Sabtu, 12 September 2015

Lezatnya Kuliner Sulawesi dan Manado di Hotel Indonesia Kempinski

Rasanya senang sekali bisa datang ke Hotel Indonesia Kempinski, mendapat kesempatan menikmati kuliner dari Indonesia bagian timur, khususnya Manado, karena belum banyak yang pernah kucicipi dari kuliner daerah ini. Even semacam ini adalah even yang langka, sehingga kesempatan itu tak kulewatkan.

Oh ya, nama Hotel Indonesia yang sekarang menjadi Hotel Indonesia Kempinski, bukan tanpa sebab. Saat ini pemegang saham utama Hotel Indonesia adalah dari Swedia, sehingga ada pergeseran kepengurusan, maka dibelakang nama Hotel Indonesia, ditambahlah menjadi Hotel Indonesia Kempinski. 

Setelah sempat terjadi penjadwalan ulang, akhirnya aku dijadwal oleh pihak Hotel Indonesia Kempinski bisa datang pada tanggal 2 September 2015, jam 12.00 wib, dengan menu yaitu kuliner dari Manado. Hmmm, sudah lama sekali penasaran dengan masakan bubur Manado, karena masakan ini sangat populer, tetapi aku belum pernah mencicipinya.

Menggunakan Commuter Line, aku berangkat dari Bogor sekitar jam 10.30 wib, bersama dengan kawan-kawan sesama blogger. Sampai di stasiun Sudirman, kami menuju lokasi menggunakan taksi, karena sudah lebih dari jam 12.00

Sesampai di Hotel Indonesia Kempinski, kami langsung menuju restoran atau tepatnya Signature Restorant, yang berada tepat disamping lobi hotel. Di restoran itulah tersaji berbagai jenis masakan, mulai dari buah-buahan untuk pembuka, masakan dengan berbagai menu, desserta yang bermacam-macam jenisnya. semuanya disusun, ditata demikian rupa benar-benar menggugah selera, membuat perut yang tak lapar menjadi lapar.

Setelah melakukan pemotretan, terutama di masakan Manado, aku bersama kawan-kawan mulai mencicipi makanan yang disajikan. Aku memiliki kebiasaan mengkonsumsi buah saat perut kosong, maka aku mengambil markisa dua buah. Rasa markisanya manis dan segar, juga terasa kalau markisa ini dipanen saat buah sudah tua, karena tak ada rasa kecutnya.
Signatures Restorant


Meja untuk kami para blogger




Tinutuan atau Bubur Manado

Tinutuan, atau yang lebih dikenal dengan nama Bubur Manado, adalah makanan yang sangat populer bukan hanya di Manado, merupakan jenis masakan Manado yang banyak dicari, karena unik dan rasanya yang lezat. Nah, di Hotel Indonesia Kempinski, Tinutuannya lezat, gurih.

Aku sangat menikmatinya, karena sudah sangat lama aku ingin mencicipi rasa bubur Manado ini. Mungkin membuat sendiri bubur ini  bisa saja, namun aku yakin rasanya belum tentu enak.Bahkan dahulu sempat berpikir, apakah enak bubur yang isinya campur-campur semacam itu, ada sayuran, ada buah dll.

Ternyata, aku salah, karena bubur Manado yang kunuikmati di Restoran Signature, rasanya lezat. Paduan antara bubur yang gurih berisi sayur kangkung, jagung manis dan labu terasa legit di lidah. Ditambah lauk ikan asin dan sambalnya, lengkap sudah kelezatannya. Bubur Manado ini rasanya cukup lezat, namun tak menimbulkan rasa nek di lidah.
Tinutuan atau Bubur Manado

Kakap Woku Belanga

Aku juga menikmati kakap woku belanga, yang menurutku, kuahnya sedikit mirip tom yam ya, ada rasa hangat jahe, dan wangi jahe serta sere. Pedas? pasti pedas, namun pedasnya tidak sampai membuat perut panas.

