya peserta cukup menunjukkan kartu asuransi untuk mendapat perawatan. 

Sedangkan reimburse berarti peserta harus membayar biaya perawatan dulu, baru nanti minta ganti ke asuransi dengan memberikan dokumen-dokumen. Metode BPJS Kesehatan mirip skema cashless. 

Enggak ada sistem reimburse di BPJS. Selebihnya, BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan serupa. Dua-duanya bisa digunakan untuk berobat sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 


Kebutuhan Menentukan Asuransi Kesehatan


Setiap orang punya kebutuhan sendiri-sendiri. Ada yang serupa, tapi tak ada yang sama persis. Yang tahu kebutuhannya mana tentu orang itu sendiri. Seorang lajang, misalnya, berbeda kebutuhannya dengan yang sudah punya istri atau suami. 

Nah, yang punya suami/istri juga punya kebutuhan berbeda dengan yang sudah punya anak. Yang punya anak satu pun beda dengan yang sudah punya anak dua dan seterusnya. Intinya adalah kamu harus melihat ke dalam diri masing-masing, apa sih kebutuhanku. 

Dan apa jenis asuransi kesehatan yang kira-kira cocok dengan kebutuhan itu?. Sebagai panduan, ada beberapa contoh profil individu dengan kebutuhan yang sesuai dengan asuransi kesehatan. 

Contoh pertama:
Andi seorang lajang. Baru kerja dua tahun, tapi sudah jadi karyawan tetap. Dari kantor ada asuransi dan BPJS Kesehatan. Asuransi kantor punya limit kamar Rp 300 ribu tanpa santunan harian. Selain itu, gak ada pertanggungan untuk rawat jalan. 

Asuransi hanya berlaku untuk rawat inap. Dari profil ini, Andi bisa jadi butuh asuransi kesehatan tambahan untuk mendapat limit lebih besar plus uang santunan harian selama perawatan. Bisa juga asuransi yang memberikan jaminan untuk rawat jalan sebagai tambahan asuransi rawat inap kantor. 

Contoh kedua:
Desi seorang single mother alias orang tua tunggal. Anaknya tiga, kelas XI SMA, kelas VIII SMP, dan kelas VI SD. Desi adalah wanita karir di perusahaan swasta. Dari kantornya juga sudah ada asuransi kesehatan dan BPJS. Namun uang pertanggungannya relatif kecil, lebih kecil dibanding asuransi swasta mandiri. 

Dia juga malas berurusan dengan birokrasi yang ribet dan makan banyak waktu. Desi mungkin butuh tambahan asuransi yang memberikan uang pertanggungan lebih tinggi. Sebab, sebagai orang tua tunggal dengan tiga anak, bakal butuh upaya ekstra untuk menyekolahkan anak. 

Bila jatuh sakit dan butuh biaya besar, uang tabungan bisa terkuras karena jaminan dari asuransi yang kecil. Kalau pakai BPJS Kesehatan, harus datang ke klinik dulu baru ke rumah sakit. Dia gak mau. 

Belum lagi bila ia meninggal atau gak sanggup lagi mencari nafkah. Uang pertanggungan dari asuransi akan sangat berguna untuk membiayai pendidikan dan kehidupan anaknya. 

Dari contoh di atas semoga kamu bisa mengidentifikasi sendiri kira-kira bagaimana kebutuhanmu dan apa asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan itu. Bila merasa kurang mengerti, bisa kok konsultasi dengan agen asuransi. 

Konsultasi gak berarti harus beli. Malah dari konsultasi ini bisa sekalian digali informasi soal layanan asuransi kesehatan yang diberikan untuk dibandingkan dengan layanan dari perusahaan asuransi lain. 

Perbandingan ini penting agar kamu dapat memperoleh asuransi kesehatan terbaik. Gunakan segala cara untuk mendapat informasi selengkapnya soal asuransi kesehatan. Salah satunya lewat situs pembanding layanan asuransi seperti Lifepal. 

Di situs Lifepal, banyak layanan asuransi kesehatan dengan informasi lengkap  untuk dibandingkan, dan nggak hanya asuransi kesehatan, ada pula layanan asuransi lain. 

Jadi, jangan beli asuransi kesehatan sebelum tahu kebutuhan dan membuat perbandingan ya.

2 komentar:

  1. Saya termasuk yang telat ngerti pentingnya asuransi. Baru mulai saat masa kerja dah lewat separuh.

    Trims penjelasannya mba

    BalasHapus
  2. Memang membeli asuransi kesehatan itu tidak boleh pasak daripada tiang. Pilihlah yang sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan untuk membayar premi berkala nya.

    BalasHapus