Minggu, 25 Januari 2015

KEB, Kukenal dan Kusayang

Dunia menulis bukan dunia asing bagiku, karena sejak kecil, aku terbiasa menyaksikan ibu dan ayahku mengetukkan jarinya di mesin tulis -- atau jaman dahulu namanya mesin tik --, maka sejak remaja aku sudah berusaha menulis.
Kegiatan menulis kujalani dengan suka hati sampai selesai kuliah, merasakan kebahagiaan ketika karya dimuat di media, dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang.
Pernah membuat blog, dan tidak pernah diaktfikan lagi, karena aktifitas di pedesaan, dan merasa belum ketemu dengan orang-orang penyuka kegiatan menulis.
Sempat terhenti sangat lama, karena satu dan banyak hal, semangat  menulis datang lagi saat aku menikah dan pindah ke kota Bogor tiga tahun silam.
Ditengah kesendirian tanpa kawan, tanpa kenalan, tanpa kerabat selain suami dan keluarga, aku mulai mencari berbagai kegiatan lewat jejaring sosial.Lama kelamaan mengetahui berbagai informasi tentang komunitas kepenulisan, salah satunya KEB.
Sambil belajar blog, berusaha membuat postingan, bertanya ke beberapa saha
bat baru yang kukenal lewat jejaring sosial, tentang blog.

Meskipun demikian, aku belum PD juga untuk bergabung ke KEB, karena merasa blog ku belum bagus, jadi hanya mengamati saja. Ketidak PDan lain aku merasa usiaku sudah tidak muda dan lihat kawan-kawan di KEB yang masih muda-muda, pinter jadi makin malu.
Satu kali aku diajak teman ikut halal bihalal KEB di Depok, disanalah kurasakan suasana riang, kekeluargaan yang hangat.

Meskipun baru sekali ketemu, perbincangan tak ada sekat sama sekali, bahkan meeka juga tidak tahu kalau aku belum gabung di KEB hehehe. .Dari sanalah aku merasa, tak ada salahnya aku gabung, karena aku merasa mereka ibu-ibu muda yang ramah, akomodatif dan mudah menerima kawan baru.
Makin sayang saja sama KEB, setelah even-even tertentu, sering ketemu beberapa anggotanya, aku merasa menemukan rumah baru yang homy.
Percaya tidak, kalau komunitas emak smart ini perlahan mengurangi rasa sepiku karena jauh dari keluarga, yang pasti di KEB kuperoleh banyak ilmu dan energi.
Kini, aku menulis lagi, terimakasih KEB, I luv u

12 komentar:

  1. Semula saya kira, teman maya... teman maya saja! Pertemuan rasanya tak perlu. Cukup kenal lewat tulisan. Akhirnya, Mak Nefertitelah yang pertama kali membuktikan, bahwa teman maya bisa memanjang menjadi silaturrahmi yang hangat. Pertemuan yang menimbulkan tanya, "Kok, kayak nya sudah kenal sejak dulu?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba Oty, terimakasihku mungkin tak cukup mba.
      Mba Oty orang pertama di kota yang baru kukenal, yang ulurkan tangan dengan face to face.
      Face to face tetap berbeda
      Bagiku itu luar biasa mba, aku jadi merasa tak sendiri.
      makasih ya untuk semuanya

      Hapus
  2. Cinta pada pandangan pertama ya mbak .. Hehehe.. Bedewei, mau nanya, siapa yah yang ngajak halal bihalal kemarin ituh? Hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, aku punya supporter hebaat mak Woro, banyak bingit, termasuk dikau lah.
      Bersyukur terimakasih pada dikau, penuh semangat

      Hapus
  3. Senang bisa mengenal Mak di KEB. Keep sharing yaa :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama juga mak Sary, aku suka belajar dari yang muda-muda keren.
      Emak-emak smart

      Hapus
  4. Sama Mak...KEB memang meng-inspirasi .....:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mak Putri, iya mari asah karya di KEB, komunitas kaya gizi, hehe

      Hapus
  5. ayo semangat ngeblog mak, janagn menyerah okeeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Evrina, ini dia satu dari sekian banyak emak yg kasih support sejak ketemu, makasih sudah mampir ya

      Hapus
  6. bagi saya, KEB itu salah satu komunitas blogger yang kreatif
    selain anggotanya perempuan semua, mereka juga selalu aktif dan ga lupa sama tugasnya di rumah ;)
    hi hi hi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas Choirul, semoga saya ketularan kreatif ya, istimewa karena anggotanya perempuan semua, hehe
      makasih ya sudah mampir

      Hapus