Selasa, 29 Oktober 2019

Gejala Serangan Stroke dan Cara Pencegahannya

Assalamualakum, halo, semoga  kamu senantiasa sehat ya, baik dan pastikan selalu bahagia, ya kan?

Akhir-akhir ini aku lebih banyak  di rumah, jarang ambil kerjaan yang di luar rumah karena ada kewajiban yang meurut aku lebih urgent untuk dikerjakan. Yaa, aku harus mendampingi ibu mertua aku, kontrol ke dokter, setidaknya 2-3 kali dalam satu bulan.

Ibu mertua aku usianya 78 tahun, dan ahamdulillah sehat  sekali sih menurut aku untuk ukuran usia yang nyaris 80. Hanya, memang sejak muda beliau memiliki hipertensi, sehingga kontrol rutin diperlukan sekali dan aku bersyukur, ibu mertua aku sangat sadar kesehatan.




Beliau selalu semangat jika waktunya tiba tanggal untuk kontrol ke dokter, sejak malam sudah siapkan berkas -- tentu saja aku bantu -- apa yang harus beliau siapkan dan memastikan berkas apa yang aku simpan.

Ada lagi kelebihan ibu mertua aku, meskipun usia sudah sepuh, beliau tidak malas bergerak, biasanya sih di kebun, bersih-bersih daun kering, siram tanaman, atau tanam tumbuhan, apa saja.

Mungkin itu ya, suka bergerak itu yang bikin beliau sehat meskipun mengidap  hipertensi, selain beliau minum obat rutin penurun tensi tentunya.

Aku bersyukur karena sekarang ini tak jarang kan kita temukan orang-orang yang terkena serangan stroke dalam usia yang relativ masih muda, dan bisa disimpulkan bahwa serangan stroke sekarang ini tidak mengenal usia meskipun usia menjadi salah satu sebab.


Tentang stroke

Apa sih stroke itu? menurut WHO stroke adalah terputusnya aliran darah  ke otak, umumnya akibat pecahnya pembuluh darah otak, atau tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang.

Secara individual, stroke bisa mengakibatkan kematian, selain itu juga kecacatan yang pastinya menurunkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup penderita. Secara emosi  sosial dan finansial juga pasti akan menjadi beban bagi keluarga dan negara.

Terkadang sebagian kita rancu mengenai stroke, ternyata ada 2 tipe stroke, yaitu:

  1. Tipe iskemik / sumbatan, adalah stroke yang disebabkan karena adanya  penyumbatan pembuluh darah di otak.
  2. Tipe hemoragik atau perdarahan, adalah stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di otak.
Paparan di atas  disampaikan oleh Dr. Cut Putri Arianie Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular ( P2TM ) Kementerian Kesehatan pada acara temu blogger dalam rangka memperingati  Hari Stroke se dunia, yang jatuh pada Tanggal 29 Oktober 2019 ini.  

Jika sekarang ini kata stroke seperti sudah familier di telinga kita, karena memang stroke adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab terbesar kematian di dunia, setelah sakit jantung. 

Bahkan RISKESDAS tahun 2018 menunjukkan jika kejaian stroke di Indonesia mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Data WHO juga menunjukkan bahwa stroke adalah penyebab utama kematian di Indonesia, 328.500 orang  meninggal karena stroke pada tahun 2012.

Nara sumber


Kebijakan Kemenkes atasi serangan stroke

Lalu bagaimana dong kita mengenali stroke, ada kok gejala dan tanda yang bisa dikenali. Yuk kita kenali terlebih dahulu, seperti apa sih tanda-tanda dan gejala stroke?. Tanda-tanda ini populer dengan singkatan SeGeRa Ke RS.

  1. Senyum tidak simetris, tersedak, secara tiba-tiba sulit menelan  air minum.
  2. Gerak separuh anggota tubuh tiba-tiba melemah.
  3. Bicara pelo/tiba-tiba tak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.
  4. Kebas atau baal, atau  semutan separuh tubuh.
  5. Rabun, tiba-tiba pandangan satu mata kabur.
  6. Sakit kepala hebat yaang datang tiba-tiba belum pernah terjadi sebelumnya, juga terjadi gangguan fungsi keseimbangan, seperti gerakan berputar,  gerakan sulit dikoordinasi.
Ada juga caralain, bagaimana kamu bisa mengenali gejala-gejala stroke, yaitu yang disebut dengan melakukan FAST ( Face, Arm, Speech, Time ). Ini adalah sebuah cara yang berarti :
  1. Face: Wajah terkulai
  2. Arm: lengan melemah
  3. Speech: kesulitan bicara
Jika muncul gejala seseorang tidak mengangkat ke dua lengan, tidak bisa mengucapkan kalimat lengkap atau tidak bisa senyum dengan dua sisi bibir, sebaiknya segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan darurat. agar keadaannya tidak semakin parah.

