Rabu, 15 Desember 2021
Dukungan JNE Bagi UMKM di Masa Pandemi
Selasa, 30 November 2021
Connecting Happiness Dari JNE Untuk Indonesia
Saat pandemi begini, memang suka nggak suka, mau nggak mau, porsi kegiatan lebih banyak on remote ya, alias online. Sudah dua tahunan ya kita harus banyak mengurung diri di rumah, nggak kerasa cepatnya waktu berlalu
Beberapa kali PPKM, membuat kita harus banyak menahan diri berada di rumah saja, ya kan?, tapi enggak apa sih, selama untuk kebaikan bersama, .
Gusti mboten sare, ungkapan itu aku yakini kebenarannya, mau bukti? selama diberlakukan PPKM apapun levelnya, kan memang kita harus banyak di rumah ya, demi mengurangi penularan.
Tapi bagaimana dengan mereka yang profesinya mengharuskan berada di jalanan? di luar rumah? apakah kamu kesal sama mereka, aku sih enggak.
Begini ya, jadi memang ada profesi yang harus berada di luar rumah, karena jika profesi itu enggak ada atau enggak dijalankan, ada banyak kebutuhan masyarakat yang terhenti. Profesi di luar rumah, yang sebagian besar adalah profesi yang tugasnya melakukan pelayanan pada masyarakat.
Jadi, tentu saja kalau mereka berada di rumah dan tidak menjalankan profesinya, dampaknya akan merugikan.
Yuk, kita lihat, profesi apa yang harus dijalankan di luar rumah, dan tidak bisa dilakukan secara online atau hanya dengan online.
- Petani, nelayan, perkebunan
- Dokter dan para medis
- Perbankan
- Transportasi
- Penjaga palang pintu kereta api
- Pemadam Kebakaran
- Aparat keamanan
- Jasa Ekspedisi
Sabtu, 13 November 2021
Aktifitas yang Tidak Bisa Dilakukan Selama Pandemi
Berapa lama enggak naik commuter line? sangat lama, yes, sejak pandemi, sejak ada PPKM, ruang gerak semua dibatasi.
Aku yang sering keluyuran menggunakan Commuter Line memang jadi kaya pet, berhenti total dari jalan ke Jakarta.
Dulu, memang sih banyak sekali event offline buat para blogger maupun sekedar jalan-jalan ke rumah teman, dan praktis sejak virus merajalela, semuanya terhenti, ya semuanya.
Bersyukur, masih ada banyak aktifitas yang ngga harus dilakukan secara offline, tapi cukup dengan cara virtual saja sudah bisa.
Jadi, apa saja yang nggak bisa atau sulit dilakukan selama sekitar dua tahun ini? Tiap kita pasti nggak sama ya, dan kalau di list bisa banyak banget, buat aku ada beberapa hal yang nggak bisa aku lakukan selama pandemi ini.
- Mudik
Hahaha, mudik menempati urutan pertama, karena beneran, pengin banget mudik, sampai kebawa mimpi, haha. Piye ya, selama ini mudik hanya sekali dalam setahun, karena ibu mertua yang sudah sepuh.
Aku nggak mungkin untuk sering pergi dalam jangka waktu lama, meninggalkan beliau, meskipun ada yang dipasrahi selama kami mudik. Dua tyahun cyn,, nggak mudik, haduuh pegel di badan haha. Harapan aku, tahun depan bisa mudik, kapanpun itu, sekarang mesti fleksibel, jangan memaksakan mudik pas liburan nasional. - Event Blogger
Iya, aktifitas event blogger sebelumnya adalah aktifitas yang sangat sering aku lakukan, pas pandemi jadi pet, sunyi. Demi mencegah penularan, maka segala macam even offline dilarang, dan aku sangat setuju sih sama hal ini.
