Minggu, 13 Mei 2018

Sebarkan Berita Baik, Demi Menjaga NKRI

Aku masih ingin menangis rasanya kalau mengingat tragedi yang terjadi di MAKO BRIMOB yang mengakibatkan jatuhnya korban para taruna muda negeri ini.

Kejadian yang menghentak nilai kemanusiaan itu benar-benar menguras perasaanku, dan juga tak habis mengerti, seperti kehilangan nalar saja rasanya, bagaimana mungkin tindakan sadis begitu bisa dilakukan oleh seorang manusia. 


Di tengah pemerintah melalui aparat keamanan mengatasi kejadian itu, mulailah muncul di berbagai pemberitaan, berbagai analisa oleh banyak tokoh terkait tragedi itu. Baik tokoh betulan atau tokoh seolah-olah, hehehe.

Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Pol Argo Yuwono


Inspektorat Pengawasan Daerah
Kombes Pol Komarul Zaman

Bisa ditebak, ada analisa dari orang-orang tertentu yang narasinya bernada minor, meragukan kejadian itu, bahkan secara enteng dan tanpa perasaan  mereka mengatakan kejadian itu adalah rekayasa. 

Rekayasa bagamana? ini soal nyawa, keji sekali tuduhan kalian. Terlebih lagi ini nyawa anggota POLRI, pengaman kita. 


Enteng menulis, enteng bicara,  lemas bibir hingga mudah ngomong apa saja, menyebarkan apa saja yang penting viral tanpa peduli apakah itu benar atau tidak, tanpa peduli akibat yang ditimbulkannya. Inilah yang akhir-akhir ini banyak terjadi di sekitar kita.


Narasi kebohongan, narasi kebencian sekarang sangat mudah disuarakan oleh sebagian orang di negeri ini. Prihatinnya lagi, tak sedikit pula dari kita yang mempercayai begitu saja setiap berita yang datang, tanpa berusaha melakukan verifikasi, apakah berita itu valid atau tidak.


Kebohongan atau populer dengan hoax, itu yang sekarang marak di sekitar kita, segala jenis hoax. Kenapa marak dan mudah menyebar dengan cepat? karena diproduksi melalui media sosial, yang nyaris semua orang memilikinya.

Media sosial, saat ini ditengarai banyak dijadikan media untuk menyebarkan hoax, ujaran kebencian, oleh sebagian kelompok masyarakat. Mungkin si penyebar hoax itu tak menyadari bahwa perbuatannya menyebabkan berbagai masalah.

Beberapa hal yang timbul sebagai ekses hoax dan kebencian adalah putusnya silaturahmi antar teman, antar saudara, bahkan saudara kandungpun ada yang hubungannya merenggang akibat masing-masing mempertahankan pendapatnya.

#Sebarkanberitabaik dan bersatu dalam menjaga NKRI


Karena itulah di acara Coffe Morning nersama Netizen hari Rabu 9 Mei 2018 Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz mengajak semua netizen untuk aktif menangkal hoax dan kebencian melalui konten positif.

Pada kesempatan itu, hadir memberikan sambutannya adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, dan Inspektorat Pengawas Daerah, Kombes Pol Komarul Zaman.

Dengan membagi konten positif, maka netizen memberikan kontribusi positif berperan menciptakan iklim yang sejuk di masyarakat. Netizen memiliki tanggung jawab untuk mencerahkan, mencerdaskan dan mendidik yang belum cerdas.


Acara di Gedung Promoter itu menunjukkan bagaimana POLRI selalu aktif dan berperan penting menangkal segala bentuk informasi negatif di media sosial.


Memang benar, aku juga merasakan bahwa sebaran hoax, ujaran kebencian sekarang ini sudah sangat masif beredar di berbagai media sosial. Persoalannya bertambah parah karena sebagian masyarakat juga merespon hal itu dengan frekuensi yang kurang lebih sama. 


