Rabu, 10 Oktober 2018

Transportasi Umum yang Ramah Untuk Kita Semua

Halo, assalamu'alaikum, apa kabarmu? semoga selalu sehat, dan jangan lupa bahagia. kalau sudah, bahagiakan orang lain juga, dengan apa saja, dengan berbagi kebaikan juga sudah bahagiakan orang lain kan?.

Tentang berbagi, pernah nggak mau berbagi kalau di angkutan umum?, kalau aku, selama ini berusaha sih untuk bisa berbagi, misal di angkutan umum, aku sering tuh naik Commuter Line. Ketika sudah duduk, jika ada yang lebih butuh dibanding aku, seperti yang sepuh, yang hamil, pasti aku kasihkan dia.

Semua orang pengin transportasi yang nyaman, yang ramah. Ketika kita menggunaakn transportasi, pasti ingin moda transportasi yang bisa berfungsi mempermudah mobilitas dari satu tempat ke tempat lain.

Kemudahan mobilitas atau pergerakan ini pastinya harus berlaku umum, baik bagi orang yang normal, maupun saudara kita yang terkategori difabel atau disabilitas, bukankah mereka yang difabel juga butuh aktifitas? bukan hanya yang normal saja. 

Difabel atau disabilitas adalah kondisi dimana ada keterbatasan aktifitas, yang bisa disebabkan oleh adanya cacat fisik, maupun cacat mental. Data dari Badan Pusat Statistik ( BPS ) DKI Jakarta pada tahun 2015 mencatat, jumlah penyandang disabilitas di ibu kota mencapai 6.003 jiwa.

Jakarta Selatan merupakan daerah dengan penyandang disabilitas terbanyak, yakni sejumlah 2.290, disusul oleh Jakarta Barat, sebanyak 1.155 jiwa. 
  



Angka-angka itu, belum banyak berubah di tahun 2018 ini. Bisa dibayangkan jika ada kurang lebih 6.000 penyandang disabilitas yang ingin melakukan aktivitas sehari-hari, dan butuh berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, yang pastinya butuh transportasi yang mendukung mereka. 

Padahal, penyelenggara jasa transportasi pblik harus menyediakan sarana dan prasarana layanan yang aksesibel bagi pengguna jasa penyandang disabilitas. Peraturan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 98 tahun 2017 tentang Penyediaan Aksesibilitas Pada Pelayanan Jasa Transportasi Publik Bagi Pengguna Jasa Berkebutuhan Khusus.

Mengetahui data jumlah penyandang disabilitas yang cukup besar di Jakarta dan adanya peraturan menteri tersebut, Pak Budi Karya, Menteri Perhubungan pernah berkomentar bahwa saat ini banyak fasilitas publik yang kurang memperhatikan penyandang disabilitas.
Untuk itu, beliau pun berjanji akan mengembangkan fasilitas layanan disabilitas dalam sektor transportasi. 

Kementerian Perhubungan telah berupaya mengembangkan fasilitas pelayanan jasa transportasi bagi pengguna berkebutuhan khusus atau disabilitas. Aksesibilitas bagi disabilitas pada sarana transportasi meliputi: 


  • Alat bantu naik turun dari dan ke sarana transportasi, pintu yang aman dan mudah diakses. 
  • Informasi audio atau visual dan tanda atau petunjuk khusus pada area pelayanan.
  • Tempat duduk prioritas dan toilet yang mudah diakses, serta penyediaan fasilitas bantu yang mudah diakses, aman dan nyaman. 


Beberapa aksesbilitas bagi pengguna disablitas berupa prasarana transportasi diantaranya 

  • Ubin tekstur pemandu pada pedestrian, loket, toilet, tanda penunjuk khusus ada area pelayanan ( parkir, loket, toilet ) dan informasi visual atau audio terkait informasi perjalanan.
  • Pintu aksesibel dengan dimensi yang sesuai dengan lebar kursi roda, area drop zone dan ramp dengan kemiringan yang sesuai.
  • Akses naik turun penumpang yang aksesibel pada gedung bertingkat, toilet yang aksesibel dengan dimensi pintu toilet yang sesuai dengan lebar kursi roda, dan loket tiket yang mudah diakses.
  • Ruang tunggu dengan kursi prioritas, dan ketersediaan kursi roda yang siap pakai.


