Selasa, 06 November 2018

Dukungan Siegwerk Untuk Pemberdayaan Anak dan Remaja di SOS Children's Villages





Assalamualaikum, apa kabarnya ? Semoga sehat lahir, sehat batin. Sehat batin penting lho, terus salah satu hal yang bikin sehat batin itu terpenuhinya kasih sayang.

Pernah dengar ngga ada anak-anak yang kurang kasih sayang? Terutama kasih sayang orang tua? padahal anak adalah tunas kehidupan, ketika mereka kurang kasih sayang, akan menjadi masalah tersendiri bagi dirinya maupun bagi masyarakat.

Siang hari itu, aku menginjakkan kaki di sebuah area yang luas, dan banyak rumah-rumah cantik berada di atasnya, melihat sepintas saja, melukiskan sebuah hunian yang nyaman, jarak antar rumah dipisahkan jalanan yang membelah rumput.



Suasana adem terasa, bikin betah siapapun yang berada di area ini, karena selain penataan rumah yang tidak berdempetan, banyaknya pohon rindang juga bikin tempat ini makin nyaman.


Di beberapa sudut hijau tampak anak-anak sedang bermain, berkejaran, main petak umpet, khas dunia anak-anak yang penuh keceriaan.


Padahal siapa kira anak-anak yang bermain riang itu anak-anak yang  menjadi bagian dari Rumah Asuh SOS Children's Villages, sebuah organisasi nir laba yang akif memperjuangkan hak anak, dan berkomitmen membantu terpenuhinya kebutuhan anak.


Anak-anak yang diasuh, adalah mereka yang kehilangan kasih sayang keluarga karena berbagai sebab, bisa sebab ekonomi, bisa karena memang yatim, dan sebagainya.


Di rumah-rumah pengasuhan inilah anak-anak itu diasuh, dengan pola asuh yang berbasis keluarga, menjalinkan ikatan emosional antar anggota keluarga. Peran-peran anggota keluarga diterapkan di sini, sehingga si anak merasa bahwa memang rumah ini adalah rumahnya, ada keluarganya di rumah ini.


Rumah yang ada memang bukan sekedar sebuah bangunan, namun memang merupakan hunian yang dirancang bisa memberikan kebutuhan kasih sayang pada anak yang ada di rumah itu.

Dalam satu rumah, biasanya ada sekitar 8 - 12 anak, bisa kurang dari 12 juga, dengan satu ibu yang mengasuh. Fasilitas yang diberikan pada anak-anak itu selain kebutuhan seperti makan, kamar, kebutuhan pengetahuanpun menjadi fokus, seperti komputer.

Anak-anak diasuh sejak usia dini, bahkan bayi hingga mereka lulus dari perguruan tinggi, di jenjang peguruan tinggi anak-anak dimotivasi untuk menggunakan keahlian atau keterampilan yang dimiliki dengan optimal.

Pendidikan dini, disediakan di komplek SOS Children's Villages, dan mulai SD sampai Pergutuan Tinggi mereka menempuh pendidikannya di luar komplek. Dari ribuan anak asuh, tak sedikit yang sudah menjadi 'orang', dan mereka selalu kembali ke rumah pengasuhan manakala liburan.

Hingga saat ini, SOS Children's Villages mengasuh lebih dari 5000 anak, tersebar di beberapa kota di Indonesia, diantaranya lembang, Jakarta, Bogor, semarang, Maumere, tabanan, Banda Aceh dan lainnya.




Salah satu rumah di SOS Children's Villages
Sumber foto, Utie Adnu

Anak-anak asuh penari Japin foto bersama dengan Bapak Gregor Hadi Nitiharjo, dan Mr. Herbert Forker


Perpustakaan digital



Dalam rangka pemberdayaan anak asuh, SOS Children's  Villages menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Siegwerk, sebuah produsen unternasional terkemuka, untuk tinta cetak dan solusi kemasan, label dan katalog. 

