Sabtu, 02 November 2019

Pemerataan Ekonomi Berbasis Digital, Tingkatkan Daya Saing Masyarakat

Assalamualaikum apa kabar kamu? berharap semuanya baik , sehat dan makin semangat, ada banyak hal yang pastinya bikin semangat.

Kali ini bincang tentang ekonomi digital yuk, karena sekarang ini emang era digital, siapa sih yang nggak  pernah belanja online? kayanya nggak ada ya, nyaris semuanya prnah belanja online.

Bukan hanya pernah belanja online, malah mungkin suka atau nagih belanja online ahaha, bagaimana enggak nagih, karena semua begitu mudah, tinggal menggerakkan jari jemari kan, semua sudah datang ke tangan kita.




Memang suka tak suka, mau enggak mau, kita semua aka bergera ke arah era digital yang semakin cepat, bahkan di Indonesia mengalami kemajuan pesat tiap tahun.

Bahkan  di sisi pendapatan pada tahun 2018, pendapatan ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 27 milliar, diprediksi nilainya akan terus melesat tahun 2019 disinyalir akan encapai US$ 40 milliar, setara dengan Rp. 566 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen IKP Kementerian KOMINFO, bapak Widodo Muktiyo di acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo dengan tajuk Pemerataan Ekonomi Digital di Indonesia, hari Kamis 31 Oktober 2019.

Hadir juga dalam acara itu, Dirut BAKTI ( Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi ) Kemen Kominfo, bapak Anang Latief, Vice President Media & Digital PPT Telkom bapa Asli Brahmana, Vice President Ruang Guru, Ritchie Goenawan dan CEO ARUNA Farid Naufal Aslam.


Palapa ring



Di Indonesia telah hadir Palapa Ring yang diharapkan akan memberikan pelayanan terbaiknya pada masyarakat. Jaringan Palapa Ring ini akan terintegrasi dengan jaringan telekomunikasi yang sebelumnya sudah ada.

Saat ini di Indonesia sekitar 71 juta penduduk menjadi pengguna aktif internet, dan ke depan diharapkan penggunaan internet oleh masyarakat adalah pengguna produktif bisa memilih da memilah tayangan dengan cerdas.

Dengan kondisi jaringan yang sudah bagus seperti sekarang, pemerintah otimis bahwa bisnis melalui digital akan selalu menumbuhkan inovasi, sehingga bisnis makin cepat tumbuh dan berkembang.

Melalui jaringan Palapa ring, pertumbuhan bisnis digital bukan hanya berada di kota-kota besar saja,  dipastikan akan merambah ke pedesaan . Dengan internet cepat, sekarang darah terpencil akan meilki akses yang sama besar dengan di tempat lain.

Palapa Ring akan mempercept knektivitas digital, negeri ini akan berkembang pesat bersama perkemangn digital, tidak berlebihan jika negeri inidisebut sebagai digital Archipelago

Disampaikan oleh bapak Asli Brahmana, bahwa Telkom sudah membangun cyber security yang bisa dimanfaatkan peanggan atau startup, sebagai bentuk dukungan pada ekonomi digital,Telkom menyiapkan 17 digital lunge dan digita valey.

Di tempat itu masyarakat bia datang utuk  belajar dan mengembangkan diri dan sudah disiapkan couch atau pembimbing untuk mengarahkan start up pemula, karena Telkom pada intinya menyediakan ekosistem yang mendukung SDM digital.

Siapa mereka? yaitu para developer,data scienties dan lainnya, dibuka ruang seluas-luasnya, mendukung ide-ide bagus, sejalan dengan ekonomi digital PT  Telkm membangun bisnis dengan 3 pilar: digital conectivity, virtualisasi,  dan digital servis.

Ada 7 amuba satelit yang disebar yang bisa dimanfaaatkan untuk pengembangan ekonomi digital.

Pelaku start up


Bagi Ritchie Gunawan mencipakan ruang guru adalah keseempatan untuk mengembangkan SDM sampai ke wilayah terluar Indonesia., dan optimis, bahwa ruang guru akan makin berkembang karena pendidikan adalaah fondasi bagi peradaban bangsa.

Sementara CEO ARUNA Farid banyak menyampaikan bagaimana menjembatani kepentngan nelayan menjual hasl tangkapannya pada buyer-buyer di luar negeri. Samai saat ini ARUNA lebih banyak mengembangkan nelayan justru yang berada di luar Jawa, bahkan hingga pulau terluar Indonesia.

Luas wilayah dan jumlah penduduk sekitar 265 juta jiwa merupakan sebuah potensi dan bukti nyata dari berkembangnya ekonomi bebasis digital. Tidak hanya itu pembangunan infrastruktur dan ekosistem ekonomi digital yang terus membaik dan membuat Indonesia menjadi negara yang pertumbuhan omzet ekonomi digital yang paling moncer di kawasan Asia Tenggara dengan raihan hingga 49 persen.

Potensi ekonomi digital di Indonesia dari tahun ketahun semakin besar dan terus berkembang pesat. Hasil riset berjudul e-Conomy SEA 2019 yang dilansir Google, Temasek dan, Bain & Company menaksir potensi ekonomi digital di Indonesia bakal menyentuh US$ 133 miliar atau Rp 1.862 triliun di tahun 2025 mendatang.

Ayuk sambut era digital dengan menggunakannya secara cerdas dan produktif, maka Indonesia akan berkembang pesat sesuai tuntutan era digital.

1 komentar:

  1. Karena Palapa Ring membawa banyak kemajuan di bidang ekonomi. Mantap

    BalasHapus