Sabtu, 05 Oktober 2019

Gerakan Wakaf Produktif Lewat Wake Up Wakaf dari Dompet Dhuafa

Ada yang berbeda aku rasakan sepulang dari even sosialisasi program wakaf Dompet Dhuafa yang bertajuk "Wake up! Wakaf", semacam rasa ringan, lapang, atau lega gitu, bahkan rasa lelah enggak kerasa.

Padahal logikanya enggak begitu, kenapa? iya, karena aku dan teman-teman blogger menjelajah beberapa area yang cukup luas, naik turun tangga, dan dalam cuaca panas pula yang pasti bikin letih kaki dan badan.


Cukup lama aku merenung, bener, kenapa serasa ada kelegaan?  beberapa saat ketemu jawabannya, yang paling mungkin adalah, karena di sana kita mendengarkan sharing kisah tentang berbagi, tentang kepedulian, tentang memberi.  





Ada hal yang sering enggak kita sadari yaitu bahwa kebahagiaan tertinggi manusia adalah ketika bisa memberi, apapun pemberian itu, baik secara  moral maupun material. Bahkan baru  mendengar kisah berbagi saja sudah menyenangakan.


Coba saja amati diri kita sendiri, apa yang kita rasakan ketika memberi sesuatu pada orang lain, bahkan hanya memberi sebuah senyuman, hati terasa lega. Rasa lega, rasa bahagia itu muncul begitu kita memberi, kita merasakanya, namun terkadang  kita enggak menyadarinya.


Menyadari bahwa memberi itu membahagiakan, menurut aku  penting, karena  menghadirkan suasana hati yang positif, efeknya baik untuk kesehatan, kesehatan jiwa dan fisik. Dengan menyadari bahw memberi itu mebahagiakan, maka kita akan mampu membuat  setiap pemberian itu bermakna.



Bapak Yuli Pujihardi, Bobby Manulang, Ustadz Syafi'i


Wakaf produktif


Hari Rabu 2 Oktober 2019, aku bareng teman-teman Blogger hadir di acara bertajuk Blogger Meet Up! Waqf Productive Sharing Session & Visit. Acara sharing session menghadirkan bapak Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS DD, Bobby P Manulang selaku GM Wakaf DD, dan Ustadz Syafii, Drektur DD Pendidikan.

Dompet Dhuafa, yang lahir di tahun 1993 merupakan lembaga nir laba yang malang melintang melakukan kegiatan berbagi, terutama yang berorientasi pada pemberdayaan dan penguatan masyarakat dhuafa.


Dengan apa DD melakukan pemberdayaan? yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf.


Wakaf yang dijalankan oleh DD berkembang menjadi program wakaf produktif, karena selama ini kata wakaf lebih identik pada peruntukan yang tidak tumbuh dan berkembang. Selama ini, wakaf diartikan dengan berwakaf tanah atau mungin bangunan, yaitu berutat pada wakaf untuk Masjid, Madrasah dan Makam, ya kan? iya lah.


Lalu, selama ini wakaf juga identik dengan orang berduit dan usia lanjut yaitu yang berwakaf hanya orang-orang yang aya dan sudah lanjut usia saja, bahkan tak jarang, wakaf itu merupakan wasiat seseorang saat mendekati ajalnya.


Ternyata, itu nggak seluruhnya bener lho, artinya, wakaf itu tidak sebatas mewakafkan benda-benda tak bergerak saja, bukan hanya milik orang tua saja, dan nggak harus menunggu kaya raya dulu baru berwakaf.


Aku makin banyak dapat ilmu baru dong tentang wakaf ini, seneng, rasanya kaya sedang berada di bangku kuliah lagi. Misal tentang peruntukan wakaf nih, aku jadi makin ngerti.


Sasaran wakaf

  • Wakaf publik, yang diperuntukkan buat masyarakat luas
  • Wakaf privat ( keluarga ) biasanya wakafnya diperuntukkan buat keluarga
  • Wakaf Musytarak yaitu gabungan antara wakaf publik dan privat
Aspek waktu
  • Wakaf selamanya, seperti wakaf daam bentuk tanah
  • Wakaf sementara, yaitu wakaf yang pemanfaatannya dibatasi, disesuaikan dengan keinginan pewakaf atau dibatasi umur harta
Aspek pemanfaatan
  • Wakaf langung sepertii masjid, sekolah, rumah sakit, dan sebagainya
  • Wakaf investasi, dimana harta wakaf diupayakan mendatangkan surplus, nah surplus itulah yang dimanfaatkan sesuai dengan sasaran wakafnya.
Terus, dijelaskan juga, bahwa Dompet Dhuafa' memiliki 4 pilar program wakaf yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Melalui 4 pilar itulah dana wakaf dikelola dengan produktif. 

Ujudnya apa wakaf produktif itu? ada Sekolah ada Rumah Sakit dan unit-unit ekonomi, yang semuanya itu bertujuan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat marginal. 

Dengan wakaf produktif, maka siapapun bisa pintar, siapapun bisa sehat dan siapapun bisa berdaya, meskipun berada dalam status sosial ekonomi yang kurang beruntung.

Selesai sharing session tepat waktu makan siang dan sholat dzuhur, sebelum kami diajak keliling oleh tim dari Dompet Dhuafa'.

Smart Ekselensia


Wuaa, senengnyaa, kami di ajak di area Smart Ekselensia, sekolah yang pasti bikin siswanya betah, karena sekolah ini bernuansa alam dengan banyak pohon rindang, jadi ngademya enggak hanya di ruangan ber AC saja, hehe.

Smart Ekselensia adalah  sekolah menengah akselerasi, akselerasinya bagaimana? dengan jangka waktu 5 tahu menempuh jenjang SMP dan SMA, SMP ditempuh 3 tahun DAN SMA 2 tahun.

Siswa-siswa Smart Ekselensia berasal dari seluruh penjuru negeri, dan berasal  dari kaum dhuafa' bahkan beberapa tahun silam ketika ngobrol sama pengurus di Ekeselensia, mensyaratkann bahwa anak-anak yang sekolah di Smart Ekselensia adalah mereka yang berasal dari keraknya kemiskinan.

Keraknya kemiskinan, menarik dan sangat layak dissuport mengingat ini sebuah ujud nyata kepedulian pada pengentasan kebodohan dan pada saatnya akan memutus rantai kemiskinan.

Pendidikan adalah investasi terbaik, dan dari sana akan lahir generasi terbaik yang akan ikut serta memajukan bangsa.

Sarana pra sarana lengkap, kami diajak berkeliling, ada masjid yang cukup besar untuk menampung jamaah, ruang  kelas yang ber AC sebanyak 12 ruang, perpustakaan, laboratorium, ruang seni musik dan art.

Untuk pusat sumber belajar, selain menyediakan guru dan wali asrama yang berkualitas dengan background akademis setingkat S1 dan S2. Karena sistim belajar intensif yang diterapkan, Smart Ekselensia juga menyediakan pendampingan psikologis bagi anak didiknya.

Sama halnya dengan kebanyakan sekolah boarding, di Smart ekselensia juga disediakan seperti kantin, sarana olahraga, ruang seni musik dan art, ruang koperasi, Teknologi Informatika dan sebagainya.


Sebagai sekolah akselerasi, Smart Ekselensia memasukkan sistim moving class, yaitu siswa belajar pada ruangan yang berbeda, sesuai dengan mata pelajaran, seperti mapel matrikulasi, student active learning, remedial, enrichment.


Berbagai prestasi sudah  diraih oleh siswa-siswa Smart Ekselensia diantaranya berbagai olimpiade di bidang sains.


Ruang perpustakaan digital


RS Terpadu Dompet Dhuafa


Pemanfaatan wakaf produktif lain adalah dibangunnya RS Terpadu, yang awalnya adalah sebuah balai pengobatan yang memberikan layanan kesehatan bagi kaum dhuafa, yang  diberi nama LKC - DD ( Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa' ).

Makin lama, kebutuhan peserta LCK semakin meningkat, ada yang butuh dokter spesialis, ada yang butuh rawat inad dan tindakan lain, sehingga fasilitas yang ada sudah tidak memadai lagi untuk kebutuhan itu.


Selain melayani para duafa', RS Terpadu Dompet Dhuafa juga sudah melayani masyarakat umum sama seperti RS lain, bisa menggunakan BPJS, juga menggunakan asuransi.


RS Terpadu Dompet Duafa memiliki layanan spesialis diantaranya spesialis obsgin yaitu peayanan ibu hamil hingga proses kelahiran, poliklinik gigi dan mulud, poli bedah, poli syaraf, poli paru-paru, radiologi, poli anak, poli mata, penyakit dalam, penanganan fisik dan rehabilitasi, dan poli kejiwaan atau psikiatri.


Bahkan RS Terpadu Dompet Dhuafa ini sudah memiliki instalasi hemodialisa, pelayanan buat mereka yang menjalani cuci darah akibat gangguan pada ginjal, dalam satu bulan, rata-rata pasien cuci darah sebanyak 600 orang.

Pelayanan kelas I sampai VIP, boleh dinikmati siapapun selama sesuai dengan aturan yang berlaku, bahkan dhuafa pun bisa dirawat di ruang VIP jika memang diperlukan. Untuk jadi pasien dhuafa di RS Terpadu  Dompet Dhuafa, harus jadi member dulu dengan syarat yang sudah ditentukan.

Hasil gambar untuk foto RS terpadu DD
Sumber foto: dompetdhuafa.org

Gandeng Qatar Charity


Dalam rangka mengembangkan aset wakaf produktif, RS Terpadu Dompet Dhuafa menggandeng Qatar Charity membangun gedung berlantai 3, dengan kapasitas 200 tempat tidur, diharapkan akan melayani 1000 pasien per hari.

Diharapkan, dengan adanya gedung baru ini maka RS Terpadu Dompet Dhuafa akan menjadi RS yang terbesar dan pelayanan yang terlengkap pada kelas Rumah Sakit  tipe C.

Gedung baru  ini  diharapkan akan memberi manfaat bagi para dhuafa karena pastinya akan semakin banyak kaum dhuafa yang bisa dilayani.

Selain Smart Ekselensia dan RS Terpadu, dari zakat produktif itu Dompet Dhuafa melakukan berbagai pemberdayaan.

Bumi Pengembangan Insani ada beberapa program pendidikan DD, yaitu

  1. Sekolah Smart Ekselensia Indnesia, yang telah meluluskan 245 sswa.
  2. Beastudi ETOS, penerima manfaat sebanya 5480 mahasiwa dari berbagai daerah
  3. Pusat Pembelajaran yang dimulai tahun 2010 dan saat ini sudah menhasilkan 1054 guru.
  4. SGI ( Sekolah Guru Indonesia ) , dan Pelathan & Pendampingan Sekolah sejak tahun 2004 yang sudah memberikan pelatihan pada 18.057 guru dan pendampingan 337 sekolah


Sekolah Islam A-Syukro Universal


Sekolah  dengan jenjang pendidikan   mulai dari TK - SMPdengan jumlah siswa hingga saat ini mencapai 845 siswa. Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, dengan biaya sekolah yang sudah ditentukan.

Sekolah Smart Cibinong

Terletak di wilayah Klapanunggal Bogor, dibangun di atas tanah wakaf seluas 18.477m2 sekolah ini memiliki jenjang sejak TK - SMP, dengan jumlah siswa sebanyak 808 siswa.

Gedung WTMC dan Gedung Jannah

Terletak di Perum Vila Ilhami Islamic Village Jl. Zaitun Raya Karawaci Kelurahan Kelapa Dua Kecamatan Curug, Tangerang Banten. Gedung Jannah ini disewa oleh Institut Kemandirian dengan biaya Rp. 150.000.000/ tahun dan sampai saat ini sudah menghasilkan surplus wakaf sebesar Rp. 533.000.000.

New Project Wakaf di Bidang Pendidikan

Dompet Dhuafa University, yang berlokasi di jalan raya Parung KM. 42. Gedung belum selesai dibangun, kegiatan belajar angkatan pertama dlakukan di bangunan Lembaga Pengembangan Insani (LPI), kawasan Zona Madina, Parung Bogor.

Pesantren Hafidz Village 

Pesantren Hafidz Village yang berlokasi  di Desa Benda Kecamatan Cicurug Lido, Sukabumi.adalah program mahakarya dari Dompet Dhuafa.  Karena akan melahirkan generasi muslim yang hafidz qur’an dan memiliki kompetensi kepemimpinan dan ilmu pengetahuan teknologi terkini. Rencananya akan dibangun di atas lahan wakaf seluas 2 hektar.