Konten yang menyebarkan berita baik, memberikan kesejukan akan menjadi kontribusi positif pada iklim negeri ini, menghormati perbedaan akan menjadi pilar sosial yang akan menjaga NKRI


Kumpulan tanda tangan sebagai komitmen ikut menjaga NKRI


Alhamdulillah berkesempatan menang lifetweet


Penyebab maraknya hoax

Berbagai hal bisa menjadi kemungkinan penyebab munculnya hoax, diantaranya adalah :

  • Gagap teknologi, yaitu eforia karena mengenal teknologi, bisa mendapatkan dan menyebarkan informasi dalam waktu cepat. Sehingga dengan bangga  dan gembira menyebarkan informasi, tanpa melakukan cek dan re cek akan validitas informasi itu, yang penting membagi lebih dahulu.
  • Ibarat orang makan, sebagian orang begitu menerima informasi akan langsung ditelan mentah-mentah, tidak didahului dengan proses mengunyah atau mencerna dahulu, apakah masuk akal atau tidak, benar atau tidak, dan sebagainya. Langsung saja jarinya bergerak cepat untuk membagi, yang penting menjadi yang pertama.
  • Berdasar pada suka, yaitu mereka akan membagi informasi ayng mereka sukai, sesuai dengan kepentingan mereka. Tidak penting, apakah informasi itu penting atau tidak, benar atau salah.
  • Malas mencari tau
    Ini yang sekarang banyak terjadi. Budaya malas membaca dan mencerna,  signifikan dengan mudahnya mereka membagikan berita, karena malas mencari info lebih lanjut.
Keprihatinan negara terhadap hal ini, keprihatinan POLRI akan maraknya hoax sehingga menyebabkan berbagai perpecahan di sana sini, inilah yang mendasari POLRI mengajak netizen untk bersama-sama melawan hoax.

Padahal tau kan, kalau kita menyebar informasi sembarangan kita akan terjerat pasal UU ITE lho. 


"Setiap orang dengan sengaja tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik." inilah ketentuan ayat 1, pasal 28 UU ITE.

Nah, ada tipsnya nih agar kita tidak menjadi korban hoax, sekaligus terjaga menjadi penyebar hoax.

  1. Cermati informasi dengan nalar dan hati yang bening
    Mencermati informasi dengan nalar dan yang bening, akan menghindarkan kita dari menelan mentah-mentah informasi yang masuk. Bertanya pada si pemberi informasi,  tentang validitas info tersebut.
    Apakah informasi itu masuk akal atau tidak, juga perlu diperhatikan, karena kalau tidak , kita malah bukannya tambah pinter, jadi tambah bodo.
  2. Asah Wawasan
    Dengan terus mengasah pengetahuan maka wawasan kita akan makin luas, sehingga tidak mudah termakan informasi yang seolah-olah "wah" dan layak disebarkan
  3. Jangan terjebak judul
    terkadang judul berita/ informasi dibuat sedemikian bombastis bahkan provokatif. Memang untuk memancing pembacanya agar langsunfg menyebar tanpa melihat lebih jauh isi beritanya, yang teradang berbeda dengan judulnya.
  4. Cari tau keaslian foto
    Kemajuan teknologi menyebabkan mudahnya foto di edit, di permak sedemikian rupa, sehingga terkadang tidak sesuai kejadian aslinya.
    aku pernah sangat marah ketika di salah satu WAG ada yang share tentang foto yang katanya tentara PKI yang sudah dipersenjatai. Meskipun belum jelas, aku langsung bantah, karena aku yakin itu bukan di Indonesia.
    Ternyata benar, foto itu adalah foto dari negara lain yang memang memiliki pasukan komunis.
  5. Cek situs
    Banyaknya situs online membuat penyebaran informasi memang seperti membombardir pengguna medsos. tapi bisa di cek kok, bisa dibedakan mana situs yang kredibel dan yang abal-abal.
  6. Menahan diri
    Menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan yang belum jelas benar tidaknya, belum jelas manfaat atau tidaknya, itu lebih baik.
  7. Ojo gumunan
    Ya, ojo gumunan, jangan mudah heran, sehingga mudah diakali dengan tipuan dan kebohongan yang seolah-olah nyata.

#Sebarkanberitabaik 


Ketika hoax menjadi salah satu bibit yang bisa menyebabkan perpecahan, disebabkan perbedaan, utamanya perbedaan pilihan politik, memang netizen dituntut bersikap bijak.

Bersikap bijak, baik sebagai netizen yang aktif di media sosial maupun sebagai anak manusia, warga negara Indonesia. Berbagai hal bisa dilakukan, yang intinya tidak lelah untuk terus belajar dan mengasah diri.
  1. Hormati dan hargai orang lain
    Menghormati dan menghargai orang lain, sama halnya dengan keinginan kita untuk dihargai. Jadi dengan menghargai orang lain, sebenarnya kita sekaligus menghargai diri sendiri
  2. Setiap orang butuh ruang hidup yang sama
    Pemahaman bahwa setiap orang butuh ruang hidup yang sama, akan menghindarkan kita dari rasa "lebih" dibanding yang lain.
  3. Perbedaan adalah titah kehidupan
    Memangnya adakah di dunia ini yang sama persis? tak ada, bahkan anak kembarpun tidak selalu persis. jadi lapabngkan saja jiwa bahwa perbedaan itu biasa saja, beda itu wajar, terlebih beda adalah titah kehidupan.
  4. Junjung tinggi kemanusiaan
    Menjunjung tinggi kemanusiaan, di atas segala perbedaan yang ada. Bahwa di atas segala perbedaan yang ada, ada satu kesamaan, bahwa kita ini sesama manusia, yang hidup di negeri yang sama. Sudah semestinya bergandengan tangan menjaga negeri ini dengan cara terbaik yang bisa dilakukan.
  5. Sebarkan kebaikan
    Jangan sebarkan apapun selain kebaikan. Apa itu? kebaikan bisa apa saja, kepedulian, harapan, motivasi dan inspirasi.
Semesta ini menganut prinsip tabur tuai, siapa yang menabur, dia yang akan menuai. Begitu pula dengan kebaikan, siapa menabur kebaikan, maka kebaikan akan kembali kepada diri orang itu.

Jadi, yuk jangan berhenti berbagi kebaikan, karena akan membawa kebaikan pula bagi orang lain, menjadi harapan dan inspirasi.

Terus, ada kabar baik  lho, ada lombanya lho. Iya. Polda Metro jaya menyelenggarakan lomba konten positif bagi Netizen, dengan tema "Mari Bersatu Menjaga Negeri".

Lomba ini akan digelar secara rutin, sebagai wujud apresasi Polda Metro jaya pada para Netizen. Lomba dimulai sejak 9 Mei - 22 Juni 2018. panjang kan lombanya. Yuk ikutan, jangan ketinggalan.

Hadiahnya kece lho, mulai sepeda motor, kamera, laptop bahkan hadiah utamanya akan diajak meliput kegiatan Kapolda patroli udara dengan helikopter, seru kan.

25 komentar:

  1. Kalau bukan kita siapa lagi yang jaga negeri tercinta ini. Miris dan prihatin dengan berita berita hoax yang beredar

    BalasHapus
  2. Sekarang orang-orang lebih memilih jadi yang pertama menyebarkan informasi ketimbang jadi penyebar informasi benar.
    Yuk #sebarkanberitabaik!

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah sih mbak kalau sekarang saya amati masyarakat banyak yg udah sadar dengan penghindaran berita hoax. Meskipun sebagian jga masih ada yg percaya dengan mudah.
    Namun apapun itu, kita sebagai orang yg paham, maka wajib menyebarkan berita yang baik :)

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah aku termasuk orang yang gak mudah percaya hoax. Tapi sampai sekarang aku masih gak habis pikir apa sih yang dicari dari para pembuat hoax? Apa enggak takut dosa ya mereka?

    BalasHapus
  5. Warga negara Indonesia yang baik tentunya tahu menjaga stabilitas negara tercinta. Salah satunya adalah bijak menggunakan media sosial tanpa ikut terjerumus menyebarkan berita berita HOAX

    BalasHapus
  6. Selamat ya udah menang dan bisa befotoan Ama pak polisi. Sekarang ini banyak kegiatan kepolisian yang melibatkan netizen dan masyarakat umum ya. Kita dukung dong

    BalasHapus
  7. Sayangnya masih ada saja oknum tertentu yg menyebarkan berita yg bisa menimbulkan pro dan kontra. Moga masyarakat kita makin cerdas ya mbak dalam menyebarkan berita, apalagi sekarang media sangat mudah diakses anak2 muda. Takutnya mereka terpengaruh

    BalasHapus
  8. Saya juga g setuju sama penyebar berita hoax. Tapi kalau kasus brimob itu mgkn sebagian yg bil rekayasa itu mgkn berdasarkan analisis yg kayaknya ga mungkin masuk akal logika org awam Mba. Kalau bicara "ini urusan nyawa"

    Alangkah banyak mba yg terjadi di negeri ini mengorbankan nyawa rakyat kecil demi harta dan tahta.