Karena kalau penularan masif, yang rugi kan kita-kita juga, sakit itu rugi luar dalam, rugi material mental, jangan deh. - Makan Bareng
Iya kan, makan bareng, pasti sama kaya kalian kan, kulineran, hahaha, sekarang kulineran jadi gaya hidup banyak orang. Kulineran jangan dipersepsikan jajan mahal ya, enggak lah. Kuliner bisa saja jajan receh, tapi enak. Ada?, ada lah dan banyak. Makan bareng jadi terhenti akibat pandemi.
Makan bareng ini bisa sama keluarga, bisa juga sama teman ya, kan buat selingan ya, bosen juga makan masakan sendiri tiap hari, haha.
restoran kan dibatasi, sempat hanya bisa take away, lalu boleh makan di tempat dengan prosentase tertentu, atau boleh buka dengan batasan waktu. Tapi memang sih selama pandemi lebih aman makan di rumah ya. - Jalan-jalan
Nah ini dia, mirip kaya mudik tuh, jalan-jalan jelas udah nggak bisa, ya selain mentaati aturan, memang ngga aman juga lah ya jalan-jalan saat pandemi. Kalau tokh maksakan diri jalan, pasti juga nggak tenang.
Jalan-jalan termasuk shoping ya, belanja belanji ke Mall, iya kalee, Mall nya aja tutup kan, selama pandemi. Mau belanja? masih sangat bisa lah, kan kalian biasa belanja online,, ya kan?.
Nah, yang nggak bisa kan jalan-jalan ke destinasi wisata ya, baik yang dekat maupun yang jauh, karena tempat wisata juga dilarang buka kan selama pandemi. - Kondangan
Kondangan selama pandemi? aku kayanya ke luar kota sekali, itu juga prokesnya ketat dan sistimnya take away, jadi, datang, isi buku tamu, salaman dari jauh, muter ambil makanan dan snack yang sudah disiapkan di box besar, pulang deh. Hahha.., simpel, ngga ada 10 menit dan tidak saling membahayakan antara tamu dan penyelenggara hajatan.
Nah, kalau yang hajatan tetangga dekat rumah, maka aku akan memilih waktu yang "aman" dari resiko tertular.
Kapan waktu aman itu? yaitu waktu-waktu sepi dari tamu, bisa pagi sekali saat belum saatnya tamu datang, atau sore hari, saat sudah sepi tamu, aman kan?. Ngga ada makanan dong, ya enggak apa lah, kan dekat, nggak lapar lah, hahaha. - Melayat
Nah, melayat juga jarang sekali aku lakukan selama pandemi, apalagi kalau wafatnya disebabkan karena sakit Covid kan jelas ngga bisa melayat, paling bisa berkunjung ke keluarganya, jauh hari setelah wafatnya.
Kalau wafat bukan karena virus Corona, maka akupun memilih melayat pas saat sepi, karena itu jadi jalan tengah, sosialisasi tetap jalan, dengan menjaga protokol kesehatan. - Nyalon
Nyalon, aku ke salon paling urusan potong rambut atau creambath, itupun jarang sekali. Untuk urusan wajah hampir nggak pernah ke salon, mahal, hahaha. Jadi gimana? Potong rambut selama pandemi, aku minta tolong suami buat potong rambut aku, hehehe.
Alhamdulillah suami kalau pas nggak sibuk, mau dan bisa potong rambut, jadi, ya santai lah urusan ke salon, nggak creambath juga nggak apa-apa.
Ya, kalau mau di list banyak ya, aktifitas yang nggak bisa kita lakukan selama pandemi. Tapi, sebaliknya selama pandemi kan banyak sekali aktifitas yang bisa kita lakukan, dan bahkan mungkin menambah manfaat, apapun itu.
Setelah ini, mau nulis juga tentang aktifitas apa yang bisa dilakukan selama pandemi, bagaimana dengan kamu?, sempat banyak nuliskah selama pandemi?, atau malah blank?. hehe
Semoga sehat semua ya kita, dan tetap taat jaga prokes ya, demi diri sendiri dan demi orang-orang yang kita sayangi.