Fasilitas yang akan dibangun adalah Masjid, Theater Center, area parkir, kelas, lab komputer, ruang guru 2 unit, Laboratorium, gudang, asrama, lapangan serbaguna, Guest House, Smart Farming, Green House, ruang terbuka hijau dan akses keluar masuk.

Khadijah Learning Center

Lembaga Penddikan non formal berada di wilayah Serpong Tangerang, yang memiiki vsi misi meningkatkan kompetensi peremuan. Dipilih nama istri Rasul, karena sosok Khadijah mengispirasikan perempun solehah yang jiwa enterpreneurnya  sangat kuat.

Indonesia Berdaya DD

Terleta di desa Cirangkong, Cijambe, Subang Jawa Barat, yaitu berupa pengolahan lahan seluas 8.5 hektar yang ditanami dengan aneka tanaman buah, seperti buah naga, nanas, pepya, jambu kristal dan alpukat.

Daya Mart

Daya Mart adalah minimart unik, suatu toko One Stop Service, menjual makanan dan  jasa, dan berfungsi sebagai showrom produk UKM binaan DD. Keppemilikan mayoritas Daya Mart adalah keluarga miskin dan sebagian investor yang peduli melakukan investasi bisnis berbasis sosial.

Berbagai aktifitas di atas menunjukkan bahwa wakaf produktif sangat layak didukng oleh segenap pihak, terutama masyarakat luas, agar semakin banyak masyarakat yang bisa berkembang pedidikannya, kondisi ekonomi dan mendapatkan kesehatan yang baik.

Zakat produktif terbukti mampu menjadi salah satu solusi, agar  kaum dhuafa bangkit, dan berkembang bersama masyarakat lainnya.

16 komentar:

  1. MasyaAllah...takjub ya lihat hasil wakaf produktif nya. Pengen juga lihat kebun indonesia berdaya yang di Subang...

    BalasHapus
  2. Saya dapat banyak ilmu tentang wakaf, saya pikir dulu wakaf ya tanah buat masjid, makam, yaudah. Ternyata wakaf juga bisa bentuk uang, saham.
    Sayang di Bali kekurangan tenaga ahli untuk pengelola.

    BalasHapus
  3. Program DD emang selalu produktif dan menginspirasi. Saya terkesan dengan semua program pemberdayaannya. Semoga terus meningkat dan menjadi percontohan bagi yang lain ya

    BalasHapus
  4. MasyaAllah tabarokAllah DD sungguh warbiyasaakk
    Ini jadi bukti kalo wakaf bisa menghasilkan kontribusi positif yak

    BalasHapus
  5. Masya Allah....semoga waqaf dhuafa terus eksis dan bermanfaat bagi umat

    BalasHapus
  6. Setuju dg paragraf terakhir. Semoga saja makin banyak yg tahu manfaat zakat produktif ini..

    BalasHapus
  7. memberi nggak harus nunggukaya raya dlu ya mbak..

    nice mbak ajdi tau lbh byk maslah wakaf aku ini,,

    BalasHapus
  8. Wake up wakaf Masha Allah serasa ada semangat untuk terus berbuat kebaikan ya mbak.

    BalasHapus
  9. Dompet dhuafa memang paling dipercaya deh untuk bisa memberikan sosialisasi wakaf yang bermanfaat bagi sesama. Berkah kebaikan untuk semuanya

    BalasHapus
  10. ada banyak aspek wakaf yang kita baru tau ya mba. Sekarang makin banyak yang bisa membantu menyalurkannya

    BalasHapus
  11. Wah keren banget Dompet Duafa ini banyak sekali program yang dijalankan mulai dari Rumah Sakit sampai Pada Daya Mart, semoga semakin bermanfaat buat sekitar ya mbak.

    BalasHapus
  12. Prigen keren nih jd semua bs berwakaf ria ya..

    BalasHapus
  13. Waktu kesini aku terharu banget apalagi ei RS nya bener2 bermanfaat banget ya bagi kaum Dhuafa.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah gak sia-sia ya kalo menyalurkan wakaf ke Dompet Dhuafa. Memang amanah mengelola wakaf. Hasilnya sangat produktif.

    BalasHapus
  15. Keren ya project-projectnya Dompet Dhuafa. Dari dari DD selalu terdepan dlaam pengelolaan zakat

    BalasHapus
  16. Suka dengan programnya yang membust orang-orang sadar akan wakaf, jd kita bisa tahu kemana saja zakat kita ya

    BalasHapus