    Saya tidak tidak menyalahkan pemerintah, tapi pejabat kita masih saja mau diadu domba oleh bangsa lain.

    Yg salah jelas yg menyebarkan berita adu domba itu. Banyak yg dirugikan disini. Ya Aparat kepolisian, negara dan terutama umat muslim.

    Memang kita harus teliti dengan berita2 yg tersebar deh. No hoax dan jangan menyebar hoax.

    BalasHapus
  9. setipa warga negera sekarang perlu punya tanggung jawab untuk turut menyabarkan berita/informasi yang baik. Yang menjaga integrasi bangsa. Dan tentu saja harus pandai memfilter mana yang fakta mana yang hoax

    BalasHapus
  10. Hoax itu udah jadi musuh besar negara kita mbak. Banyak banget masyarakat yang menyebarkan hoax itu tanpa mencari informasi lebih lanjut dan termakan mentah-mentah. Miris sih, makanya perlu edukasi mengenai hoax di kalangan masyarakat.

    BalasHapus
  11. Mesti bisa tahan jempol juga mbak, jangan langsung mengeshare sesuatu aja. Gara-gara itu hoax semakin lama semakin menyebar.

    BalasHapus
  12. Di group wag tuh suka banyak nyebar link hoax duhhh ampun deh kadang kalau di bilangin malah galakan dia yang nyebar.

    BalasHapus
  13. Kesel deh kalau banyak yang malas cari tahu eh malah sebarkan berita hoax

    BalasHapus
  14. Bener mba, kesel banget aku pun kalau ada yg menganggap itu hnya rekayasa, ya ampuuun, kemana rasa empatinya -_-"
    Dan Aku pun dukung banget kalau hoax harus ditiadakan dimuka bumi..

    BalasHapus
  15. Sekarang aku udah makin sering nyaring berita, gak kayak dulu yang suka main share2 aja. Deuh emang nyebelin para penyebar hoax itu.

    BalasHapus
  16. Setuju.. sampai ada meme, Jempol netizen lebih kejam dari pada ibu kota. Baik hoax dan berita serta komen negatif, gampang banget disebarkan di dunia maya

    BalasHapus
  17. Serem ya sekarang mau nyebar berita ada UU nya. Tapi bikin kita lebih mengerem jari-jari untuk lebih waspada menyebarkan suatu berita.

    BalasHapus
  18. Aku juga sekarang sangat selektif dengan sharing grup WA yg invalid, suka aneh-aneh, apalagi menyangkut halal produk

    BalasHapus
  19. Wih keren mba Tite dapat livetweet di sini. Hoax2 memang harus diberantas krn bisa mengadu domba ya.

    BalasHapus
  20. Sebagai blogger yang sering berhubungan sama medsos emang salah satu yg bisa kita lakukan utk menjaga NKRI adalah mulai dr diri sendiri utk stop ikutan nyebar info hoax ya mbak TFS

    BalasHapus
  21. Tentang hoak demi NKRI harga mati

    BalasHapus
  22. Menjadi warga negara yang baik dengan bijaksana dalam mengambil keputusan khususnya dalam dunia digital, literasi digital untuk menjadi NKRI

    BalasHapus
  23. udah liat video aku belom mengenai ti gkatkan persatuan NKRI. semoga makin rukun kehidupan di Indonesia

    BalasHapus
  24. Dengan banyaknya media penyebar intormasi, kita harus bisa membaca, mengenali dan menyaring segala informasi sebelum menyebarkan. Harus cek dan ricek berulang kali untuk memastikan

    BalasHapus
  25. Judul yg clickbait biasanya bikin penasaran mba, duh kadang memang berita hoax itu menarik banget, hrus pintar2 memilah bner2 mana berita yang layak di baca dan enggak, jgn sampai kita nyebarin berita hoax.

    BalasHapus