 Kakap Woku Blanga

Coto Makasar

Aku termasuk penggemar masakan soto, maka tentu saja tak melewatkan untuk mencicipi coto Makasar. Rasa sotonya kurang lebih sama dengan soto-soto di Jawa tengah yaitu berbumbu rempah yang kuat, seperti sere, jahe dan potongan daging sapi yang empuk. Bedanya rasa segar coto makasar ini terasa lebih legit, kuahnya terasa padat. Mungkin karena Coto Makasar juga dibumbui dengan kacang tanah, tauco dan menggunakan gula merah, kuahnya segar namun terasa legit, padat.
Coto Makasar

Ayam Rica - Rica

Makan ayam rica-rica di Kempinski Hotel, rasanya tidak dominan cabai merah seperti ayam rica-rica yang banyak kujumpai di rumah makan atau restoran, yang rata-rata pasti sangat pedas, karena cabe merahnya. Tetap saja pedass, hanya bedanya, rasa ayam rica-rica ini tidak terlalu membuat kita merasa kepedasan, namun tak mengurangi kekuatan bumbu cabe dan rempah-rempahnya. Jadi, ayam rica-ricanya cukup menghangatkan badan, juga bahasa jawanya nglawuhi, yaitu nasi hangat lauk ayam rica-rica saja sudah tidak perlu lauk lain lagi

Ayam Rica-rica

Prawn Tuturuga

Udang dengan  bumbu rempah yang kuat dan tentu saja pedas, hehehe. Sepintas juga mirip lagi dengan masakan Jawa yaitu, bumbu rujak. Ada rasa jahe, kunyit, sere, bedanya pada Prawn Tuturuga ini juga beraroma pandan. jadi kandungan rempahnya lebih kuat. Meskipun udang masih ada cangkangnya, namun tak menghalangi kuatnya bumbu yang meresap kedalamnya.
Prawn Tuturuga

Barongko dan Es Palubutung

Barongko, kalau di Jawa, makanan ini mirip makanan Jawa, Carangesing. Yaitu pisang yang dicampur dengan gula, santan, telur, santan atau susu dan daun pandan. Rasanya sangat lembut, manis dan wangi pandan. Cocok sebagai hidangan penutup. Bedanya, kalau Carangesing pisangnya dipotong kecil-kecil, Barongko ini pisangnya semacam diblender, sehingga rasanya sangat lembut
Sedangkan Es Palubutung, adalah potongan pisang yang disiram bubur tepung seperti bubur sumsum bersantan  namun manis, sepintas rasanya juga mirip es pisang ijo. Kombinasi strawberrynya memberikan sentuhan asam yang segar, menetralkan rasa manis bubur tepung.


Es Palubutung

Air Goraka

Wedang jahe ala Halmahera, begitu menurutku, karena rasanya persis dengan wedang jahe kalau di Jawa. rasa jahe dan gula palem, atau gula aren. Bedanya kalau Air Goraka ini ditaburi dengan potongan kenari. Saat meminumnya terasa hangat jahe, manis dan harumnya gula palem dan sensasi kacang kenarinya.

Air Goraka

Kuliner Sulawesi Kuliner Sehat dan Kaya Rasa

Bisa dibilang, kalau semua menu masakan Sulawesi dan atau Manado adalah menu sehat, dari masakan ikan segar dan bumbu-bumbu rempah yang sangat kuat di hampir semua masakan memiliki kandugan gizi yang menyehatkan.
Selain sehat, aspek kaya rasa dari masakan Sulawesi dan atau Manado ini juga sangat terasa, sehingga sangat layak jika masakan Sulawesi harus terus dilestarikan, dikembangkan. Dengan mengembangkan kuliner tradisional, sekaligus telah menjaga budaya lokal negeri ini.