Pengalaman yang dimiliki Siegwerk lebih dari 180 tahun, menciptakan keahlian mendalam  mengenai banyak prosedur pencetakan. Dengan filosofi "Ink, Heart & Soul", perusahaan ini menjalankan layanan yang berkualitas tinggi.


Pada tanggal 1 November 2018, Siegwerk menyampaikan dukungannya pada SOS Children's Villages dengan memberikan sumbangan beberapa unit komputer untuk dimanfaatkan di perpustakaan digital milik SOS Children's Villages.


Penampilan anak-anak berbakat, asuhan SOS Children's Villages mengawali acara peresmian itu, yaitu dengan menarikan tarian Japin yang merupakan tarian Melayu, atau tepatnya Riau.


Kebutuhan anak-anak akan akses ke sumber daya digital dan metode kerja, karena pengalaman anak-anak menggunakan peralatan digital, punya pengaruh besar terhadap peluang kerja buat mereka, demikian yang disampaikan oleh Herbert Forker, CEO di Siegwerk.


Dukungan Siegwerk dalam bentuk fasilitas digital, akan meningkatkan standard kualitas perpustakaan yang dimiliki SOS Children's Villages.


Siegwerk juga menginvestasikan dana dalam bentuk perangkat komputer, jaringan internet, peralatan presentasi interaktif canggih dan fasilitas konferensi video.


Bahkan 15 rumah keluarga yang ada juga dilengkapi dengan komputer, akses internet dan jaringan ke perpustakaan, sehingga memudahkan anak-anak asuh untuk belajar di rumah, tidak harus pergi ke perpustakaan.


Jika dahulu mengerjakan PR dari sekolahan harus menggunakan buku dan ballpoin, sekarang dituntut menggunakan perangkat digital, maka membutuhkan jaringan internet yang memadai.

Selain dimanfaatkan oleh anak asuh di SOS Children's Villages, perpustakaan digital ini juga akan difungsikan sebagai  pusat pembelajaran komputer, bagi mereka yang di SOS Jakarta, yang membutuhkan pelatihan lebih lanjut.

Sementara untuk mengelola dan merawat peralatan dan fasilitas yang baru, dan menjaga pendidikan digital tetap up to date, maka akan ditempatkan seorang tenaga profesional di perpustakaan tersebut, demikian disampaikan oleh Mr Herbert Forker, CEO di Siegwerk.

Dengan perpustakaan digital tersebut dimaksutkan agar pemberdayaan anak-anak dan kaum muda berjalan dengan optimal, sesuai perkembangan jaman.


Managemen Siegwerk bersama pengampu SOS Children's Villages



Perpustakaan SOS Children's Villages



Perangkat digital dari Siegwerk



Meminimalkan pengangguran di Indonesia


Selain perpustakaan digital di SOS Children's Villages Jakarta, Siegwerk juga mendukung sebuah program yang disebut YouthCan, dan program ini secara konkrit membantu kaum muda Indonesia untuk siap memasuki dunia kerja.

Bapak Gregor Hadi Nitiharjo, Direktur Nasional SOS Children's Villages menyampaikan bahwa lebih dari 64 juta anak muda di seluruh dunia menganggur dan banyak yang tidak memiliki penghasilan cukup untuk membangun kehidupan yang stabil dan mandiri.

Nah, program YouthCan melakukan pemberdayaan kaum muda, mempersiapkan mereka menuju kemandirian memasuki pasar kerja.

Karyawan Siegwerk Indonesia terjun langsung bertindak sebagai mentor, membantu para remaja tersebut membangun keterampilan kerja dengan cara memberikan bimbingan karir atau bahkan pengalaman kerja langsung.

Usia rata-rata generasi muda yang mandiri dari SOS Children's Villages adalah 20 dan 24 tahun, saat itulah mereka mulai mengembangkan kehidupan sekaligus karir.

Kemitraan Siegwerk melalui YouthCan memang mempunyai tujuan untuk menumbuhkan generasi muda untuk menguasai hidup mereka dengan cara yang mandiri, dan bertekad untuk membangun masa depan yang stabil.

Siegwerkpun menyelenggarakan pelatihan karir, kelas TOEFL bahasa Inggris, program magang, atau pelatihan kewirausahaan di SOS Children's Villages Jakarta.


Tradisi komitmen antara Siegwerk dan SOS Children's Villages


Sudah beberapa tahun Siegwerk memiliki tradisi memberikan bantuan kepada anak-anak berakar dari kebijakan global untuk tanggung jawab sosial.

Tanggungjawab merupakan bagian integral dari perusahaan Siegwerk, seperti kata Mr Forker, "komitmen sosial untuk anak-anak telah menjadi  hal yang penting, diantaranya karyawan Siegwerk berulang kali berkesempatan menjadi sukarelawan dan terlibat secara pribadi.

Tradisi positif antara SOS Children's Villages dan Siegwerk dengan  memberdayakan anak-anak dan remaja yang membutuhkan asuhan keluarga dengan pendidikan yang memadai, akan memberikan manfaat di masyarakat.

Siegwerk adalah salah satu contoh perusahaan yang tak melupakan misi sosialnya, karena Sigwerk adalah bagian dari masyarakat, sehingga ikut berpartisipasi mengambil peran untuk memberdayakan anak dan remaja.

10 komentar:

  1. Pemberdayaan anak anak dan remaja nih memang harus selalu kita dukung ya. Dan yang dilakukan Sigwerk tuh bagus banget. Kita dukung

    BalasHapus
  2. Dulu dari kecil aku suka lewat situ kalau mau berolahraga di Jambore mbak, aku taunya itu seperti panti asuhan tapi malah belum tahu isinya ternyata komplit banget ya

    BalasHapus
  3. Anak-anak ini masa depannya masih sangat panjang dan perlu diarahkan agar mereka suatu saat bisa mandiri berkarya. Aku suka salut sama orang atau lembaga seperti Siegwerk ini mba karena mereka dukung banget perkembangan karir anak-anak muda Indonesia.

    BalasHapus
  4. bagus ya programnya, semoga masa depan anak - anak ini cerah dan bisa berkaya serta mandiri ya mak.

    BalasHapus
  5. Ya Allah,Mbak...tempat ini deket banget dari rumah. Dengan fasilitas baru dari Siegwerg aku kok jadi kepingin ikutan ngajarin mereka terkait ngeblog.dan nulis euy

    BalasHapus
  6. Nah, program kayak gini yang bagus seklai untuk anak2 dan remaja. Perpustakaan digital bener2 dibutuhkan agar anak2 memiliki masa depan baik dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

    BalasHapus
  7. Yang seperti ini harus di perbanyak ya keberadaanya mba, terutama itu soal pengangguran issue besar banget buat masa depan Indonesia kedepan

    BalasHapus
  8. Bisa dibilang Indonesia darurat pengangguran juga ya. Mungkin karena kurang memiliki daya saing dan juga perencanaan masa depan yang kurang tepat. Bagus banget berarti dengan program YouthCan Siegwerk anak muda bisa menambah skills dan wawasan sebelum memasuki dunia kerja. Semoga bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yaa.

    BalasHapus
  9. Bagus programnya mbak. Jarang banget perusahaan swasta yg mau concern ke masalah kyk gini. Salut buat Siegwerk. Program2 kyk gini bisa memutus mata rantai kemiskinan jg ya, shg mereka yg ikutan programnya kelak bisa hidup.lbh sejahtera aamiin

    BalasHapus
  10. Program pemberdayaan yang bagus. Apalagi komputer dan koperasi (perpustakaan) jaman sekarang kan tuntutannya ke sana semua. Tidak salah anak2 sejak dini dibekali kemampuan itu

    BalasHapus