Minggu, 10 Oktober 2021
JNE Bagi-bagi Diskon Ongkir, Selama Perhelatan PON XX Papua
Halo, teman-teman tahu kan, kalau saat ini sedang ada even cakep di negeri kita? pasti tahu dong kalau saat ini sedang ada perhelatan PON di Papua, kan opening ceremony digelar meriah dan spektakuler.
Negara kita memang sih belum pulih sepenuhnya akibat pandemi, justru itu acara PON XX kan sebenarnya digelar tahun lalu, tahun 2020, diundur karena tahun kemarin dianggap belum tepat untuk menyelenggarakan.
Promo JNE
Rabu, 06 Oktober 2021
Mengenal Kerudung Nusantara
Halo..hola.. tangan ini rasanya kangen nulis di blog, lho selama vacum nulis di blog nulis dimana? dimana saja sih, di medsos, juga di platform lain.
Sejak munculnya virus corona, banyak korban berjatuhan, ekonomi negeri ini terpuruk, sebagain besar keluarga juga terpapar virus, aku memang kaya lag, ngga mampu berpikir maksimal.
Nggak lama sih, hanya kebetulan beberapa kerjaan sambilan, ya.., blog tinggal dulu deh, satu saat balik juga ke nulis blog.
Sebenarnya sudah banyak yang pengin ditulis, tetapi karena nggak langsung dieksekusi, ya batal dan batal lagi.
Itu kisah dibalik vacumnya blog dalam jangka waktu lama.
Warna warni budaya, keragaman tutup kepala perempuan
Hari Batik
Beberapa hari ini, Time Line aku penuh dengan foto-foto dengan busana batik, ada foto kelas membatik, ada foto ah video sndratasi Jawa dengan tema batik, pokoknya serba batik deh.
Eh.., ternyata tgl. 2 Oktober itu Hari Batik Nasional ya, seneng lihat banyaknya yang peduli untuk memperingati Hari Batik tahun ini.
Nah, seminggu sebelum hari Batik nih, tanggal 26 September 2021 aku diajakin teman ke sebuah acara, dan acaranya salah satunya ya dalam rangka Hari Batik Nasional.
Mau dong, dan seneng diajakin karena sebenarnya aku tuh pecinta budaya sejak kecil, hehehe. Hanya kurang ada kesempatan untuk mengikuti perkembangan budaya.
Tempatnya nggak jauh sih, di Sawangan, tepatnya di sebuah Caffe di bilangan Cinangka Depok.
Acara dihadiri lintas komunitas perempuan, diantaranya Serumpun Bakung, Blackhouse Library, Chattra Kebaya, Pertiwi Indonesia, Sanggar Tari SBM dan Gemah ( TMII ), Yayasan Dilts, Pondok Belajar PUAN, dan Komunitas Perempuan Sehati Indonesia.
Warna warni Indonesia sangat terasa, para perempuan hadir dengan berbagai busana daerah, batik, tenun, songket,dan sebagainya.
Tengkuluk
Tema yang diusung hari itu adalah "ngopi tengkuluk, mengenal tutup kepala perempuanj Indonesia", inisiator acara ini namanya mba Nury Sibli, seorang aktifis kemasyarakatan, pemerhati masalah budaya, sosial, juga seorang ibu rumah tangga dengan satu putri kecil.
Buat aku, hari itu adalah hari bersejarah, karena aku berada di antara perempuan-perempuan pejuang budaya leluhur, aku merasa beruntung ada di sana.
Acara ini berniat mengenal tutup kepala perempuan nusantara, agar kita semua paham bahwa negeri ini sudah sejak berbad-abda lampau sudah mengenal tutup kepala.
Aku serasa katrok lho pas dengerin paparan nara sumber tentang tutup kepala yang filosofinya nggak sama tuh di beberapa daerah. Sebut saja tutup kepala anatara budaya Minangkabau dan budaya Jambi.
