Senin, 30 Juli 2018

Indonesia Melalui Kemenperin Siap Menerapkan Industri 4.0

Halo, assalamu'alaikum, apa kabar kamu? sehat dan bahagia selalu ya. Kamu suka ngemil nggak? apaan ngemil? itu, camilan, makan makanan kecil, snack.

Aku suka ngemil, ngemil snack tapi pilih-pilih, hehehe. aku milihnya ngemil snack yang bergizi, ciee. gaya bener snack yang bergizi. Iya, snack yang bergizi itu bikin kita tetap sehat sekalipun ngemil, ahaha.

Kadang penasaran sama industri makanan ini, karena sekarang coba pergi ke pasar, masuk ke toko jajan, kita nggak akan sanggup menghitung jenis jajanan yang ada di toko jajanan, ya kan?.


Nara sumber

Alhamduillah beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 26 Juli 2018, aku bareng beberapa kawan Blogger lain mendapat undangan dari Kementerian Perindustrian RI, yang salah satunya membahas industri 4.0.

Hadir sebagai nara sumber acara itu, adalah Ibu Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM Kemenperin, ibu R. Niken Widiastuti, Dirjen IKP Kominfo, bapak Abdul Rochim, Direktur industri Minuman, Tembakau dan Bahan Penyegar, bapak Setia Utama Karo Humas Kemenperin.

Nah,kita bicara industri tuh di sana, termasuk soal industri jajanan ini, iya , jajanan yang kita suka nikmati itu.

Jangan salah, makanan kecil, atau jajanan itu masuk ranah industri loh, malah jajanan itu industri yang menjadi kesayangan negeri ini. Maksutnya apa?, jadi, jajanan Indonesia itu bisa dijual ke negara lain dalam jumlah banyak lho.

Hal itu menunjukkan, jika jajanan Indonesia juga disukai di negara lain, karena kualitas jajanan yang tidak kalah dengan jajanan dari luar negeri.

Alasan lain, kenapa disebut industri kesayangan, karena bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Apa hasil-hasil hebat industri makanan untuk negeri ini?
  1. Mendatangkan banyak modal melalui investasi. Yaitu, melalui industri makanan telah menarik banyak investor untuk menanamkan modal di sektor jajanan ini.
  2. Memberikan lapangan pekerjaan dalam jumlah banyak. Karena kebutuhan industri jajanan ini sifatnya massal, maka membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menanganinya.
  3. Membuka peluang usaha baru di bidang makanan, dan olahannya. Industri jajanan ini melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang makin banyak.
  4. Karena industri makanan ini bisa menyebar ke seluruh negeri, maka berpotensi untuk mensejahterakan masyarakat di daerah-daerah.
Nilai ekspor makanan industri makanan kita lebih tinggi dibanding importnya lho, keren kan?. Tahun 2017 nilai ekspor jumlahnya 49,60 milliar dolalr, untuk impornya hanya senilai 4 milliar, tuh, jauh kan selisihnya?.

Ini artinya apa? artinya, makanan produk Indonesia disukai di luar negeri, sebaliknya karena produksi makanan di negeri kita ini banyak, maka kita nggak membutuhkan banyak dan harus membeli dari laur negeri.

Dari sisi modal juga banyak, dari dalam negeri, modal untuk industri makanan mencapai Rp. 31 Milliar di tahun 2017, sedangkan investasi dari luar negeri jumlahnya mencapai 1.545,47 USD atau sekitar 22 Milliar.

Sedangkan tenaga kerja yang bekerja di industri makanan, mencapai sekitar 1.041.266 orang. Industri makanan dalam negeri kemungkinan akan semakin berkembang, karena industri makanan ini nggak ada habisnya.

Nah, jajanan enak yang sering kita nikmati, dihasilkan oleh sekitar 8.507 unit usaha, baik perusahaan besar maupun kecil yang tersebar di seluruh Indonesia.

