Jumat, 01 November 2019

Konektivitas, Mengatasi Kesenjangan, Menumbuhkan Pemerataan

Assalamualaikum, halo, semoga selalu dalam kedaan baik dan sehat ya, kan kondisi baik dan sehat itu idaman kita semua, apalagi selain itu?

Ketika aku nulis postingan ini, sebenarnya sambil mikir acara  esok pagi nih aku mesti ke Jakarta untuk hadiri satu acara.

Kalau dipikir nih, dari Bogor ke Jakarta sih jauh, hanya karena aku sering ke Jakarta,aku terbiasa dan menganggap jarak Bogor Jakarta bukan jarak yang jauh. Dulu, waktu aku masih di kampung halaman, nggak kebayang sama sekali kalau aku akan sering bolak-balik ke ibukota, hahaha, norak ya.

Menjalin konektivitas , memajukan negeri

Pernah tinggal di daerah? di pedesaan begitu? atau sewaktu kuliah pernah KKN? bagi yang pernah berada di pedesaan pasti merasakan dong bedanya antara pedesaan dan perkotaan? .

Buat kamu yang belum pernah tinggal di desa, pasti belum pernah rasakan gelapnya malam, ahahah. kenapa? kan di kota malam juga terang benderang. Coba saja kamu ke mall, dari pagi sampai malam jangan keluar, kamu nggak akan tahu apakah hari sudah  malam atau belum, iya kan? hayo  ngaku. 

Beda dengan di desa, terlebih desa yang belum mendapatkan aliran listrik, selepas Isya' saja pasti sudah gelap gulita, beneran. Biasanya nih, nggak akan ada atifitas apaapun selain ronda malam, hehe. 

Mau apa coba? malam hari, gelap lagi. Hiburan? hiburan apa dalam kegelapan? televisi? internet? aah apalagi internet, biasanya ada juga radio, kalaupun ada televisi maka menggunakan tenaga accu yang terbatas pemakaiannya.

Tapi itu dahulu ya, ketika satu daerah dengan daerah lain belum terkoneksi dengan mudah dan cepat seperti sekarang ini. Sekarang sudah jauh berbeda, satu daerah dengan daerah lain semakin mudah dan cepat ditempuh.

Misal nih, dahulu aku kalau mudik butuh waktu sekitar 8 jam cyn, duh, penat dan letih pasti, sekaang enggak dong, jalan tol yang dibangun membuat aku lebih cepat sampai di kampung halaman.

Infrastruktur untuk konektivitas

Bukan hanya mudik saja kan? pengguna jalan tol adalah juga mereka yang setiap hari bergelut di bidang perniagaan hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran yang lalu lintasnya bukan hanya antar kota, tapi bahkan antar provinsi. 

Kebayang kan manakala mereka alami kemacetan yang para, apapun sebabnya, apa yang terjadi? pasti sayuran dan buah-buahan itu terancam layu dan busuk, pastilah kualitasnya menurun.

Lalu  apa? sampai di tempat yang dituju, sayuran dan buah-buahan itu akan dijual murah, sangat murah, bahkan tidak menutup kemungkinan akan dibuang percuma, dan yang terjadi  adalah kerugian yang dialami para petani atau penjual sayur antar kota atau antar provinsi.

Atau, yuk bicara tentang hasil kerajinan rakyat yang di Indonesia ini jutaan jumlahnya, sebut saja batik, rotan, tenun, kulit, kerajinan bambu, kayu, gerabah/ keramik, dan lainnya.

Persebaran yang luas di negeri ini luar biasa, negeri kepulauan yang dikelilingi lautan, yang pastinya satu dan lain daerah memiliki keunikan masing-masing.

Pembahasan sedikit tentang sayur, buah, hasil bumi dan berbagai kerajinan rakyat, semuanya membutuhkan support dari segenap pihak, karena soal hasil bumi misalnya adalah persoalan hajat hidup orang banyak.

Bicara infrastruktur bukan hanya bicara soal jalan tol saja, tapi juga pelabuhan, bandara yang menjadi sarana penghubung transportasi adalah bagian dari infrastruktur.

Pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan yang  gencar diakukan pemerintah adalah untuk mempercepat konektivitas antar wilayah, dengan konektivitas itu akan didapatkan efisiensi.

Pembangunan infrastruktur akan menciptakan konektivitas yang lebih efisien, sehingga mempercepat pertumbuhan wilayah, meminimalkan kesenjangan antar wilayah.

Konektivitas dan pemerataan pembangunan

Sudah menjadi rahasia umum, bagaimana kondisi saudara-saudara kita di wilayah Indonesia timur pada jaman dahulu, betapa mahalnya harga ayuran di Kalimantan, betapa mahalnya harga kebutuhan bahan bangunan, harga BBM di wilayah timur negeri ini.

Kenapa demikian? diantaranya karena wilayah-wilayah itu jauh dari pusat perekonomian, jauh dari pusat industri dan sebagainya. 

Bagaimana cara mendekatkannya? ya  didekatkan melalui pembangunan infrastruktur, karena pembangunan infrastruktur itu yang akan menjadi penyambung koneksi antar wilayah.

Dengan konektivitas akan menyambunglah beberapa wilayah sekaligus, akan mempercepat pertumbuhan wilayah yang saling terhubung tersebut. Sentra - sentra ekonoi di daerah baik yang bergerak dalam baang maupun jasa akan tumbuh dengan adanya koneksi antar wilayah yang semakin efisien.

Kita lihat saja sekarang betapa semakin banyaknya destinasi wisata di bberapa wilayah yang dahulu sangat mustahil untuk djangkau karena lokasinya yang memang medannya tidak bagus.

Kenapa sekarang industri wisata tumbuh cepat? karena konektivitas yang makin efisien, karena untuk menjangkaunya tidak membutuhkan banyak waktu, disebabkan sudah dibangunnya jalan.

Ada manfaat yang secara umum bisa kita rasakan kok, yuk kita lihat

  1. Penciptaan lapangan kerja.
    Saat ini, di dekat rumah aku sdang dibangun fly  over, tol dalam kota yang pastinya akan mengurangi kemacetan di kota Bogor. Selama peroses pembangunan, aku sering lewat, terasa sekali betapa banyak pekerjaan yang akhirnya terbuka untuk banyak orang. 
    Ada para insinyur, ada mandor, ada para pekerja lapangan yang jumlahnya sangat banyak, bekerja sesuai dengan kapasitas masing-masing.
    Selain itu, pemandangan khas ketika ada pembangunan jalan skala besar dan dalam waktu yang lama selalu menciptakan lapangan pekerjaan ikutan, apa itu? misalkan pedagang warung.
    Ya, warung-warung makan akan bermunculan di sekitar jalanan itu sedang dibangun, buat aku ini luar biasa, betapa sebuah pembangunan itu sebenarnya adalah mata rantai pekerjaan bagi banyak orang.
  2. Pemerataan kesempatan kerja
    Sederhana kan? bahwa pembangunan infrastruktur memiliki faktor ikutan atau dampak pada kesempatan bekerja yang lebih banyak, lebih luas, lebih beragam. Pembangunan di berbaga daerah berarti membangunekonoi indiidu maupun sosial, semakin banyak individu yang mampu menghidupi dirinya sendiri, maka akan semakin sehat sebuah masyarakat.
    Perlahan namun pasti setiap daerah akan membangu dirinya, mengejar ketertinggalan dan tidak akan ada lagi kesenjangan antar satu daerah dengan daerah lain.
  3. Pemerataan ekonomi
    Sangat logis, ketika sebuah daerah semakin terbuka aksesnya, kelancaran lalu lintas ke dalam maupun keluar daerah tersebut, akan melancarkan pengiriman barang, maka sektor perekonomian makin dinamis.
    Jika berbagai produk hasil bumi, pertanian, laut, ternak, maupun barang produksi akan makin lancar, pemasaran makin meluas, ekonomi tumbuh dan berkembang.
    Destinasi wisata yang semula belum muncul akan bertumbuhan karena akses menuju ke berbagai tempat semakin mudah, dari  wisata akan berkembang pula bisnis kreativitas, usaha kuliner, kerajinan rakyat dan sebagainya.
Membangun infrastruktur berarti menumbuhkan konektivitas, menumbuhkan sumber daya manusia, membangkitkan produktivitas, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus mengembangkan perekomian.

Pertumbuhan ekonomi satu wilayah akan saling terhubung dengan wilayah lain disebabkan adanya konektivitas. Jika satu wilayah saling dukung untuk tumbuh bersama, maka pertumbuhan ekonomi akan makin meluas, berdampak positif ke seluruh negeri, yaitu perkembangannya akan merata dirasakan di seluruh negeri.

Jika ingin tahu lebi banyak lagi capaian-capaian pembangunan bisa kunjungi website maupun medsos ini.


Website Kemenhub :
http://dephub.go.id

Sosial Media
Twitter : https://twitter.com/kemenhub151

Facebook : https://www.facebook.com/kemenhub151

Instagram : https://instagram.com/kemenhub151




Tidak ada komentar:

Posting Komentar