Penyelenggara sarana dan prasarana transportasi wajib juga menyediakan ruang pusat informasi dan personel yang dapat membantu pengguna jasa disabilitas. Setiap sektor transportasi harus ada personel yang terlatih untuk membantu memberikan informasi bagi disabilitas.

Hal yang paling penting,  penyediaan fasilitas aksesibilitas dan pelayanan khusus ini tidak dipungut biaya., hal-hal tersebut sudah banyak kita lihat terealisasi, bisa kita lihat di sekitar kita.


Yuk naik transportasi umum


Pernah naik transportasi umum kan? naik transportasi umum seperti Busway atau kereta Commuter line, pasti sudah tidak asing dengan kursi khusus yang disiapkan untuk kaum disabilitas. Fasilitas khusus itu berada di pojokan gerbong, dan aku selalu tidak duduk di kursi itu.

Tapi sering kan ya, kita lihat langsung, tempat yang disiapkan untuk mereka yang berkebutuhan khusus, eeh, malah diisi sama mereka yang terkategori normal, kejadian seperti ini kita lihat nggak hanya sekali dua kali kan.

Sering sih, berusaha mengingatkan, sambil bertanya dalam hati "mereka ini yang cacat apanya ya?", "hatinya mungkin" kujawab sendiri deh, kesal.

Habisnya sudah ada tulisan kursi itu buat disabilitas atau lansia malah yang duduk pemuda atau pemudi normal usia produktif. Itu kalau bukan cacat hati, apa coba? Kasian saudara kita yang seharusnya duduk disitu kan. 

Seharusnya mereka mendapat fasilitas lebih, malah jadinya ikut berdesak-desakkan di Busway atau Commuter line. Ckckck. Miris, iba melihatnya. Padahal pembenahan pada sektor transportasi bukan hanya tugas pemerintah, segenap lapisan masyarakat mesti mendukung juga.

Komitmen kita dibutuhkan untuk ikut serta mendukung program pemerntah, terkait peningkatan kesejahteraan disabilitas. Masih aku ingat kata pak Budi karya, Menteri Perhubungan RI saat peringatan Hari Disabilitas Inetrnasional, Desember 2017 lalu.

Kita punya target, menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kehidupan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Dengan masyaraakt yang inklusif, maka para penyandang disabilitas akan menikmati pelayanan dengan kualitas yang sama persis dengan anggota masyarakat lain.

Jadi, yuk kita peduli pada sesama, peduli pada mereka yang menyandang disabilitas, kita dukung pemerintah menciptakan moda transportasi yang ramah pada para difabel.

Peningkatan, penambahan maupun perbaikan fasilitas sarana dan prasarana pada sektor transportasi pastinya akan bermanfaat bagi pengguna jasa disabilitas, karena akan memberikan keamanan dan kenyamanan yang signifikan.

Karena semua orang berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas, siapapun dia tanpa kecuali, termasuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, para penyandang disabilitas.

Jadi, tugas kita untuk bantu mereka mendapatkan haknya di transportasi umum, dengan tidak mengambil hak mereka kan?. Baik di Busway, Commuter Line, dan kita bersama mereka bisa menikmati transportasi umum bersama-sama. Peduli itu membahagiakan kan?



27 komentar:

  1. Aku demen baik kereta api biar cepat sampai meskipun pagi berdesakan hehehe. Senang naik bus trans Jakarta juga. Kendaraan umum aku perkenalkan ke anak2 biar bisa naik semua alat transportasi. Sekarang kan lunayan bagus fasilitasnya diperhatikan pemerintah. Ga usah capek nyetir naik mobil sendiri kan enak ��

    BalasHapus
  2. Sebenernya suka banget naik kendaraan umum kaya commuter line, tapi gak kuat desek2annya itu lho. Bahkan banyak yg jadi hak kursi prioritas malah gak dapet. Syedihh

    BalasHapus
  3. Kereta sih oke kalau di jam aman hahaha artinya bukan jam berangkat atau pulang kerja. Miris desekannya seperti kehilangan ruang kenyamanan

    BalasHapus
  4. Ingat pengalaman ke luar negeri. Tempat buat teman teman penyandang Disabilitas kosong nggak ada berani yang dudukin karena semua udah paham buat siapa pun MRT penuh sekalipun

    BalasHapus
  5. Saya sadang juga suka sebel mbak, terlebih lagi dengan ibu hamil yang terkadang dibiarkan berdiri.

    BalasHapus
  6. Aku pengguna transportasi umum, krn gk punya kendaraan pribadi mak,haha.
    So far KRL nyaman lha plus ada ojol yg ngebantu banget :D
    Iya ya kalau di Indonesia blm terlalu ramah org dengan disabilitas namun moga2 ke depannya semua bisa dibenahi.
    Begitu pula org2nya kudu diedukasi biar gk ambil hak org disabilitas.

    BalasHapus
  7. Pernah liat orang disabilitas agak kesulitan naik kendaraan umum, kasihan juga sih masih banyak fasilitas yg belum ramah untuk hal ini, semoga ke depannya lebih banyak fasilitas ramah utk para penyandang disabilitas

    BalasHapus
  8. Senenjak kenak kereta sama TJ jd kebih nyaman mba.. duku aku kerja pakai motor ya cape pegel jd 1.. sekarang transportasi umum nyaman kok asal kuat desek2an����

    BalasHapus
  9. Aku sebenarnya pecinta transportasi umum karena bisa ngamatin karakter banyak orang, tapi sering kondisi transportasi umum ngecewain ya

    BalasHapus
  10. Sebagai pengguna kendaraan umum setiap hari, aku setuju banget kalau transportasi umum harus lebih nyaman dan terjangkau. Untuk kereta Commuter Line dan TransJakarta sih sudah banyak kemajuan ya. Tapi tidak dengan angkot... duh males deh. Makanya aku kebanyakan naik Ojol, lebih cepat dan nyaman ketimbang angkot :)

    BalasHapus
  11. Kalau naik ojek online termasuk transportasi umum nggak ya? Hehehe. Saat ini sih aku udah jarang banget naik transportasi umum model angkot dan bus. Tapi kalau kereta aku masih suka naik, terutama kalau pergi ke jakarta. Kalau soal disabilitas naik transportasi umum kayanya aku jarang banget lihat deh, mungkin juga karena fasilitasnya yang kurang ramah ya dan kadang nih mereka-mereka yang sempurna juga malah tidak menghargai. Buktinya tuh kalau di kereta, bangku untuk penyandang disabilitas aja didudukin juga.

    BalasHapus
  12. Pernah dong naik transport umum, dan yg ku suka sekarang itu naik comline mba, soalnya cepet dan udah nyaman. Tapi, masih seringan naik motor sendiri sih kalo ke Parung, soalnya macet atuh seringan, huhu

    BalasHapus
  13. Aku amati sih saat ini transportasi umum sdh mulai ramah difable. Cukup banyak kursi prioritas disediakan, tempat untuk kursi roda pun sdh ada. Smoga kaum difable semakin merasa nyaman jika menggunakan transportasi umum

    BalasHapus
  14. Iya semua berhak mendapatkan fasilitas itu ya. Sayang di kita belum menyeluruh. Batu di kota besar saja ini digalakkan dan itu pun digenjot ketika akan ada event besar. Ketika banyak orang luar masuk ke negara kita. Coba di Cianjur mana ada fasilitas demikian? Dan kalaupun mau ada, entah jaman kapan...

    BalasHapus
  15. Siapapun berhak mendapatkan hak yang sama di transportasi umum. Semoga pemerintah terus meningkatkan kualitas transportasi di dalam negeri. Saya sendiri mau mulai mencoba kebiasaan dua kali seminggu naik transportasi umum. Biar seimbang kehidupan ini hahaha. Makasih ya kak infonya :)

    BalasHapus
  16. Sebenarnya naek transportasi umum itu bagus untuk mencegah kemacetan dan hemat pula. Karena transportasi massal dipakai buat semua maka penyedia juga harus menyediakan lokasi untuk disabilitas, dan berkebutuhan khusus, hamil dan orang tua

    BalasHapus
  17. NAik transportasi umum itu sebenarnya bagus untuk mengurai kemacetan, dan inget banget kalau di Singapur, orang rela parkir mobilnya di stasiun lanjut naik transportasi umum yang memang nyaman dan aman

    BalasHapus
  18. Semoga aja ya kak semua fasilitas umum termasuk transfportasi umum bisa ramah disabilitas.

    BalasHapus
  19. Indonesia masih punya banyak PR sih sebenarnya. Tapi upaya pemerintah ntuk membangun fasilitas ramah disabilitas patut diapresiasi. Soalnya terasa banget perbedaannya dalam beberapa tahun belakangan ke arah yg lebih baik. Semoga enggak hanya fasilitas aja yang terbangun namun juga kualitas manusianya itu sendiri.

    BalasHapus
  20. Sepertinya masyarakat kita perlu dididik secara khusus mengenai hal2 kedisiplinan, menghormati org lain keberaihan dll. Jadi punya kesadaran tinggi ttg hal2 spt ini hingga bs menghormati hak org lain apalagi hak para difabel...

    BalasHapus
  21. Fasilitas untuk penyandang disabilitas dibuat untuk membuat mereka menjadi mandiri dalam betaktivitas sehari-hari kan ya, mbak. Kalau fasilitasnya lengkap tentu lebih banyak teman-teman disabilitas yang bisa keluar rumah tanpa merepotkan orang disekitarnya. Makanya apa yang menjadi hak mereka jangan lah kita yang menggunakan. Setidaknya itu hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mereka.

    BalasHapus
  22. Saya juga langsung berdiri sih Mba klo ada yang lebih tua, ibu hamil atau mereka yang lebih butuh untuk duduk.

    Dan saya juga miris dan kesal sendiri melihat orang-orang yang dengan santai duduk di kursi yang dikhususkan untuk saudara-saudara kita itu, seolah tanpa dosa.

    BalasHapus
  23. Kendaraan umum aku seringnya KRL ComLine, sangat terbantu untuk hal waktu, walaupun kadang harus siap berdesakan ketika jam tertentu. untuk angkutan umum lainnya saya masih belum menjadi pilihan, karena masalah kemacetan dan harus on time jadi ojol motor menjadi pilihan saat ini

    BalasHapus
  24. Kalau aku suka naik commuter line dan transjakarta Bu. Soalnya dekat ke rumah stasiun dan haltenya. Ojol juga aku suka apalagi kalau mau ke event langsung cepat nyampe.

    BalasHapus
  25. Mudah mudahan kedepannya ada solusi transportasi umum yg nyaman, murah dan cepat ya mba. Terutama di jam sibuk. Sebenernua udh nyaman sama CL cuma kalo jam sibuk dedek ga kuattt

    BalasHapus
  26. saya akrab banget dengan transportasi umum, Mba. Khusunya angkot dan boat/kapal veri. Tapi harus diakui transportasi umum memang belum ramah pada wanita, salah satu yang paling mengganggu adalah asap rokok dari penumpang pria :(

    BalasHapus
  27. Sebenarnya Saya penikmat kendaraan umum, tapi kadang naik kendaraan umum itu emang mesti punya waktu yang nyantai banget, nggak enak banget kalau lagi diburu tapi nggak bisa ngejar karena naik kendaraan umum. hiks

    BalasHapus