Senin, 06 April 2015

Menghadapi Vonis Tumor

Bagaimana menghadapi vonis tumor pada tubuh, menjadi hal yang harus diperhatikan, karena penyakit ini merupakan penyakit yang dihindari oleh semua orang. Bahkan mendengar penyakit kata tumorpun juga dihindari oleh banyak orang.
Hal itu pula yang kualami, bermula dari merasakan benjolan aneh yang ada di dada sebelah kiri. Merasakan benjolan yang tidak kecil, aku sudah memutuskan saat itu juga, bahwa kelainan sel ini harus diperiksakan kepada ahlinya, dan ada kemungkinan besar harus dioperasi.
Kenapa kuputuskan sendiri? karena aku memang pada waktu itu aku sendirian, orang tua sudah tidak ada, adik dan kakakku semuanya hidup jauh dariku.

Bukan sesuatu yang mudah, karena aku sendirian, namun juga bukan masalah yang terlalu sulit, sehingga kuputuskan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Beberapa hal aku siapkan, terutama mempersiapkan mental, selain persiapan finansial.
Ternyata, sesuai dugaanku, dokter mengatakan bahwa benjolan yang ada di tubuhku, merupakan tumor, yang harus dibiopsi untuk mengetahui jenisnya. Apakah aku kaget? tentu saja kaget, sekalipun hal itu sudah aku duga. Bukan hanya kaget, namun antara rasa sedih, takut, bingung, dan sebagainya. 

Menghadapi vonis tumor, sekalipun sudah aku duga, namun saat benar-benar dihadapkan pada hal itu, tetap saja merasa menghadapi hal yang diluar dugaan.
Bagaimana menghadapi vonis tumor? Ini pengalaman saya,  semoga membawa manfaat.
  • Saat kita diberitahu tentang tumor di badan kita, tetaplah menjaga kesadaran, artinya menjaga hati dan pikiran agar tetap tenang, karena katenangan pikiran akan membuat kita bisa berfikir jernih. Dengan berfikir jernih kita bisa melihat persoalan kita, sakit yang kita derita dengan benar. Akhirnya dengan menjaga hati dan pikiran, kita bisa mengambil keputusan dengan benar.
  • Hadapi sakit kita sebagai sebuah kenyataan, sadarilah bahwa kenyataan yang ada didepan kita membutuhkan solusi secepatnya. Sadari pula, bahwa memang tidak setiap kenyataan akan berjalan sesuai dengan harapan kita. Dengan begitu kita tidak akan menyalahkan siapapun. Menyalahkan diri sendiri, orang tua, keluarga, menyalahkan kenyataan atau justru yang paling parah kita menyalahkan Tuhan.
  • Segera berpikir bahwa kita harus sehat, apapun harus kita lakukan agar badan kita sehat. Dengan badan sehat, kita akan mampu berbuat banyak, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
  • Mencari info sebanyak-banyaknya tentang tumor, dari mana saja, dari lingkungan sekitar kita, ataupun dari internet. Akses yang mudah membuka internet, akan bermanfaat menambah pengetahuan kita. Dengan mengetahui banyak tentang tumor, kita akan tepat mengambil langkah berikutnya.
  • Sebaliknya, jangan mempercayai informasi  tentang penyakit kita, jika informasi itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, tidak jelas sumbernya, karena hanya akan mengganggu perasaan kita saja.
  • Tidak perlu takut terhadap sakit tumor kita, karena ketakutan dan kecemasan hanya akan memperburuk situasi dan memperparah sakit kita. Bahkan jika harus menjalani operasi karena  hal itu satu-satunya jalan agar kita sehat kembali, kita harus lapang dada menghadapinya. Tentang bagaimana menghadapi operasi, bisa dibuka postingan saya tentang kiat menghadapi operasi beberapa waktu yang lalu.
  • Tidak boleh dilupakan untuk selalu berdoa, dengan yakin pada doa, akan sangat membantu kesiapan mental kita menghadapi kemungkinan apapun. Selain itu, keyakinan terhadap doa, akan menjauhkan kita dari emosi-emosi negatif, seperti terlalu bersedih, bahkan berputus asa.
Jadi, sebenarnya, menghadapi vonis tumor di tubuh kita, sepenuhnya adalah persoalan bagaimana kita bersikap tenang dan percaya diri. Bahwa persoalan yang datang pada kita, dikasih Tuhan satu paket lengkap dengan solusinya.

34 komentar:

  1. Wah, Mbak... baru tahu aku. Tp yg penting sekarang udah sehat ya Mbak. Dan semoga selalu sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, sekarang berusaha jag pola makan, karena waktu itu nyaris menjadi ganas
      Makasih ya atensinya

      Hapus
  2. semoga lekas diberikan kesembuhan, diangkat segala penyakitnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih ya doanya mba, makasih juga sudah berkunjung

      Hapus
  3. Informasi memang merupakan faktor penting juga. Jadi jangan hanya sekedar percaya, apalagi soal kesehatan kita.