Industri 4.0


Pemerintahpun terus mensupport, memfasilitasi industri-industri tersebut dengan berbagai hal, agar  tetap bisa berjalan dan usahanya sehat.
  1. Pemerintah memberikan keringanan pajak, ( Tax holiday & Tax allowance )
  2. Pemerintah memberikan abntuan peralatan, mesin, promosi di dalam maupun di luar negeri.
  3. Memberikan pelatihan disain, teknologi dan keterampilan yang terus berkembang bagi karyawan di perusahaan
  4. Peraturan dan standardisasi  agar kualitas produk Indonesia nggak kalah dengan negara lain.
Keren ya, pemerintah melalui kemenperi benar-benar memberikan perhatian bagi kemajuan industri makanan di negeri ini.

Hal ini berhubungan erat dengan tahapan revolusi industri yang melanda dunia saat ini. Dengan adanya revolusi industri di tahap ini, bahwa Indonesia sudah siap menyambut gelombang industri generasi ke 4, demikian ibu

Ibu R Niken Widiastuti


Ibu Gati Wibawaningsih


Dijelaskan oleh ibu Gati Wibawaningsih, Poin dari Industri 4.0 adalah 
  1. Memotivasi angkatan kerja agar belajar dan meningkatkan ketrampilan, agar memahami penggunaaan teknologi internet of things , yaitu mengintegrasikan antara kemampuan internet dengan lini produksi di industri. Kaitannya dengan hal ini, pemerintah dalam hal ini Kemenperin menginisiasi pendidikan adanya link and match antara SMK dengan sektor industri
  2. Memanfaatkan teknologi digital untuk memacu produktifitas dan daya saing, diharapkan hal ini akan memacu segi ekspor, yang dilakukan melalui program E-Smart IKM, sebagai sebuah upaya memperluas pasar.
  3. Pemerintah melalui Kemenperin meminta pada kalangan industri nasional untuk menggunakan teknologi digital seperti Big Data, autonomous Robots, dan sebagainya. Teknologi digital ini memberikan keuntungan seperti menaikkan tingkat efisiensi dan juga mengurangi pembiayaan sekitar 12-15 persen
  4. Mendorong berkembangnya startup, dan pemerntah memfasilitasi dengan tempat inkubasi bisnis, sehingga diharapkan akan bermunculan wirausaha yang berbasis teknologi. Hal ini sudah dilakukan dengan adanya beberapa technopark, di beberapa kota.
Menurut ibu Gati Wibawaningsih, pemerintah menyadari bahwa revolusi industri ke empat atau industri 4.0 akan menciptakan perubahan yang menuntut kesiapan.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar masyarakat Indonesia siap menghadapinya dengan kemampuan yang kapabel agar bisa membangun sistim produksi yang inovatif dan berkelanjutan.

Industri makanan Mayora


Nah ini yang seru, kami diajak untuk melakukan kunjungan ke sebuah pabrik perusahaan makanan, yang pasti sudah kamu kenal, karena dia populer. Baik populer makanannya, maupun populer iklannya, yang dikenal dengan jargon "satu lagi dari", ya Mayora.

Produknya banyak banget yang kita sering nikmati, sebut saja Biskuit Better, Slai Olai, Sari Gandum, Biskuit Kelapa, Energen, Torabika, banyak lagi deh, dan semuanya enak pastinya.


Masuk ke ruang pertemuan, taraaa..., kami langsung dihadapkan pada sederetan kue yang sudah ditaruh manis di atas nampan menunggu untuk disantap, ahaha.


Dasar lapar, lihat kue-kue yang melambai-lambai nggak pakai lama dong, langsung saja aku ambil kue-kue itu sama kopi yang disiapkan untuk kami.


Wiih, mata ngantuk langsung melek, hehehe, dan perut yang kosong sejak pagi jadi tenang karena dimasuki makanan-makanan lezat bergizi.


