Kamis, 30 Oktober 2014

Perempuan di Kabinet Kerja


Susunan Kabinet Kerja -- demikian presiden Joko widodo memberi nama -- menjadi perhatian sebagian besar masyarakat. Terutama yang menyedot perhatian dan menjadi pembicaraan hangat di masyarakat adalah jumlah perempuan yang cukup banyak.
Sepanjang sejarah, baru kali ini menteri perempuan berjumlah hingga delapan orang, tentu hal ini layak diberi apresiasi, karena sebagai bentuk penghargaan pada perempuan-perempuan pintar ini.
Siapa saja mereka? mari kita kenalan dengan mereka agar kita tahu dan paham mereka, karena perempuan-perempuan inilah yang menjadi pembantu Presiden menjadi nakhoda kapal besar yang bernama Indonesia


1. Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek
Nila F Moeloek resmi ditunjuk sebagai menteri kesehatan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja untuk periode 2014-2019. Nila F Moeloek selama lima tahun terakhir  adalah  utusan khusus presiden RI untuk MDGs.
MDGs adalah lembaga yang berkiprah menangani kemiskinan absolut, pemerataan pendidikan,  kesenjangan gender, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lain, hingga kerusakan lingkungan.
Nila adalah istri dr. Farid Anfasa Moelok, Menteri Kesehatan di era presiden B.J. Habibie pada 1997 hingga 1999.
Ia juga aktif mengajar di program doktor pasca sarjana Fakultas Kedokteran UI.



2. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa kembali mengabdi di dalam pemerintahan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Sosial pada 2014-2019.
Inilah profil dan biodata Mensos Republik Indonesia yang baru, Khofifah Indar Parawansa, pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1999 hingga 2001

Perempuan ini menghabiskan masa studinya di Surabaya, dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah di Universitas Airlangga (1984-1991) dan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya (1984-1989). Sampai kemudian, ia hijrah ke Jakarta untuk menempuh program Strata II di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1993-1997). Karir politik wanita  ini sangat panjang. Dari menjabat sebagai pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997), Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997), Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998), hingga Wakil Ketua DPR RI (1999)
 Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001), Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006), Anggota Komisi VII DPR RI (2006.


3. Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise
Perempuan  berusia 56 tahun ini adalah  seorang profesor di Universitas Cenderawasih Jayapura. Yohanan Yambise juga menjadi guru besar perempuan pertama dari tanah Papua.
Lahir di Manokwari, Papua, pada 1 Oktober 1958, Yohanan Yambise menempuh SD di Jayapura, kemudian SMP dan SMA di Nabire, dan  gelar sarjana dia peroleh dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih jurusan Bahasa Inggris.
Tahun 1992, Yohanan Yambise memperoleh beasiswa dari Regional Language Center (RELC), SEAMEO Singapura, di bidang  ilmu linguistik terapan. Dua tahun berselang, perempuan ini meraih gelar master dari Departemen Pendidikan Simon Fraser University di Kanada.
Tahun 2001, ia memulai  pendidikan doktoral di Universitas Newcastle, Inggris, dan lima tahun kemudian Yohanan Yambise meraih gelar Ph.D.
Yohanan Yambise  mengabdi di almamaternya, dari asisten dosen, dosen tetap, hingga Kepala Laboratorium Bahasa di Universitas Cenderawasih.

4. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Puan Maharani, anak Megawati Soekarno Putri  terpilih sebagai menteri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kabinet Kerja
Sosok Puan Maharani sudah melejit dalam beberapa tahun terakhir dan bukan tidak mungkin akan menjadi suksesor sang ibu sebagai ketua umum PDI-P di kemudian hari.



5. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc adalah salah seorang profesional dari partai politik yang bergabung di Kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).
Simak profil dan biodata Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia 2014-2019
Lahir di Jakarta pada tanggal 28 Juli 1965, Siti Nurbaya Bakar, adalah perempuan asli Betawi.