    Semoga kita selalu sehat ya, mbak..

    Salam hangat dari Bondowoso.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups bener, tak boleh malas cari informasi.
      Iyaa, kesehatan sangat berharga, makasih ya sudah berkunjung
      salam kembali

      Hapus
  4. Semoga selalu sehat ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih doanya ya
      Makaish juga sudha berkunjung

      Hapus
  5. Sehat selalu mbakku *peluk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin mbak sayang, trims ya sudah mampir ke rumahku
      *peluk* mmuaach

      Hapus
  6. sekarang bagaimana keadaan mbak? wah kita sama sama sendirian mbak ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah sehat, berusaha jaga kesehatan setelah sakit hehe
      Makasih ya mba sudha berkunjung

      Hapus
  7. aku juga kena tumor mak di payudara kanan dan kiri sempet operasi 2 kali malah di 22nya. katanya dari pola makan sewaktu kecil mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh, empatiku buatmu mak Ruffie, kalau aku kemungkinan faktor keturunan, makanya aku sekarang menjaga pola makan, sebisa mungkin
      Makasih ya sudah mampir

      Hapus
  8. Aku juga pernah kena tumor payudara. Dokternya sempat kaget karena aku masih sangat muda. Tapi akunya santai, sebelum operasi malah asyik nonton film Johnny Depp dan cerita soal Hello Kitty sama susternya. Eh, tahu-tahu operasi selesai, hihihi.
    Semoga sehat selalu, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mudah-mudahan kita selalu sehat ya mba Indi,
      Maksih ya sudha berkunjung

      Hapus
  9. merinding bacanya mbak...
    tapi bener juga, bahwa Tuhan memberi persoalan satu paket dengan solusinya.

    terima kasih udah berbagi pengetahuan soal tumor

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaah, aku juga sebenarnya takut, tapi akrena harus kuhadapi, yaa takutnya diusir sejauh mungkin hehe
      makasih ya mas, sudah berkunjung

      Hapus
  10. Semoga lekas sembuh ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih mba Tatit
      Makasih ya sudah mampir

      Hapus
  11. Semoga sembuh total, ya, Yanti, tidak balik itu yang bikin kaum perempuan khawatir. Bunda juga di usia sudah renta ini, akhir-akhir ini sering banget pating srenut di seputar kedua payudara, tapi Bunda menganggapnya itu hanya karena angin. Mudah-mudahan tidak serius, karena rasanya hilang-hilang timbul, gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bundaa, apa kabarnya?
      Aamiin, maturnuwun doanya bun, semoga sudah hilang>
      Menjadi pelajaran bagiku, pola makan harus dijaga

      Makasih bun, sudah berkunjung

      Hapus
  12. Berbagai pengalaman Insya Allah sangat bermanfaat mbak. Aku ikut mendoakan agar segera sembuh ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba Lidya, makasih ya doanya.
      Iyaa, pengalaman berharga menghadapi masalah yang tak sderhana.
      Makasih ya sudah berkunjung

      Hapus
  13. artikelnya sangat membantu dan menarik dan menam bah wawasan saya.....
    salam kenal dan salam sukses..
    ....


    BalasHapus
  14. Bung Cornel Tumanggor, terimakasih atas atensinya ya, sudah berkunjung ke blog sederhana ini.
    salam kenal kembali, sukses juga buat anda

    BalasHapus
  15. Saya juga pernah mengalaminya. Ada yang namanya 5 stage acceptance. Dan saya bener2 melewati 5 fase tersebut. Semoga kita semua selalu sehat, ya

    BalasHapus
  16. Mbak Yanti mohon izin share tulisannya ya di grup lavender. Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  17. setuju banget sama kata2 bunda yang ini "Segera berpikir bahwa kita harus sehat, apapun harus kita lakukan agar badan kita sehat. Dengan badan sehat, kita akan mampu berbuat banyak, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain" percaya gak percaya ternyata kekuatan pikiran itu sangat besar pengaruhnya ya bun.

    BalasHapus
  18. Lapang dada dan tak menyalahkan siapapun... Bijaksana sekali,Mbak. Orang dengan iman kuat insya Allah bisa melewatinya. Trimakasih share nya yaa...:)

    BalasHapus
  19. makasih bos infonya dan salam sukses

    BalasHapus
  20. makasih bos infonya dan semoga bermanfaat

    BalasHapus
  21. terimakasih gan tentang infonya dan salam sukses

    BalasHapus