Senin, 04 Februari 2019

Bedah Buku Menuju Cahaya, Bersama Alumni IPB

Halo, assalamu'alaikum, apa kabar kamu? bagaimana aktifitas kamu? semoga selalu baik dan tetap semangat lakukan semua aktifitas.

Buku apa yang suka kamu baca? aku sih ampir semua buku aku suka ya, baik fiksi maupun non fiksi, selama memang kontennya bagus, mencerahkan pasti aku akan baca.

Salah satu jenis buku yang aku suka adalah buku biografri, terutama buku biografi tokoh baik nasional mauun tokoh mancanegara. karena selal ada yang menarik untuk dipelajari di kehidupan para tokoh itu.



Dokumen pribadi

Biasanya, kita cenderung melihat orang itu di saat dia sukses, atau hanya kita tahu kesuskesannya saja, kita enggak tahu riwayatnya bagaimana dia meraih sukses. atau juga tokoh sukses yang memang menarik untuk diikuti kehidupanya

Kemarin tanggal 3 Februari 2019 aku seenng tuh, karena ada undangan bedah buku, senang karena berbagai alasan ya. Seneng karena bedah buku tentang orang nomor satu negeri ini, yaitu Presiden Jokowi.

Seneng lagi karena ketemu dengan penulis yang memang spesialis dan ahli menulis tentang tokoh nasional bahkan mancanegara, yaitu mba Alberthiene Endah. Buku Menuju Cahaya menjadi salah satu buku yang ditulis oleh perempuan yang pernah menjadi jurnalis ini.

Lalu seneng lagi, karena ada pembahas-pembahas yang berkompeten di bidangnya yang  juga akan menyampaikannya bahasan mereka tentang sosok Jokowi.


1. Ibu Siti Nurbaya Abubakar


Ibu Siti Nurbaya hadir sebagai pembicara kunci, sekaligus sebagai alumni senior IPB menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan sosok Jokowi. Sebagai pembahas buku Menuju Cahaya, menurut Ibu siti Nurbaya menunjukkan sensitifitas Jokowi terhadap frase keadilan yang merupakan prinsip pemerintahan untuk rakyat.

Menurut ibu Siti Nurbaya, apa yang dilakukan Jokowi sesuai dengan teori demokrasi, melalui kegiatan khasnya yaitu blusukan. Blusukan yang kelihatannya sederhana itu merupakan kegiatan membangun ruang demokrasi yang langsung hadir di tengah rakyat, mendengar apa kesulitan rakyat, dalam bahasa demokrasi disebut dengan  The Voice Concept.

Termasuk pembangunan infrastruktur yang menyeluruh hingga ke batas-batas negara, menurut ibu siti Nurbaya memiliki implikasi diantaranya:

a. Pengembangan ekonomi berbasis wilayah, yaitu membangun negara tidak hanya dimulai dari perkotaan, tapi justru bisa ditumbuhkan dari pedesaan-pedesaan di seluruh negeri.


b. Perbaikan birokrasi, dengan turun ke lapangan yang dilakukan oleh Presiden, maka akan ada konsekuensi dari jajaran dibawahnya. Menteri akan melakukan tinjauan ke lapangan dengan frekuensi melebihi yang dilakukan oleh Presiden, lalu Dirjen akan melakukan tinjauan dengan frekuensi yang melebihi menetri, demikian seterusnya.

2. Sudut pandang Ketua MUI Bogor


Adalah KH Mustofa Abdullah bin Nuh yang juga memberikan pandanagns ebagai pembahas. Menurut beliau, sosok Jokowi itu sosoknya merakyat, cukuip dekat dengan kalangan pesantren.
Satu hal yang dirasakan oleh KH Mustofa abdullan bin Nuh adalah ada semacam rasa nyaman ketika berinteraksi dengan Jokowi.

3. Budiman Sujatmiko


Budiman Sujatmiko sudah lama berinteraksi dengan Jokowi, sejak jokowi memulai karir kenegaraannya yatu sebagai Wali Kota di Kota Solo.

Menurut wakil rakyat dari PDIP ini, Jokowi itu tidak perlu memoles dirinya lagi hingga tampak baik, karena memang sosoknya adalah orang yang konsisten dengan kebaikan. 
Perjalanan Jokowi sejak jadi wali Kota di Solo, Gubernur DKI dan kini menjadi Presiden adalah perjalan karir kenegaraan yang nyata.

Perjalanan yang menunjukkan  dari Zero to Hero, semua orang tahu bahwa produk yang diitnggalkan Jokowi gemilang, tidak membutuhkan pencitraan apapun.
Jokowi tidak membutuhkan panggung, karena tidak ada kepentingan untuk 'menjaga' siapapun, misalnya karena orang tua pejabat maka harus 'menjaganya' .

Atau pejabat yang ketika menjabat berpikir untuk membalas budi pada orang yang dianggap berjasa membuatnya jadi pejabat, menurut Budiman Sujatmiko, beban itu tidak ada pada Jokowi

Budiman Sujatmiko berpesan, "jangan memilih orang yang cita-citanya jadi Presiden, karena ketika cita-cita sudah tercapai, dia merasa itu adalah pencapaiannya yang terbaik. maka dia akan berusaha membuat apa yang dicapainya nyaman dan lupa akan kerjanya.

4. Alberthiene Endah


Menulis tentang Jokowi bukan hanya menuliskan apa yang dilihat dan didengar tentang Jokowi, tetapi harus mendengarkannya dan melihatnya dengan hati, demikian kurang lebih yang dikatakan Alberthiene tentang Jokowi.

Beberapa kali mengikuti Jokowi blusukan ke berbagai wilayah di Indonesia, membuka mata perempuan ini tentang Jokowi. Bahwa memang Jokowi selalu fokus ketika bekerja, nyaris tidak ada waktu untuk bersantai ketika mengikuti blusukannya.

Sebagian hal yang bisa dilihat dan dipetik dari sosok Jokowi yang dicantumkan di buku Menuju Cahaya diantaranya adalah:

  • Memimpin negara adalah bukan bagaimana menjadi populer, tetapi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat.
  • Pembangunan tidak selalu manis, mungkin prosesnya terkadang pahit, semuanya harus berjuang bersama-sama merasakan rasa pahit itu terlebih dahulu. cahaya akan datang setelah menyibak kabut gelap
  • Karena membangun Indonesia adalah membangun keadilan, sehingga pembangunan harus dilakukan merata di seluruh wilayah.
Buku Menuju cahay menceritakan perjalanan mulai dari Jokowi di masa kanak-kanak, sampai jokowi yang kini menjadi Presiden republik Indonesia.

Sempat muncul pertanyaan dari moderator yaitu bapak Cyrus Kerong yang banyak bergerak di dunia media sosial, apa kelemahan Jokowi?

Dijawab oleh salah satu pembahas, bahwa Jokowi tidak pintar mendongeng, padahal kebanyakan manusia Indonesia itu suka didongengi.

Menangkal hoax


Alumni IPB, melalui ketua panitianya Ibu Titik wijayanti menyampaikan alasan-alasan kenapa mengadakan acara Bedah Buku tentang sosok Jokowi. Diantaranya adalah kecenerungan sebagian masyarakat jawa Barat yang mudah termakan informasi hoa, kebencan dan fitnah yang tersebar di media sosial.

Keprihatinan para alumni IPB bawa sebagian masyarakat belum bisa membedakan antara black campaign dengan negetive campaign, nah memangnya beda ya? ternyata beda.

Kalau black campaign adalah kampanye yang tidak didukung data dan fakta sehingga bisa mengarah pada hujatan maupun fitnah.

Sedangkan negative campaign adalah menampilkan sisi negativ dari sosk yang sedang berlaga.

Alumni IPB berharap dengan adanya bedah buku ini memberikan pencerahan tentang siapa Jokowi, dari sumber-sumber yang representatif.

Diharapkan munculnya kesadaran baru bahwa saat ini masyarakat juga ikut serta menjaga negara kesatuan NKRI dengan cara masing-masing dan tetap merawat kebhinekaan.

Diskusi bedah buku ini juga diharapkan bisa mendorong masyarakat kembali memahami jati diri sebagai bangsa Inodnesia, yaitu mendahulukan keramahan, kesantunan dan keadaban dalam berinteraksi satu sama lain.

22 komentar:

  1. Bedah buku tentang jokowi patut diambil contoh . bahwa keseharian tanpa kepalsuan. Memang diperlukan dan itulah yang membuat di cintai rakyat.

    BalasHapus
  2. Mbak alumni IPB juga kah? Toss dulu klo bgtu..*tp jgn tanya angkatan brp ya? Hihi.. (sembunyikan KTP)

    BalasHapus
  3. Jaman digital semua orang bebas perpendapat, iya boleh tapi sebaiknya ada batasanya dan tetap menjaga etika ya mba.. karena bagaimanapun budaya kita budaya timur, jadi walaupun berpendapat tapi tetap harus santun ya mba

    BalasHapus
  4. Aku juga suka banget baca buku biografi Mbak, bisa bikin aku belajar dari kisah nyata para tokoh soale

    BalasHapus
  5. kegiatan seperti ini nih yg seharusnya dilakukan, mengenal pemimpin dan bahkan calon pemimpin, Daripada debat kusir yang tak pernah berujung. Saya pribadi mengenal sosok jokowi sebagai pemimpin yang merakyat

    BalasHapus
  6. Dulu aku paling suka sama sosok dahlan iskan yang juga dibukukan. Ini baca buku ttg sosok Jokowi hanya punya cak asistennya saja. Pengen banget lebih banyak tahu pribadi Jokowi. Love love

    BalasHapus
  7. Udah lama bnht nih mba gkIkutan acara ginian pdhl kpingin bngt ,, next ajak aku y mba

    BalasHapus
  8. Aku sudah lama gak ikut acara bedah buku. Di kotaku biasanya ada saat pameran buku gitu. Aku ada buku tentang Jokowi tapi yang cerita Tukang Kayu. Ini belum kebaca, hahaha

    BalasHapus
  9. Aku suka baca buku biografi. Malah koleksi lumayan banyak. Terutama lagi sirah nabi dan sahabat satu lemari sendiri

    BalasHapus
  10. Pak Jokowi mah aslinya memang orang baik, jadi ga perlu dipoles-poles lagi emang beliau udah baik. Hasil karyanya telah terlihat semenjak belum jadi presiden pun.

    BalasHapus
  11. Semoga banyak orang baik yang amanah.
    Karena baik saja belum cukup, tapi amanah juga terhadap rakyat.

    Barakallahu fiikum...

    BalasHapus
  12. saya juga percaya, Pak Jokowi adalah orang baik, Mba. Terlihat dari pembawaannya yang tenang dan sederhana, tutur kata yang lemah lembut, mudah tersenyum dan mudah banget berbaur dengan anak-anak. Bagiku hal-hal itu sudah cukup menunjukkan beliau orang baik dan tulus :)

    BalasHapus
  13. Menarik sekali sepertinya buku ini. Jadi penasaran ingin membaca isinya ��

    BalasHapus
  14. Buku bibliografi enak ya buat metik inspirasi dr tokoh2 ternama. Jd bisa makin kenal juga sama tokoh tsb

    BalasHapus
  15. Betulyah mba, untukmenangkal hoax sebenarnya banyak membaca referensi buku biar kita gak cepat banget termakan isu yang negatif.. dasar itu perlu..

    BalasHapus
  16. Ooo buku ttg Jokowi...
    Sosok Jokowi dan keluarganya itu sebenarnya aku suka banget. Beda gk kyk sebelum2nya. Tapi partai pengusungnya yg aku gak terllau sreg hahaha. Bukan berarti aku fans Prabowo. Malah skrng msh menimbang2 mau milih siapa haha :D

    BalasHapus
  17. Kupikir bukunya fiksi ternyata non fiksi ya. Tentang Jokowi pula hehe, saya baru ngeh setelah baca di sini

    BalasHapus
  18. Ini buku baru ya kak? Aku baru tau kalau ada buku ini. Di pasaran kalau nulis buku tokoh tokoh seperti ini boomingnya cepet ya.

    BalasHapus
  19. Jaman digital comes With its own challenges. And we all need to work on that so that it won’t give you bad or negative impacts.

    BalasHapus
  20. Bedah buku ya, duh kayanya udah lama banget nggak ikutan. Bahkan udh lama jiga aku ga baca buku sampe selesai. Baca postingan ini jadi pengen ikutan bedah buku lagi deh

    BalasHapus
  21. keren nih acaranya. bedah buku tentang Jokowi. aku seneng baca buku. tapi kebanyak novel bacaanku. kalau buku biografy atau politik suka malas bacanya.

    BalasHapus