Salah satu sudut restoran

Salut pada Hotel Indonesia Kempinski yang menyajikan kuliner tradisional di restorannya Signature Restoran. Semoga diwaktu-waktu yang akan datang, Hotel Indonesia Kempinski akan selalu menggali dan mengembangkan kuliner tradisional.

Siapa Chefnya?

Ketika kita merasakan masakan enak, tentu akan bertanya siapa sih yang memasak? Nah sekilas pintas tentang chef yang menakhodai dapur Restoran Signature, adalah Chef Petty Elliot. Pemilik nama lengkap Petty Pandean Elliot ini meang menyukai dunia kuliner, karena selain memiliki ketrampilan memasak, dia adalah serorang food writer pada sebuah majalah ternama. Pada tahun 2001 Petty ikut serta dalam Kompetisi pada BBC Master Chef Inggris, karena Petty waktu itu berdomisili di Inggris bersama keluarganya. Ketrampilan memasaknya semakin terasah, terlebih saat berada di Inggris, juga mengadakan cooking class masakan tanah air untuk kawan-kawanya.
Maka, kembali ke Indonesia tahun 2002, karirnya sebagai Chef semakin mantap, dia terus memasak masakan Indonesia dengan bahan-bahan yang berkualitas.
Perempuan yang saat traveling tak pernah melewatkan pasar sebagai destinasi yang wajib dikunjungi, memiliki visi untuk membuat orang asing menyukai masakan Indonesia, dan itu sudah dilakukannya di Restoran Signature Hotel Indonesia Kempinski.

Chef Petty Elliott


 Chef Petty menyempatkan foto bersama

 Catatan
Signatures Restaurant Kempinski Jakarta
Jalan M.H. Thamrin no.1 Jakarta Pusat
Jakarta 10310, Indonesia
Phone : +62 21 23583898

Rate :
Weekday Lunch Rp 265.000,-/pax
Weekend Brunch Rp 360.000,-/pax
All Week Dinner Rp 285.000,-/pax



27 komentar:

  1. naksir sm yang kakaaapppp..beugh..maknyussss kayaknya y mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeusss, mak nyuus bangeeet, semuanya nyuus

      Hapus
  2. Hmmm...palubutungnya manaaaaa...

    BalasHapus
  3. Mana nih foto makan cantiknya gak dipajang ? Kapan2 kesana lagi yuuuk...

    BalasHapus
  4. Mana nih foto makan cantiknya gak dipajang ? Kapan2 kesana lagi yuuuk...

    BalasHapus
  5. makanannya enak-enak ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa, aku masih mencari pisang ijoo gak ada

      Hapus
  6. Aku baru nyoba ayam rica-rica sama cotto Makasar, itu pun di SEmarang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku icip sitik-sitik mba, hampir semuanya kucoba

      Hapus
  7. Kakap woku belanga itu enak bangeeet tentunya, khas jahenya itu lho... yang membuat hangat juga di badan setelah menikmatinya :)

    BalasHapus
  8. Aku suka banget masakan Sulawesi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masakan Sulawsi dan masakan daerah lain di ndonesia memang jaya rasa ya mba

      Hapus
  9. baru tahu kalau rica2 ayam ksukaan keluarga merupakan kuliner Sulawsi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga baru paham, rica-rica memang nyuus, ngelawuhi

      Hapus
  10. Duuuh mupeng saya lihat makanan-makannya Mba... sangat menggoda... hehehhe

    BalasHapus
  11. Whoaaa...
    Pagi2 main kesini aku jadi ngiler beraaat :))

    Aku baru pernah makan bubur menado aja sih mbak, yang lainnya belum pernah :((

    Aku mau juga atuhlaaah, diundang makan di hoteeeel hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku penasaran sama bubur Manado, akhirnya kesampean, hehehe

      Hapus
  12. Alhamdulillah, rejeki blogger sholehah ya mbaak hihihi

    BalasHapus
  13. Menunya bikin ngiler
    Ya ampun.. jd nyesel ga jadi ikut kmrin haha

    BalasHapus