Selesai bincang-bincang, kami diajak keliling pabrik, wah seneng sekali, karena buat saya ini yang pertama, melihat langsung proses produksi makanan dalam skala besar di sebuah pabrik besar.


Sebelum masuk ruang produksi, kami diwajibkan kenakan kostum khusus untuk melindungi makanan dari kontaminasi udara dari luar yang belum tentu bersih, mulai dari celana panjang, baju dan penutup kepala khusus harus kami kenakan.


Woow, mulailah aku lihat mesin-mesin raksasa yang sedang bekerja sendirian, ahahah, iya lah mesinnya di sini kan memang sudah otomatis.


Kunjungan ke PT Mayora ini bukan tanpa alasan, karena PT Mayora merupakan salah satu role model bagi industri makanan, yaitu sudah menerapkan indstri modern.

Waktu itu aku sempat tanya, ruangan yang panas begini apa nggak berpengaruh pada fisik karyawan ayng bekerja di dalamnya, jawabannya adalah, di ruangan yang serba mesin, atau robotik, hanya ada satu atau dua karyawan saja, sebagai operator.

Terjawab sudah pertanyaan saya, karena jenis pekerjaan yang banyak karyawannya tentu tidak sepanas ruang yang banyak mesin-mesin raksasanya.

Mayora menerapkan sebuah sistim yang implementasinya adalah :

  • Penerapan standard pengecekan makanan oleh BPOM
  • Standard kehalalal produk yang dilakukan oleh MUI Indonesia
  • Standard kelayakan produk dengan standard nasional ( SNI )
  • Penerapan sertifikat system ISO 22000: 2005 ( penerapan food safety managemant system )
  • Menyertakan standard kehalalal dari MUI Malaisya
Oh ya, sekalipun PT Mayora adalah perusahaan modern dengan sistim robotik, namun tidak berencana untuk mengurangi tenaga kerja manusia. Karena, tenaga manusia merupakan asset yang harus dipertahankan keberadaannya.

Sebagian produk PT Mayora


30 komentar:

  1. Ga nyangka kalau jajanan indonesia justru diminati buat ekspor, moga makin maju perindustrian indonesia, aminnn.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah ya ternyata cemilan-cemilan buatan Indonesia bisa mendatangkan keuntungan dari berbagai sektor. Apalagi kemenperi mendukung penuh akan hal ini

    BalasHapus
  3. Keuntungannya justru terasa banget ya buat Indonesia mba, baru tau ni. Aku juga suka nyemil terutama biskuit2 dari mayora ini, habis gimana anak2 doyan, jadi emaknya ikutan, hehe

    BalasHapus
  4. Semoga yaa makin lama jumlah ekspor industri makanan negara kita makin banyak.. Makin banyak juga wirausahawan baru yang terus muncul.. Camilan favorit keluargaku juga nih Mba Tite.. hehe.. Anak2ku doyan banget nyemil.. :D

    BalasHapus
  5. Mau lagi ke pabrik Mayora..hahaha. Jd makin yakin ya Bu Tite dgn kualitas produk Mayora. Smoga nnt kita dpt kesempatan lihat2 pabrik yg lainnya ya. Amiin

    BalasHapus
  6. asik eiy jalan jakan jsdi bisa paham juga proses buatnya dijamin aman

    BalasHapus
  7. Wah, camilan indonesia ini anakku suka loh.Mayora ngehits memang

    BalasHapus
  8. Seru bnget ya mbak bisa ke Perusahaan Mayora, suami aja pulang2 bawa oleh2 Mayora banyak bnget. Lumayanlah buat stok seminggu ����

    BalasHapus
  9. Banyak juga ya produk2 Mayora. Jadi penasaran pengen lihat pabriknya juga.

    BalasHapus
  10. Mayora itu prousen camilan2 favorit hehe.
    Wah ikut kunjungan ke pabriknya ya mbak? Seru banget kyknya ya :D
    Emang sebaiknya pemerintah support usaha lokal kyk gini ya mbak, dengan menurunkan pajak salah satunya. Moga maju terus produsen makanan lokal Indonesia kyk Mayora ini. Eh benr kan lokal? bukan dr Jepang? #sokteu

    BalasHapus
  11. Industri makanan memang paling laku nih. Aku suka produk2 mayora ini enak2.

    BalasHapus
  12. Mayora produk cemilan kesukaanku dari jaman SD, asyik banget Mbak Tite bisa datang langsung ke pabriknya

    BalasHapus
  13. Tanpa disadari saya suka choki2, sari gandum, roma, dan masih banyak lagi... Hemm... Semua itu buatan Mayora ya...
    Senang bisa lihat langsung ke pabriknya

    BalasHapus
  14. Industri 4.O siap menghadapai pasar global ya kak

    BalasHapus
  15. Industri makanan semakin berkembang, semoga mayora semakin maju dan menyajikan makanan kesukaan keluarga, nggakkaklah sama produk asing yang menyerbu pasar kita

    BalasHapus
  16. Asyik banget mba bisa main ke pabrik Mayora! Aku suka banget ngemil pake biskut gandum dari Mayora, coklat nya enak!

    BalasHapus
  17. Keren ya eksport makanan kita lebih tinggi dr importnya . Semoga angka tersebut terus naik ya. Aamin

    BalasHapus
  18. Moga camilan khas indonesia semakin populer ya

    BalasHapus
  19. Wuih keren banget nih program Industri 4.0 ini. Semoga semakin membuat dunia industri kita maju. Dan tentu, semoga semakin mengurangi jumlah pengangguran.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adanya industri 4.0 amat membantu perkembangan industri di nusantara, semoga bisa mendorong perekonomian Indonesia lebih baik lagi

      Hapus
  21. Senenh bgt bisa jalan2 mba k mayora.. untung produknya aman ya anak ku suka smua

    BalasHapus
  22. Beneran keren ni kemenperin. Kalau ada dukungan kayak gitu kan industri makanan kecil bisa jadi makin berkembang dan efek dominonya ke penyerapan tenaga kerja juga. Dan nggak nyangka ya, ternyata pasar makanan kecil ini peminatnya besar bahkan sampai ke luar negeri.

    BalasHapus
  23. Semoga kedepannya bukan hanya mayora yang bisa menerapkan konsep industri 4.0. Dimulai dengan industri kecil yang mulai mengenali sistem transaksi online atau mau bergabung dengan marketplace yang udah terkenal seperti tokopedia, shopee dll

    BalasHapus
  24. Saya juga merasakan jajanan asli produk Indonesia tidak kalah kualitas dari produk impor luar negeri dan dari segi penduduk Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang banyak sehingga tak mengherankan jika konsumsi jajan termasuk Indonesia dan menjadi industri kesayangan

    BalasHapus
  25. Salut sama Mayora, Walaupun menggunakan tenaga robotic tapi tidak mengurangi tenaga manusia dan selalu menggunakan standar yang sesuai dengan aturan yang berlaku salah satu kunci keberhasilan mayora ya mba

    BalasHapus
  26. saya salah satu penikmat produk mayora juga nih. suka dengan slay olaynya.. enak. ternyata sistem produksinya juga sudah maju ya.

    BalasHapus
  27. Poto cemilan paling bawa kesukaan aku semua tuh mbak, aduhh duhh kalo bicara ngemil mahh sukaa banget aku. Ditambah produk mayora itu banyak banget item nya, dan hampir semua aku sukaa... dijamin enak, bergizi serta sehat deh yaa

    BalasHapus
  28. Ngga berasa ya sekarang revolusi industri sudah memasuki babak 4.0 aja. Karena jaman memang serba digital, perindustrian pun harus mengikuti ya, biar nggak ketinggalan kaaaan.. Dan hebat banget nih Mayora sudah siap untuk memasuki Revolisi Industri 4.0

    BalasHapus