Setelah lulus dari ITB pada tahun 1979, wanita yang kini berusia 49 tahun ini melanjutkan studinya ke International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda, dan meraih gelar master pada tahun 1988. Satu dasawarsa kemudian, yaitu tahun 1998, Siti Nurbaya Bakar merampungkan jenjang S3 di ITB.
Riwayat Siti Nurbaya Bakar di pemerintahan cukup panjang, yakni Kepala Seksi Penelitian Fisik Bappeda Lampug (1983-1985), Kepala Seksi Pengairan Bappeda Lampung (1985-1988), Kasubid Analisis Statistik Bappeda Lampung (1981-1983), Kepala Seksi Tata Ruang Bappeda Lampung (1988-1990), Kepala Bidang Penelitian , Bappeda Lampung (1990-1995), dan Wakil Ketua Bappeda Tingkat I Pemda Lampung (1996-1998).
Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Depdagri (1998-2001), Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi di Lingkungan Kopertis Wilayah III (2001-Sekarang), Pelaksana Manajemen STPDN (2003-2004), Sekjen Depdagri (2001-2005), Dewan Komisaris PUSRI (2011-Sekarang), Sekjen DPD RI (2006-2013), dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Resiko PUSRI (2013).
Beberapa anugerah  pernah diterimanya,  antara lain  Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya (2004), Penghargaan Dewan Pers Nasional untuk Partisipasi Pejabat (2004), PNS Teladan Nasional (2004), Penghargaan Penerapan Informasi Teknologi (2003), Penghargaan Nasional dalam Aplikasi Sistem Informasi Geografi (1993), dan lainnya.
 
6.Menteri BUMN Rini Soemarno
Rini Soemarno resmi ditunjuk sebagai menteri BUMN Indonesia dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.Perempuan ini  pernah menjabat sebagai  Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) Kabinet Gotong Royong yang diusung Megawati pada periode 2001-2004.
Rini Soemarno terpilih sebagai salah satu dari 18 menteri kalangan profesional. Lulusan Wellesley College, Massachusetts tercatat sebagai menteri Kabinet Kerja terkaya dengan harta Rp 48.07 miliar. Pengalamannya beragam, termasuk menjadi presiden direktur PT Astra Internasional pada 1998-2000. 
 
 
7. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Retno Lestari Priansari adalah dubes karir termuda dalam sejarah Indonesia, dan terakhir menjabat sebagai duta besar untuk kerajaan Belanda. Dalam keseharian, Retno dikenal sebagai pribadi yang energik, tegas, dan ramah.
Lulusan termuda Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM pada 1985 ini berasal dari almamater yang sama dengan Jokowi.
Retno pernah terlibat sebagai Tim Pencarian Fakta (TPF) dalam kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir. Selain itu dikutp oleh VIVAnews, Retno juga berpengalaman sebagai utusan khusus presiden untuk masalah Aceh (2004) dan Moratorium Utang (2005).
Selain  pernah menjabat sebagai duta besar untuk Norwegia dan Islandia,  ia juga pernah mrnjbat  sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa selama empat tahun sejak 2008.
Retno Lestari Priansri, dikenal sebagai sosok pribadi yang terbuka dengan perubahan.
8. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Susi Pujiastuti Pemilik Maskapai Susi Air: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan susunan menteri yang akan bekerja di bawah kabinetnya. Salah satu nama terpilih adalah Susi Pudjiastuti yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Inilah profil dan biodata Susi Pudjiastuti.
Perempuan yang lahir pada tanggal 15 Januari 1965 ini pernah bekerja di tempat pelelangan ikan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, yang juga menjadi tanah kelahirannya, saat masih remaja. Bahkan, saat itu Susi Pudjiastuti memilih droup-out dari SMA demi menekuni pekerjaannya.
Pada perkembangannya  Susi Pudjiastuti menjelma menjadi pengusaha ekspor ikan dengan omzet milyaran rupiah tiap bulan. Ia memegang peranan sebagai Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan yang mencapai pasar Asia dan Amerika.
Istri dari lelaki Jerman bernama Christian von Strombeck ini juga pendiri maskapai penerbangan Susi Air. Susi Pudjiastuti juga membuka sekolah pilot bernama Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.
Berbagai penghargaan telah diterimanya, di antarnya adalah Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden RI.
Kemudian, Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005, Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo, Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2009, dan masih banyak yang lainnya



Sumber tulisan: Google

1 komentar:

  1. Nah tulisan bunda pas moment dengan Sikon Semarang.jadi masukan baik.

    BalasHapus