Bagi masyarakat Minangkabau, tikuluak atau tingkuluak adalah simbol kedaulatan perempuan. Makna kuasa kaum perempuan disematkan pada simbol kain penutup kepala mereka.
Bagi masyarakat Jambi beda lagi, disebut dengan tekuluk adalah kesahajaan sekaligus kehormatan. Perempuan Jambi memakai tutup kepala untuk kegiatan sehari-hari.
Tengkuluk memiliki beberapa nama dan cara pemakaian, ada kerudung, tengkuluk, kuluk, tingkuluak, saong, bulang, passapu, tukos dan jong.
Di acara ngopi tengkuluk itu juga, kami melakukan jumpa virtual dengan ibu Nurlaini. Ibu Nurlaini adalah penulis buku 'Kuluk Penutup Kepala Warisan Luhur dari Jambi'.
Menurut Ibu Nurlaini, tengkuluk sudah digunakan perempuan Jambi untuk menutup kepala, baik untuk hadir di acara adat maupun kegiatan sehari-hari, misal ke sawah.
Belajar menggunakan tingkuluak
Banyak kebaikan yang bisa kita dapatkan dari para leluhur, bila kita mau bertanya pada para sesepuh, baik orang tua kita sendiri, atau sesepuh lain, siapapun dia.
Warisan budaya luhur, yang mungkin enggak kita kenal. Karena mungkin kita malas bertanya, malas mencari info juga.
Mungkin, iya, mungkin selama ini kita sering kagum pada karya seni, budaya dari leluhur kita. Tapi hanya sebatas kagum saja, kita nggak ingin tahu lebih banyak.
Kenapa kita lahir di nusantara? ada ketetapan yang berhubungan dengan tanah dimana kita lahir, ada fitrah yang mungkin tidak atau belum kita pahami.
Acara 'Ngopi Tengkuluk" ini bertujuan untu mengenalkan budaya menutup kepala yang sudah ada sejak ratusan tahun silam di negeri ini.
Selain itu juga untuk mengasah kembali pemahaman keberagaman nusantara, fakta yang kadang terabaikan.
Padahal, kewajiban merawat dan melestarikan nilai-nilai positif itu ada di pundak generasi setelahnya, termasuk kita.
Selasa, 26 Januari 2021
Kulit Cerah Dengan Rangkaian Produk Scarlett Withening Body Care
Halo, apa kabarnya? sehat semua ya, harus dong, kan sehat itu yang utama. Kalau udah sehat, baru deh kerjakan aktifitas masing-masing.
Terkadang, rasanya jenuh sih, bayangin aja sudah berapa bulan kita berada dalam situasi semacam ini. Biasanya bisa belanja belanji, bisa kulineran, pelesiran atau jalan-jalan sama keluarga, sama teman-teman, kali ini semua kegiatan itu harus di skip.
Kepikiran deh buat relaksasi, rawat badan lebih dari sekedar mandi, apaan ya? wah kayanya mandi dengan nuansa baru, bisa nih buat hilangkan rasa jenuh karena PSPB ini. Rasanya badan udah penat, trus kulit juga kusam, ngga pernah dirawat, kaya ngga ada mood gitu.
Kamis, 24 Desember 2020
Serba - serbi Makanan Untuk Kucing Kampung
Apa kabarnya? sehat selalu ya, dan tetap semangat jaga prokes dong, demi diri sendiri juga demi orang-orang tersayang. Buat yang banyak di rumah ( kaya aku, hahaha ) tetep sabar dan semangat dong, kan banyak hal yang bisa kta lakukan.
Aku sih, kesibukanku rutin saja, urusan dapur, bersih-bersih, dan satu lagi yang wajib, yaitu kasih makan kucing hehe. Aku ngga sangka lho, kalau aku akan punya kucing, merawatnya, bahkan membawanya ke dokter kalau sakit., beneran ngga sangka sampai sejauh ini.
Kali ini mau berbagi cerita soal makanan kucing aja ya, karena selain kucing, tentunyamakanan kucing juga akrab sama keseharian aku.