Minggu, 01 September 2019

Melalui PRAJA 2019 MIS Group Mendorong Pertumbuhan Koperasi Digital


Apa kabar teman-teman?  semoga hari-hari selalu penuh semangat ya,  jangan lupa terus bahagia.

Kali ini aku mau berbagi tentang koperasi  sebuah model badan ekonomi yang berkembang pesat di Indonesia, bakan lima tahun terakhir ini menunjukkan gejala peningkatan kualitas, berkat kerjasama berbagai pihak.

Peningkatan PDB Koperasi terhadap PDB Nasional bisa dilihat yaitu jika tahun 2014 PDB Koperasi hany 1.71% maka tahun 2018 menunjukkan angka 5,1%. Juga makin berkembangnya koperasi besar yang menunjukkan kualitas usaha dan layanan dan diapresiasi oleh organisasi dunia.



Hal itu menginspirasikan  bahwa koperasi bisa hidup dan berkembang dalam perekonomian modern saat ini yang sarat dengan teknologi.

Di era revousi industri 4.0 setiap badan usaha dituntut mampu mengikuti perkembangan revolusi dengan fokus pada Internet of Things ( IoT ) dan Artifial  Intellegence ( AI ).

Lalu bagaimana saat ini? ketika ta sedikit kalangan millenials juga bergerak dalam bidang usaha? justru saat inilah saat yang tepat untuk mendorong generasi jaman know melakukan terobosan melalui pemnafaatan teknologi dalam mengembangkan usahanya.

Tantangan koperasi di era digital

Optimisme Bapak Tedy Agustiansjah selaku Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group dalam acara Peluncuran PRAJA 2019 di JW Mariot, hri Rbu 28 Agustus 2019.

Pak Tedy menyampaikan "Kami pecaya bahwa koperasi akan selalu menjadi pilar ekonomi bangsa Indonesia yang masih relevan dengan esensi bisnis jaman now yaitu Ekonomi Kolaborasi ."

"Maka tantangan bagi koperasi adalah bagaimana bisa melakukan tansformasi organisasi, sehingga koperasi tetap relevan menjadi dalam konteks kekinian." Lanjut Pak Tedy.

Saat ini koperasi brada dalam fase tantangan untuk melakukan reposisi, sebagai langkah awal menghadapi tantangan reinkarnasi koperasi.

Karena menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI, Pof. Dr.Ruly Indrawan, koperasi tidak lagi bercirikan sebuah badan hukum  koperasi, namun harus dikembangkan dalam spirit kolaborasi perubahan model bisnis saat ini yaitu Ekonomi Kolaborasi." 

Prof Rully yang adalah juga Ketua Dewan Juri PRAJA 2019 meyampaikan bahwa model bisnis kekinian sekarang banyak dilakukan kalangan millenials dengan memanfaatkan teknologi digital.

Menurut Chief Information Officer MIS & CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda , arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong kegiatan ekonomi berbasis teknologi,  adalah dorongan untuk mengubah paradigma agar koperasi tetap eksis di era digital, yaitu adanya perubahan yang terjadi pada bergesernya persaingan bisnis yang  berubah menjadi kemitraan, dengan mengedepankan value chain.

Salah satu anggota Dewan Juri PRAJA, yaitu  Subroto menyampaikan "bahwa di Era Industri 4.0, Koperasi sudah saatnya memiiki web site, berubah menjadi koerasi digital untuk  memudahkan komunikasi anggota dan pengurus koperasi. Pelayanan buat anggota juga dilakukan secara onllne.

Saat ini MDB mengeembangkan apliasi finansial bagi koperaasi, yaitu coopRASI, manfaatnya bisa digunaan untuk memantau simpanan, pinjamam hingga SHU, sehingga melalui model digital sseperti ini, operasional   koperasi berjalan secara  praktis.

Ajang kompetisi PRAJA tahun 2018 lalu memuckan lebih dari 400 karya jurnalistik, dari berbagai media yang diinisiasi oleh Multi Inti Sarana Group ( MIS Group ), yaitu sebuah kelompok usaha yang memiiki komitmen mendorong tumbuhnya koperasi digital di Indonesia.







Kompetisi PRAJA 2019

Hadirnya PRAJA 2019 diharapkan bisa menginspirasi gerakan koperasi Indonesia dalam merespons transformasi ekonomi, dimana revolusi mental akan mendasari transformasi  etos kerja bangsa Indonesia, untuk mencapai kesejajaran dengan neraga lain.

Menurut Irsjad Mochtar Pakar Koperasi sekaligus anggota Dewan Juri PRAJA, PRAJA 2019 menghadirkan sisi positif bisnis koperasi, karena bagi millenial koperasi adalah alternatif pertumbuhan iklim usaha, karena memiliki basis yang sudah tumbuh kuat, yaitu kekuatan komunitas.

Ajang kompetisi PRAJA 2019 menggelar lima kategori kompetisi, yaitu Karya Tulis Jurnalistik, Karya Foto Jurnalistik, Karya Video Kreatif,Karya Tulis Blog dan Ide Bisnis Koperasi. Karya harus sudah dipublikasikan d media massa dan/ atau media sosial selama periode 1 Noovember 2018 hingga 20 Oktober 2019.

Buat kamu yang tertarik mengikuti kompetisi, pendaftaran dan pegiriman karya dimulai sejakk 28 Agustus 2019 sampai dengan 22 Oktober 2019 melalui microsite praja2019.multiintisarana.com. Mau tau hadiahnya?  total hadiahnya mencapai 204 juta rupiah, wow, mantap hadiahnya ya.

Pemenangnya akan diumumkan melalui akun media sosial PRAJA 2019, yaitu instagram @praja.misgroup, Twitter @prajamisgroup dan Facebook PRAJA MIS GRUP serta website multiintisarana.com.

Dewan Juri PRAJA 2019 terdiri dari:

1.  Prof. Dr. Rully Indrawan – Sekretaris Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah RI
2.    Asnil Bambani – Ketua AJI Jakarta & Redaktur Tabloid Kontan
3.    Hariyanto Boejl – Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia
4.    Irsyad Muchtar – Pakar Koperasi & Pemred Majalah Peluang
5.    Ita LuthfiaHead of Corporate & Marketing Communication MIS Group
6.    M Kh. Rachman – Pakar Koperasi dan Kewirausahaan & CMO Sygma Innovation
7.    Saptono Soemardjo – Senior Photo Editor ANTARA
8.    Sheila Timothy – Produser Film, Pendiri Lifelike Pictures
9.    Subroto – Redaktur Pelaksana Republika

Malam Penganugerahan PRAJA 2019 akan diadakan pada tanggal 28 November 2019 di The Sultan Hotel Jakarta dan akan disebarkan melalui situs web multiintisarana.com dan media sosial PRAJA MIS Group.

Buat kamu yang tertarik mengikuti kompetisi ini. bisa mencari  Info lanjutan pada Divisi Corporate & Marketing Communication MIS Group, no HP  08111 885525 atau melalui Email ke : ita@multiintisarana.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar