Kamis, 27 April 2017

Berjualan Kue, dan Hasilnya Untuk Kegiatan Amal

Konon, yang namanya kreatifitas itu nyaris tiada batas, atau istilah kerennya Out Of The Box, keluar dari kotak yang sudah dibataskan, keluar dari pakem, melebihi apa yang seharusnya, dalam arti positif.

Orang yang kreatif adalah orang yang mampu berpikir dan melakukan sesuatu yang diluar pemikiran orang pada umumnya, dan ini berlaku dalam semua hal.

Aku merasa diriku biasa saja, sangat biasa,  cukup lama mikir apa sih hal kreatif yang pernah aku lakukan?, hehehe.

Setelah mencoba memanggil memori dan mengurainya akhirnya ketemu juga salah satu aksi aku yang aku anggap kreatif, pada waktu itu.

Kreatifitas yang muncul, karena berkeinginan membantu sebagian masyarakat yang waktu itu terkena musibah. Masih berada pada taraf mewujudkan simpati dan rasa iba, hehehe. Namanya juga masih usia remaja.


Berniat mencari uang

Waktu itu aku masih sekolah dan duduk di bangku SMP. Seperti diketahui kegiatan anak sekolah pada jaman itu tidak seperti anak sekarang yang sangat padat.

Aku ingat ketika ada sebuah desa yang dilanda kebakaran cukup parah, dan lokasinya tidak jauh dari SMP Negeri dimana aku sekolah. Kamipun mengumpulkan sumbangan apa saja, mulai dari pakaian pantas pakai, buku, dan sebagainya.

Entah dari mana, waktu itu aku mikir, alangkah senangnya kalau bisa memberikan bantuan berupa uang pada mereka yang menjadi korban kebakaran.

Membuat dan menjual roti goreng

Aku lalu mengumpulkan kawan sekelas, terutama kawan perempuan, dan menyampaikan keinginan itu pada mereka, dan mereka ternyata setuju. 

Muncul persoalan ke dua, berjualan apa enaknya? akupun memberanikan diri mengusulkan jualan kue, nanti aku yang cari resep di buku resep.

Kawan-kawanku setuju, karena mereka tahu di rumahku banyak sekali buku, diantaranya buku resep masakan. Kami lalu mengadakan iuran untuk dijadikan sebagai modal awal berjualan.

Mulailah kami membagi tugas, dua kawanku kebagian tugas mengambil makanan dari rumah aku ke lokasi berjualan yang jaraknya sekitar 4 km. 

Tiga orang kawan lain kebagian tugas menunggui dagangan, karena kami juga menjual minuman. Oh ya kami berjualan di sebuah lokasi wisata yang ada di desa kami, sebuah wisata alam air terjun yang pengunjungnya ramai.

Lalu, aku dan seorang kawan lagi bertugas untuk membuat kue yang akan kami jual. Sudah kami putuskan bahwa kami akan membuat donat isi.

Aku mencari resep di tumpukan buku resep milik orang tuaku, dan aku temukan yang kucari yaitu resep donat. Donat yang aku buat berbentuk bulat, dan didalamnya diisi dengan selai nanas, lalu digoreng.

Waktu aku icipi, rasanya makanan yang kubuat waktu itu enaak sekali, hehehe. Sampai sekarang sensasi rasanya masih tertinggal di lidah, eh di ingatan.

Setelah berjualan selama satu minggu, kami hitung bersama, penghasilan selama kami berjualan, dan ternyata jumlahnya cukup banyak untuk ukuran kami, yang masih remaja, anak desa lagi.

Setelah dikurangi biaya awal, maka uang yang terkumpul kami serahkan guru kami untuk dikumpulkan dengan dana dari kawan lain, dan segera diberikan kepada masyarakat desa tetangga yang terkena musibah.

Aku dan kawanku sempat merasa tidak percaya, kami bisa mencari dana dengan cara berjualan makanan buatan kami sendiri dan bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan. Pengalaman yang berharga sekali.





8 komentar:

  1. Aku dulu juga pernah jualan jus bareng teman, tapi cuma sekali karena selanjutnya dia diterima jadi PNS hehe

    BalasHapus
  2. Jaman SMA dulu pernah ikut komunitas sosial, membernya anak kuliah & SMA. Kami bikin semacam garage sale di pemukiman padat penduduk. Setiap baju dibandrol Rp 1,000. Kenapa "mengharuskan" mereka utk membeli? Karena kita gak mau mereka jadi pihak yg pasif saja, menadahkan tangan. Dengan membeli, diharapkan tetap menumbuhkan rasa pada mereka untuk "berusaha". Idealis banget ya? ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pernah tuh, jualan baju pantas pakai

      Hapus
  3. seneng ya mbak jualan itu...saya juga pernah waktu sma ikut bazar bareng adik jualan jagung bakar dan puding yang saya buat sendiri...dan hasilnya lumayan...malah mau dilanjutkan tapi sama orang tua gak boleh...hahaha

    BalasHapus
  4. Wah, hebat ya mba, dari kecil udah belajar jualan, bahkan dari tahap produksi.

    Saya juga pernah jualan, tapi cuma ambil barang aja, trus dijual kembali disekolah.

    Ada tips ga mba kalau mau berjualan, tapi bahannya yang kita buat?
    seperti cerita mba gtu, hehehe.

    BalasHapus
  5. saluttt mbak, aku belum kepikiran kaya gitu waktu kecil, taunya jajan thok mbak

    BalasHapus
  6. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rejeki kepada mbak, yang dermawan ini...

    BalasHapus