Lalu apa sih faktor resiko stroke, atau penyebab datangnya serangan stroke? Beberapa penyebab serangan stroke yang bisa diubah adalah
  1. Hipertensi
  2. Obesitas
  3. Diabetes Melitus
  4. Deslipdemia
  5. Altrial Fibritasi
  6. Pasca stroke
  7. Merokok
  8. Alohol
  9. NAPZA
  10. Stress
  11. Pola makan tidak sehat
  12. Migrain
  13. Kurang olahraga
  14. Penyakit jantung
Ada juga faktor resiko yang sudah tidak bisa diubah lagi, yaitu
  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Ras tertentu
  4. Genetik
Tak jarang kan kita dengar, penderita stroke yang tidak tertolong, kenapa bisa? karena ada yang disebut periode  emas, yaitu waktu  yang sangat erharga bai penderita stroke yaitu kurang dari 4.5 jam.

Artinya kurang dari 4.5 jam sejak pertama kali munculnya gejala dan tanda, sampai dilakukan penanganan stroke di rumah sakit. Urutannya adalah sejak muncul tanda sampai penderita tiba di rumah sakit, harus kurang dari 2 jam. Lalu, proses pemeriksaan sampai pengobatan membutuhkan waktu maksmal 2.5 jam.

Masa  emas ini harus menjadi  perhatian yang sungguh-sungguh, karena jika penanganan lebih dari 4.5 jam, akan terlambat, stroke akan beresiko entah itu kecacatan permanen atau bahkan kematian.

Benar saja mertua aku sehat meskipun mengidap hipertensi, tak lain karena faktor dia  suka bergerak, yang ternyata bisa mencegah datangnya serangan stroke, disamping tentu saja banyak faktor lain.

Gaya hidup dan mencegah serangan stroke  

Pada acara temu blogger juga menghadirkan dua orang mantan penderita stroke, yitu bapak Iwan dan Ibu Heni, yang mengkisahkan jika mereka bisa ditangani dalam masa emas yang 4.5 jam itu.

Pengetahuan mereka tentang serangan stroke membuahkan tindakan yaitu mereka bisa ditangani di RS PON, sehingga mereka terbebas dari resiko kecacatan dan resiko fatal lain.

Berbagai mitos bagaimana mengatasi serangan stroke ( seperti jari ditusuk jarum, atau menggunakan obat sendiri tanpa  sepengetahuan dokter dan berbagai hoax ) abaikan saja. 

Lebih baik  mewaspadai datangnya serangan bagi mereka yang beresiko, dengan mengetahui gejalanya.

Blogger dan nara sumber

Dr. dr. Al Rasyid, Sp. S ( K ) Departemen Neurologi FKUI-RSCM Jakarta menyampaikan bahwa penyakit stroke ini  erat kaitannya dengan gaya hidup. Di sisi lain tidak mudah memberi pengertian masyarakat bahkan pasien untuk melakukan gaya hidup sehat.

Kembali lagi, pencegahan datangnya serangan stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat, pola hidup, pola makan sehat
  1. Sangat dianjurkan untuk  mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan rendah lemak, sebaliknya,  tidak  dianjurkan konsumsi makanan berlemak dan yang terlalu asin.  Terlalu banyak makan makanan berlemak dan terlalu asin dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah. Akibatnya akan beresiko menyebabkan  hipertensi yang menjadi pemicu datangnya serangan stroke. Menjaga pola makan akan meminimalkan penyebab datannya serangan stroke.
  2. Berhenti merokok.  Rokok bisa mempersempit pembuluh darah, selain itu membuat darah mudah menggumpal, sehingga bagi perokok resiko stroke meningkat dua kali lipat.
  3. Olahraga teratur. Olahraga yang teratur akan bisa menjaga berat badan dan tekanan darah berada pada level sehat, juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dari sinilah resiko datangnya serangan stroke berkurang.
  4. Hindari konsumsi alkohol dan NAPZA, karena minuman keras mengandung kalori yang tinggi, yang mudah mendatangkan penyakit pemicu stroke, seperti dibetes, hipertensi.
    Untuk NAPPZA harus dihindari karena beberapa jenis NAPZA dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah.
  5. Memeriksakan diri secara rutin ke dokter, untuk  memastikan kondisi tubuh secara medis.
Mencegah stroke adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, belajar mengenali faktor resiko, sekaligus menghindarinya. Cara lain adalah selalu ikuti apa anjuran dokter, memeriksakan dirisetidaknya satu kali dalam satu bulan.

Ayuk, mulai terapkan gaya hidup sehat, mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat lain, karena dengan kondisi otak yang sehat akan menciptakan SDM unggul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar