Kamis, 09 Mei 2019

Kolaborasi Foodbank Indonesia dan YWaste Indonesia Atasi Kelaparan di Sekolah

Assalamu'alaikum, apa kabar? selalu semangat kan, juga buat kalian yang puasa, pasti puasa dengan bahagia.

Pernah terpikir nggak? kemana rumah makan atau hotel membawa sisa makanan yang tidak habis? atau pesta yang juga menyisakan makanan? Sebagian besar hotel dan rumah makan melarang karyawan membawa sisa makanan dan makanan justru dibuang dari pada dibawakan pada karyawan.


Sementara, di tempat lain banyak perut-perut yang sakit karena kekurangan pangan, bukankah itu situasi yang ironis? ada yang kelebihan tetapi peraturan tidak mengijinkan membagi makanan, ada yang kelaparan karena kurang makan.


Bapak M Hendro Utomo, Ibu Esti Puji Lestari, Mr Ian Price


Tepat pada tanggal 2 Mei 2019 yang biasa diperingati sebagai hari Pendidikan nasional, Foodbank Of Indonesia menjalin kesepakatan kerjasama dengan PT YWaste Maju Teknologi. Apa tujuan kerjasama itu? adalah untuk memerangi kelaparan di Indonesia, terutama yang dialami oleh anak-anak sekolah, karena ketika berangkat sekolah dalam keadaan lapar maka bisa dipastikan si anak sulit berpikir.

Kebayang kan, jika perut lapar bagaimana konsentrasi kita buat mikir, pasti susah, bahkan bukan hanya susah mikir, tapi menimbulkan faktor ikutan juga, seperti rasa lemas, lesu, gelisah, bahkan jika terus menerus akan menimbulkan anemia.

Penelitian yang dilakukan oleh Global Hunger Index ( GHI ), menunjukkan bahwa skore indeks kelaparan Indonesia ada di angka 22%, dalam kategori skala serius. Selain itu hasil penelitian  tahun 2016 dari Organisasi Pangan Dunia ( FAO ) memperkirakan sejumlah 19.4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan.

Bahkan observasi yang dilakukan oleh Foodbank Of Indonesia ( FOI ) menunjukkan bahwa angka kelaparan di sekolah setingkat PAUD di wilayah Jakarta dan Banten menunjukkan angka 40-50%.

Persoalan yang menyangkut anak-anak sekolah adalah persoalan generasi penerus bangsa, dan apa yang terjadi sekarang akan berakibat pada situasi dan kondisi di masa yang akan datang.

Karena itulah, Foodbank Of Indonesia berkolaborasi dengan YWaste berkolaborasi untuk membantu menyediakan ketersediaan pangan untuk keluarga yang membutuhkan.


Aplikasi YWaste Indonesia


Namun di sisi lain juga ada temuan yang dikutip oleh he Global Foodbanking Network ( GFN ) yang menunjukkan bahwa ada 1.3 juta ton makanan jadi terbuang percuma setiap tahun. 

Indonesia bahkan termasuk sabagai salah satu dari lima besar di dunia dengan jumlah sampah makanan yang terbuang percuma.

Nah,  maka kolaborasi antara FOI dan yWaste Indonesia adalah untuk melakukan penggalangan makanan berlebih dari hotel, restoran dan kafe, dengan memanfaatakn teknologi berbasis aplikasi.

Aplikasi ini merupakan aplikasi donor makanan yang pertama di Indonesia, sehingga ada harapan agar menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan kelaparan di sekolah.

Aplikasi ini nantinya akan menjadi sarana penghubung antara para pemberi donor makanan berlebih dengan mereka yang mendapatkan makanan tersebut. Di satu sisi ada mereka yang berlebihan makanan, di sisi lain ada yang kekurangan makanan, dua pihak itulah yang dipertemukan melalui aplikasi  YWaste Indonesia.

Disampaikan oleh Ian Price, Founder Waste Australia bahwa aplikasi ini sudah berjalan dengan baik di Australia, dia berharap dapat menjadi aplikasi solusi di Indonesia.

Di Australia, YWaste telah memimpin pasar dalam menyalurkan kelebihan produksi makanan di tingkat ritel. Caranya, dengan membantu pedagang makanan mengurangi jumlah makanan yang mungkin terbuang setiap hari, karena tidak terjual.

Dengan aplikasi ini, diharapkan akan mengurangi makanan terbuang hingga 40% dan membantu dunia usaha bidang makanan agar lebih bijak mengelola left over food ( makanan berlebih dengan kemungkinan terbuang ) dengan membantu orang yang membutuhkan makanan.

Kenapa memilih FOI sebagai mitra? Hal ini tak lepas dari pengalaman FOI sebagai sebuah bank manakan yang telah beroperasi selama lebih dari 4 tahun, dengan 500 lebih relawan di 17 titik wilayah operasi.

Bahkan menurut bapak Hendro Utomo, pendiri Foodbank Of Indonesia ( FOI ) yang berdiri 21  Mei 2015 ini, pada kurun waktu sepanjang tahun 2018 telah mendsitribusikan sekitar 350 ton makanan kering, dan 6.000 makanan pada mereka yang membutuhkan di sekitar 27 daerah di Indonesia.

Pak Hendro juga menegaskan bahwa upaya untuk meraih keadilan pangan bagi pihak yang membutuhkan, terutama anak-anak memerlukan kerjasama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, pelaku usaha, akademisi dan media.





Direncanakan, kerjasama ini akan diawali dengan membantu FOI dalam program Mentari Bangsaku, yaitu sebuah program yang bertujuan untuk mengurangi angka kelaparan di sekolah.

Tetapi ada kemungkinan akan diperluas untuk program lain seperti Dapur Pangan dan RED ( Response to Emergency and Disarter ) FOI demikian dijelaskan bapak Hendro.

Sementara, Esti Puji Lestari President Director YWaste Indonesia  menyampaikan bahwa aplikasi ini mempercepat mendapatkan donor makanan, memudahkan pendataan makanan yang akan disumbangkan, data tentang jadwal pengambilan donasi makanan dan mempermudah FOI untuk menyalurkan makanan ke berbagai titik operasi.

Kolaborasi antara FOI dan YWaste Indonesia ini akan menjadi salah satu bentuk nyata mendorong kontribusi dunia usaha untuk turut serta membuka gerakan akses pangan yang lebih adil. 

Aplikasi YWaste Indonesia menjadi salah satu solusi praktis untuk mewujudkan keadilan pangan bagi yang membutuhkan.

26 komentar:

  1. Program nya asyik banget ya mikirin sampai ke gizi anak-anak dan ada aplikasi nya juga beneran niat nih semoga aja langgeng dan makin jaya ya aktivitas positive ini harus banget didukung

    BalasHapus
  2. Program yang bagus banget. Jadi bisa mengurangi makanan terbuang sia-sia kalau begini

    BalasHapus
  3. Indahnya berbagi
    Dengan cara cpapun dan dan bagaipun bjla sdh tersirat ingin berbagi segera lakukan. Semoga banyak dukunganuntuk FOI ini. Saluut.

    BalasHapus
  4. Saya jadi penasaran..tentunya untuk 'sisa' makanan yg didistribusikan ini ada kriteria tertentu ya.. atau sembarang sisa, dalam arti termasuk makanan sisa dari piring2 pelanggan Resti?

    BalasHapus
  5. Suka kepikiran makanan di hotel yang berlebihan dikemanakan. Apa lagi, makanan model buffet yang pasti dibuat sengaja berlebih. Semoga banyak yang memanfaatkan aplikasi ini.

    BalasHapus
  6. Keren banget nih programnya, harus diberikan dukungan. Kadang kita suka gak sadar akan food waste, padahal banyak banget yang masih membutuhkan yah mbak.

    BalasHapus
  7. Kelaparan bukanlah kekurangan tapi masalah retribusi yang tidak tepat, wah bener juga ini. Sedari dini saya mengajarkan anak-anak untuk menghabiskan makanannya mbak karena masih banyak orang di luar sana yang belum tentu bisa makan.

    BalasHapus
  8. Keren yang program ini. Dan memang ya sih, kenyataan yang terlihat, banyak sekali tempat-tempat makan yang kayaknya banyak menyisakan makanan, yang kalo dibiarkan begitu aja, malah jadi membusuk. Sementara di tempat lain, banyak orang-orang yang susah untuk punya makanan. Kalo ini bisa bejalan, dan banyak pihak ikut serta, Insya Allah ya masalah kelaparan bisa teratasi. Atau setidaknya menurun dengan signifikan.

    BalasHapus
  9. FOI benar-benar memperhatikan gizi anak-anak ya sampai donasi makanan pun sudah disiapkan begini ya mbak. Semoga aja gak ada lagi yang membuang2 makanan percuma dan bisa mengatasi kelaparan di sekitar

    BalasHapus
  10. Kadang suka prihatin melihat makanan yang dibuang begitu saja dengan alasan tidak habis, padahal diluar sana masih banyak yg kelaparan. Kalau ada aplikasi seperti ini pasti sangat membantu mengurangi makanan sisa terbuang ya mbak.... bagus banget aplikasinya.

    BalasHapus
  11. Keren nih programnya. Di Jogja ada gerakan eman segane. Alias sayang nasinya. Gerakan masyarakat yg anti buang2 makanan

    BalasHapus
  12. Kolaborasi yang bagus nih bisa jadi solusi untuk permasalahan kekurangan makanan yang terjadi pada masyarakat kita karena memang bener situasi yang ironi tatkala makanan mesti dibuang sementara banyak perut kelaparan

    BalasHapus
  13. Miris baca judulnya ya mbak, ternyata di sekolah masih banyak anak yang kelaparan. semoga setelah program ini berjalan, tidak ada lagi anak anak kelaparan di sekolah

    BalasHapus
  14. Bagus nih programnya ..jd diingetin zaman kecil.dulu kalau buang nasi.suka dibilangin nanti nangis nasinya...

    BalasHapus
  15. Aku termasuk yang rewel dan prihatin terhadap makanan sisa. Apalagi melihat itu dilakukan orang dewasa di pesta atau perjamuan. Miris rasanya di luar sana banyak yang sulit makan. Peduli tak selalu bentuk berbagi tapi juga menjaga sikap dengan bijak. Plus memberi akan lebih baik

    BalasHapus
  16. Wah keren ya kaloborasinya sampai meluncurkan aplikasi donor makanan. Ya daripada makanannya terbuang sia2 apalagi di hotel tidak membolehkan kita membawa pulang makanan so lebih baik didonasikan saja ya mbak.

    BalasHapus
  17. Bagus ini mbak buat menghindari kemubadziran yaaa.
    AKu taunya aplikasi kyk gini pas nonton Master Chef Australia. Dengan begini makanan gk kebuang sia2 yaaaa

    BalasHapus
  18. Suka sedih deh lihat banyak makanan sisa yang dibuanng-buang, padahal banyak di tempat lain saudara-saudara kita kelapan karena kekaurangan makanan :(

    BalasHapus
  19. sungguh aku terharu kalau ada orang2 yang mau mencurahkan hati, tenaga dan waktunya untuk kegiatan sosial dan berderma. Semoga kolaborasi2 seperti ini semakin banyak dan meluas ya sehingga ga ada lagi kelaparan di sekeliling kita aamiin

    BalasHapus
  20. ketamper nih aku yang suka nggak ngabisin makanan mba heheheh
    aku mendukung program ini. Memang sayang banget kalo kita buang buang makanan
    sementara masih banyak yang membutuhkan. Keren kolaborasinya

    BalasHapus
  21. Nama programnya bagus ya Mak, Mentari bangsa. Tujuannya utk menurunkan angka kelaparan anak sekolah semiga meningkatkan kualitas pelajar di Indo Aamiin

    BalasHapus
  22. This is one cool program in deed. I hate to see wasted food, I always try to find ways to make sure that food are not wasted

    BalasHapus
  23. Lhoh sedihnyaaa, bahkan di level PAUD pun cukup tinggi ya tingkat kelaparannya.... Anak-anak kecil padahal ya.... Semoga inovasi seperti ini makin marak ya Mbak....

    BalasHapus
  24. Salah satu yang diajarin orangtua supaya jangan buang-buang makanan. Ambil secukupnya, kalau kurang baru tambah... semoga dengan program ini masalah kelaparan bisa diatasi, makanan terdistribusi dengan baik, semua orang -terutama anak-anak- makan berkecukupan

    BalasHapus
  25. Waw keren aplikasi donor makanan ini, semoga banyak resto dan penguzaha Katering sadar ya

    BalasHapus
  26. masyaALLAH keren banget aplikasinya
    kepikiran ya bikin ginian
    bener2 solusi inih ywaste app

    BalasHapus