Rabu, 16 Januari 2019

Bully yang Berujung Kreatifitas dan Karya

Halo, assalamu'alaikum, apa kabarmu? musim hujan bikin hawa jadi lebih dingin, jangan diri lebih di musim hujan, okey? jangan lupa pula tetap bahagia.

Kebahagiaan layak dimiliki oleh siapapun, dan tak ada siapapun pula yang boleh mengganggu kebahagiaan yang lain. Karena mengganggu kebahagiaan orang lain itu menimbulkan efek negatif pada mereka yang diganggu.

Pernah kan dengar kata bully? atau perundungan?. Kata bully sering didefinisikan sebagai perisakan, perundungan atau bahkan penindasan. 


Backpack

Bully biasanya dilakukan menggunakan kekerasan, ancaman, tekanan atau paksaan untuk mengintimidasi yang lain. Bisa berbentuk pelecehan terhadap orang lain/ korban tertentu dan bisa atas dasar fisik, agama, ras, gender dan sebagainya.


Tindakan bullypun bisa dilakukan dengan berbagai bentuk, ada yang menggunakan emosional, verbal, fisik dan yang marak sekarang ada lah cyber.

Adalah Andra, yang pernah mengalami bullying secara fisik sekaligus verbal, yang dilakukan oleh teman-temannya di sekolah dan  kejadian bullying itu dialami Andra, ketika dia masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Tidak semua teman melakukan bully terhadap Andra, ada yang sejak kelas 1 suka membully Andra, selain ada anak lain lagi yang melakukannya.

Untunglah Andra bersikap terbuka terhadap orangtuanya, dalam hal ini terutama ibunya, sehingga menceritakan apa yang dialaminya di sekolah. 
Selain dari Andra sendiri yang menceritakan apa yang dialami, ada temannya yang juag menyampaikan pada orang tua Andra, bagaimana terkadang bully itu terjadi, sehingga orang tua mendapatkan cukup banyak informasi tentang Andra di sekolah.

Bullying menimbukan akibat yang tidak boleh dipandang sepele, misalnya Andra ini, tumbuh menjadi anak yang kadang-kadang sensitif sekali, kadang marah-marah tanpa alasan, kadang-kadang menangis.

Marah dan menangis itu kadang-kadang muncul ketika ada hal-hal yang mempengaruhi moodnya, atau hatinya sedang kecewa.

Kemungkinan, karena Andra tidak bisa mengungkapkan atau mengekspresikan perasaannya ketika dia di bully, sehingga imbasnya kemana-mana. Karena itulah ketika berada di dalam kelas Andra menjadi pendiam, memilih menyendiri membaca buku, ketimbang bermain bersama teman

Akibat bullyan yang menimpa Andra, bagaimanapun menjadikan  situasi yang tak menyenangkan buat Andra dan orangtuanya, karena Andra yang bisa saja di rumah tiba-tiba menjadi sensitif, menangis tanpa sebab yang bisa diketahui.

Orangtua Andra bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengatasi agar bully tidak berlanjut terus menerus dengan cara diberikan terapi pada pelaku bully , selain itu orang tua Andra juga melakukan treatment ke Andra.


Pouch





Tidak membalas bully dengan bully lagi


Beruntunglah Andra, karena memiliki orang tua yang memahaminya, sehingga bisa mengarahkan dan mendukung Andra bagaimana mengatasi bully ini dengan cara yang membangun.

Andra memiliki hobi menggambar, dan sejak kecil suka menggambar dinosaurus, oleh karena itu diberikan ruang lebih leluasa menyalurkan bakatnya, dengan dileskan les gambar di Ekonugroho Art Class.

Les menggambar itu merupakan bentuk support orangtuanya, antara lain menggambar bisa menjadi media untuk menumpahkan rasa kecewanya, sedihnya akibat bully yang dialaminya.

Ternyata dari hobi menggambar itulah lahir kreatifitas dari Andra, dengan menggambar dia ingin menyampaikan bahwa apapun perbedaan yang ada, tidak semestinya mengganggu persahabatan, dengan saling menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Andra menyampaikan maksutnya agar saling menghargai, kesukaannya pada anjing melahirkan karya imajinatif yang bernama Bond the Dog dan Franklin The Turtle, dimana  Andra terinspirasi dari Game Mine Craft.

Ke dua satwa ini menjadi ikon dan digabar di beberapa merchandise, The Dog dan the Turtle menunjukkan karakter yang berbeda. Anjing yang lincah dan larinya cepa, sementara kura-kura yang berjalan lamban, nemun begitu mereka tetap bersahabat.

Kreatifitas Andra ditorehkan ke dalam mug, kaos, pouch, dan juga backpack, sebuah kreatifitas yang lahir akibat mengalami bully.

Selain menggambar, Andra juga mengikuti les drum, dan dengan banyak kegiatan, diharapkan Andra akan terhibur dan melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, yaitu pernah dibully.

Dengan berbagai kreatifitas, sebagai bentuk ajakan untuk menghentikan bully, dan ajakan untuk saling menghormati dan menghargai sesama.

Andra mampu mengalahkan rasa kesal dan marah karena dibully melalui sebuah kreatifitas, sehingga tidak terjadi bully dibalas dengan bully dan menimbulkan mata rantai bully yang mungkin sulit diatasi.

36 komentar:

  1. Iya bener banget bunda, perbuatan bully sebaiknya tidak dipandang sebelah mata. Karena bully juga bisa membuat seseorang itu jadi takut

    BalasHapus
  2. Meski di bully tetap diam, hingga akhirnya dia menunjukkan pada temannya bahwa dia bisa. Keren Andra :)

    BalasHapus
  3. Orang yang membully memang tidak tahu rasanya kalau di bully, andai mereka tahu rasanya dibully pasti juga mereka nggak mau bully hggg

    BalasHapus
  4. Kasihan lho anak yang di bully itu, soalnya aku juga pernah mengalami hal itu hmm

    BalasHapus
  5. Terima kasih atas inspirasinya

    BalasHapus
  6. Semoga kisah ini menginspirasi penanganan yg tepat baik bagi korban bully maupun pelakunya ya..

    BalasHapus
  7. Mbak, aku ngajar kelas 1 SD, dan memang hampir setiap hari aku gak berhenti mengingatkan muridku untuk tidak ngebulky temannya. Kesannya sepele, Mbak, kayak temannya jadi pemimpin kemudian suaranya gak keras, eh, pada diketawain. Ada temannya maju salah di huuuu, ini anak kecil lho, Mbak. Alhamdulillah, sudah setengah tahun lebih, ada perubahan lah.

    BalasHapus
  8. Masya Allah.. Andraa keren
    Aku jadi inget mbk sama muridku dulu, ada beberapa yang jadi korban bulliying. Yang paling parah saat itu, korban dimasukin ke tong sampah :(
    Aku nangis pas ada muridku yg diam2 masuk ruangan BP hanya untuk memberi tau masalah tersebut

    BalasHapus
  9. Andra keren. Aku dlu juga korban bully mbk. Meskipun begitu alhamdulillahnya nih gk pernah aku pikiran utk balas membully, nggak, karena sudaj tau betapa nggak enak rasamya dibully

    BalasHapus
  10. Bully ini yang bikin saya jadi ibu jadi parnooooo banget melepas anak ke sekolah.
    Sampai-sampai kami sepakat memilih sekolah agama dengan maksud menekan bully (meskipun saya sadar hal itu gak mungkin bisa dijadikan pedoman)

    Tapi salut banget dengan orang tua Andra yang keren banget mengarahkan anaknya untuk menjadi lebih positif.

    Saya nih selalu banget kepo dengan anak saya kalau habis pulang sekolah, takut dia di sekolah membully atau dibully :)

    BalasHapus
  11. Aku dulu kerap dibully waktu kecil kak, alhamdulillah sekarang bisa beediri kaya sekarang

    BalasHapus
  12. Kereeen banget Andra, gak perlu balas membully yaaah. Malah Andra bisa jadi inspirasi buat yang lain. Gak seharusnya bully dibalas dengan bully. Tapi menyampaikan kebaikan dengan cara yg lain. Sehat tetus ya Andra :)

    BalasHapus
  13. Jadi inger anakku yg bungsu saat jd murid baru. Kaget jg wkt itu msh kelas 3 SD tp sdh dibuly tmn2 barunya yg ngebos...
    Untungnya wali kelasnya kenal jdlah aku intens komunikasi.dgn gurunya....beres deh

    BalasHapus
  14. Andra cerdas sekali, dan beruntung punya keluarga dan ibu yang suportif :) memang pembullyan itu ada dimana2 banget ya.. sebagai ortu kita harus bisa membuat anak mampu melindungi diri dengan cara2 yang baik tentunya.

    BalasHapus
  15. Iya mbak bully itu efeknya ke psikologis anak ya..makanya anak korban bully maupun pelaku bully sama-sama perlu perhatian.

    BalasHapus
  16. Aku pas baca ini kok jadi inget anaknya temenku Mbak. Temenku itu sampai udah berusaha ngomong ke gurunya bahkan ke ortu anak yang suka ngebully anaknya. Dan sama, anak temenku inipun lebih banyak mengalihkan ketidaknyamanannya dengan menggambar.

    BalasHapus
  17. Bagaimana kalau untuk melindungi diri, kak...?
    Aku rasa...tiap anak perlu diajarkan self-defense agar tidak menjadi korban bullying.

    BalasHapus
  18. Aku baca ini jadi inget diri ku sendiri hehe aku menjadikan bully sebagai kekuatan. Makasi mba, tulisan nya inspiratif

    BalasHapus
  19. Heran liat anak2 yg suka ngebully darimana munculnya keinginana ngebuly itu ya..anak bungsuku saat jd anak baru pernah jg soalnya. Semua anak yg ngedeketin anakku dimarahi atau dimusuhi...jd bbrp wkt dia jd ga betah dinskul barunya. Untungnya dia suka cerita jd aku bs kerjasama dgn gurunya di skul

    BalasHapus
  20. Anakku bungsu yang bully malah gurunya, sedih banget. Sampai kami laporkan kepala sekolah, karena itu udah jadi kebiasaan si guru. Tiap tahun pasti ada korban bullying, dan nggak hanya satu siswa. Bullying berhenti kalo kita orang tua ngasih sesuatu pada gurunya. Males banget aku kayak gitu, makanya kami laporkan. Itu ternyata nyarus dilaporkan juga sama sekelompok ortu siswa lain. Mereka nggak jadi karena kami udah lapor dulu. Sampai mereka bikang terima kasih krn sekolah akhirnya tahu guru tersebut bermasalah. Sekarang gurunya masih ngajar tapi diturunkan dan masih dlm pengawasan. Aku bilang pada anakku, gak apa deh kamu jadi korban. Tapi tunjukkan kalo kamu punya prestasi di bidang non akademik juga. *jadi curhat

    BalasHapus
  21. peran sert orang tua dalam menghadapi anak yang dibully penting banget supaya anak gak minder atau takut lagi ya. Untung aja Andra punya orangtua yang pengertian dan mengalihkan perhatian Andra pada kegiatan lain

    BalasHapus
  22. Andra ini siapamu mbak Tite? Iya ya beruntung Andra punya ortu yg selalu support dan mengarahkan anaknya jd anak yg lbh kuat. Shg Andra bia berkarya seperti itu. Keren.

    BalasHapus
  23. Sedih banget ya kalau ada anak dibuly aku pun pernah mengalami murid-muridku yang dibully terus aku coba mendamaikan untuk segera diketahui

    BalasHapus
  24. Bully memang bisa jadi dua hal, bisa jadi power yang membuat si anak bangkit dan menjadi sesuatu, atau down jadi tak berarti

    BalasHapus
  25. This is an incredible way of channeling out bullying ya mba.. dan penuh pesan baik untuk stop bullying

    BalasHapus
  26. Jujur kak ak dulu iya kena bull, hal tersebut lah yang membuatku berkarya sampai sekarang ini Mba. Semoga Bullyingbsegera dihapuskan.

    BalasHapus
  27. saya korban bully (fisik) waktu kecil dan rasanya tuh gak enak banget. Tertekan dan takut ketemu orang yang membully :(

    Keren deh Andra dan ortunya yang bisa mengolah energi negatif bully jadi kreativitas *jempol*

    BalasHapus
  28. Anakku, Fakhri pernah tuh dibully, terganggu dan ga nyaman banget. Diteriakin di kuping, didorong ke got dll. Alhamdulillaah anak yang iseng dan nakal itu udah beres urusannya dan jadi teman baik anakku sekarang. Soalnya kan aku juga bicara ke wali kelasnya. Andra keren! Makin kreatif ya, nak. Hasil karyanya bagus2 :) mama bangga pastinya :)

    BalasHapus
  29. Jadi ingat zaman sekolah kalau ada yang bully teman aku maju .hahaha maklum nggak suka aja liatnya dan nggak mau juga nggak liatin kalau kita punya sikap nggak suka. Maklum anak yang suka bully kadanf pada intinya mideran dan bukan pemberani malah.

    BalasHapus
  30. Jadi ingat zaman sekolah kalau ada yang bully teman aku maju .hahaha maklum nggak suka aja liatnya dan nggak mau juga nggak liatin kalau kita punya sikap nggak suka. Maklum anak yang suka bully kadanf pada intinya mideran dan bukan pemberani malah.

    BalasHapus
  31. Anakku yg gede mrpkan salah satu contoh anak yg pernah jd korban bully krn tubuhnya tak sekuat tmn2nya. Tak bisa berolahraga spt yg lain. Sering dihina sbg pesakitan, tukang ijin,tukang sakit,letoy dan sejenisnya. Awalnya dia agak stress dan ngga mau skolah,Alhamdulillah aku dan suami berhasil membesarkan hatinya dan dia bisa semangat sekolah lagi. Aku juga sempat mindahin sekolah anakku gara gara gurunya berkata kasar saat anakku kelupaan bawa buku lks. Anakku dikatain sudah penyakitan, males juga. Marahlah aku. Aku aduin ke kepala sekolah dan pindah aja. Meski dibully,anakku cukup berprestasi dan ini membuat guru2 menyukainya.

    BalasHapus
  32. Subhanallah.. transformasi yang sangat inspiratif.. kadang kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dalam satu sisi ya.. kita seharusnya melihat dari sisi lainnya yang mungkin saja bisa menjadi sebuah kekuatan besar dimasa mendatang.. terharu dan inspiratif kisahnya

    BalasHapus
  33. Enggak banyak org dibully trus malah jd sukses. Ini pasti karena didikan yg bagus dr orangtuanya ya Mbk Tite?

    BalasHapus
  34. Mbaa,kebanyakan yang terjadi itu balas bully dengan bully. Dan bully tuh membekas banget mba. Smoga kebiasaan bully yang kerap terjadi berhasil dihilangkan ya

    BalasHapus
  35. Salut sama Andra yang usianya masih muda tapi punya jiwa yang besar dan bisa menyalurkan emosinya dalam bentuk yang super positif. Bully itu emang nggak meninggalkan bekas luka di badan tetapi justru bahaya banget karena lukanya nggak kelihatan ada di dalam hati dan pikiran. Semoga bullying dalam bentuk apapun bisa hilang di muka bumi ini yaa.

    BalasHapus
  36. terimakasih artikelnya sangat mencerahkan...

    BalasHapus