Kamis, 24 Desember 2020

Serba - serbi Makanan Untuk Kucing Kampung

 

Ibu dan anaknya

Apa kabarnya? sehat selalu ya, dan tetap semangat jaga prokes dong, demi diri sendiri dan demi orang-orang tersayang. Buat yang banyak di rumah ( kaya aku, hahaha ) tetep sabar dan semangat dong, kan banyak hal yang bisa kta lakukan.

Aku sih, kesibukanku rutin saja, urusan dapur, bersih-bersih, dan satu lagi yang wajib, yaitu  kasih makan kucing hehe. Aku ngga sangka lho, kalau aku akan punya kucing, merawatnya, bahkan membawanya ke dokter kalau sakit., beneran ngga sangka sampai sejauh ini.

Kali ini mau berbagi cerita soal makanan kucing aja ya, karena selain kucing, tentunya makanan kucing juga akrab sama keseharian aku.

Awalnya, aku kasih makan kucing ya sama seperti yang lain, kasih saja ikan tongkol atau pindang ikan laut yang dicampur nasi, logika sederhana saja, pasti kucing akan kenyang.

Mungkin sepintas seperti benar ya, apalagi kucing doyan bahkan sangat suka, terbukti selalu habis kok makanannya.

Lama juga tuh, kasih makan model begitu, nasi sama ikan laut, dengan pemikiran sederhanaku, hehe.

Ternyata, itu keliru sodara-sodara, iya, setelah kenalan  dan bergaul intens sama banyak cat lover, komunitas pecinta kucing, keluar  masuk beberapa shelter kucing, aku makin paham bagaimana memberi makan pada kucing.

  • Nasi tidak dianjurkan untuk kucing. Bukan tidak boleh, tetapi memberikan nasi buat kucing, sebaiknya hanya 25% saja dalam makananya, selebihnya daging atau ikan. Kenapa? karena lebih dari itu, nasi akan bertransformasi menadi glukosa, yang akibatkan kucing alami diare. Hehe, rumit ya. Jadi, silahkan campurkan nasi ke ikan laut, tongkol atau sejenisnya, dengan catatan hanya seperempat bagian saja.

  • Tempe yang direbus. Iya, dari beberapa kawan cat lover juga dokter langganan aku, menyarankan, tempe menjadi makanan yang baik untuk dicampurkan ke dalam makanan kucing., bukan tempe mentah ya, tempenya direbus dulu agar lunak, baru deh dicampur sama ikan laut atau daging ayam.

  • Daging, bisa daging ayam, atau daging sapi yang sudah dilembutkan dan dimasak, entah itu diebus, atau digoreng. Aku sih enggak menganjurkan kasih makan berupa daging mentah buat kucing, kenapa?  Ya kuatir aja akan memperkuat sifat buasnya, hehe.

  • Makanan khusus kucing yang banyak dijual di pet shop. Ada banyak pilihan makanan khusus kucing  di Pet Shop, baik yang kering maupun ang jenis basah. Soal merk apa yang bagus, relatif ya.
    Sepanjang pengalaman aku merawat kucing, sebenarnya memberi  makanan basah kalengan lebih hemat dibanding memberi makan dengan ikan cue atau tongkol irisan. Baik hemat biaya, efisiensi waktu, maupun dari sisi kesehatan.
Lalu, saat ini kucingku aku kasih makan apa? oh ya, kucingku kucing lokal, atau kapung dan kucing mix, atau biasa disebut kucing campuran, kucing peranakan.

Setelah ngerti kalau kucing sebaiknya nggak dikasih makan nasi, aku kasih makan campuran yaitu makanan kering dan basah, basah di sini aku kasih tongkol iris. Lama kelamaan kok kaya boros, tongkol cepet sekali habis, lalu aku beralih ke ikan kalengan


Tempe rebus dicampur sama ikan tuna kaleng


Tempe rebus dicampur tongkol asin


Ternyata kasih makan ikan kalengan bukan hanya lebih sehat, tetapi juga lebih hemat. Coba saja bandingkan, tongkol iris seharga Rp.15.000 hanya sekali makan untuk 5 ekor kucing, tapi ikan kalengan, dengan harga Rp. 17.000 bisa digunakan untuk 2 - 3 kali makan.

Sampai saat ini, aku masih setia sama ikan kalengan dan aku campur sama tempe rebus. Lalu bagaimana dengan makanan kering? sudah tidak aku gunakan lagi, karena teryata kucing jantan yang aku rawat pencernaannya kurang cocok sama makanan kering.

Satu saat nanti akan aku tulis soal makanan kering ini, dan juga sakit yang pernah dialami  kucing jantan yang berkaitan dengan makanan kering itu.

Rumit ya? hehehe, iyaa, ngga sangka juga sih, ternyata merawat kucing lumayan enggak gampang, apalag kalau ada  kucing yang sakit, hu..,huuu, makin bingung deh.

Kakak beradik

Ya, aku hanya yakin, ada rezeki buat kucing yang dititipkan ke aku, sehingga aku tenang ketika ada  masalah sama kucing.

Kucing jalanan juga aku pedulikan, sehingga setiap keluar rumah aku  ingat untuk bawa makanan buat kucing yang mungkin aku temukan di jalanan, dimanapun.

Biarlah aku enggak menambah julah kucing yang aku pelihara cukup 5 ekor saja, sekuat aku, tapi, aku tetap berusaha peduli pada kucing yang di luar sana, harapan aku tentunya bisa menjadi salah satu kebaikan yang bisa aku tabur, amin.

6 komentar: