Kamis, 18 Agustus 2016

Kembali Belajar Merias Wajah

Sejak remaja aku memang kurang telaten untuk urusan rias merias wajah, meskipun aku menyukainya, namun jarang sekali aku merias wajahku, kecuali untuk even dimana aku harus menambah sedikit polesan di wajah.

Misalkan pergi ke kondangan, atau acara khususpun aku hanya mengoleskan bedak dengan alas bedaknya lalu pemerah bibir, itu saja.

Aku ingat, bahkan ketika sudah kuliahpun aku hanya menggunakan bedak tabur saja bedak talc bayi, hehehe. sahabat akrabkulah yang mengenalkan aku pada rias merias muka.
Menggunakan riasan ini relatif sering

Terkadang menggunakan soft foundation

Sahabatku membelikanku alat komestik untuk harian, mulai alas bedak, bedak tabur, lipstick, bahkan aku diajari bagaimana menggunakannya, hehehe. Peristiwa ini tak kulupakan sampai sekarang ini.

Aku menyimpan juga sih alat kometik, selain BB Cream, alas bedak, pembersih muka, lipstick, bahkan maskara, kajal, eye shadow. Tapi itulah aku, aku hanya mengenakannya sekali waktu saja, itupun kalau aku merasa cukup waktu untuk merias mukaku, hehehe.

Merias muka butuh ketelatenan dan kesabaran, tak boleh tergesa-gesa kan? sekalipun make up yang kita gunakan minimalis.

Merasa tak ada bedanya

Sampai saat inipun, aku belum telaten untk urusan riasan wajah. Alat rias yang aku gunakan sangat dasar, yaitu pelembab atau terkadang hanya menggunakan BB Cream, bedak tabur, sesekali bedak padat, lip stick, dan sesekali pemerah pipi atau blush on, juga eye shadow.

Dahulu, waktu masih kuliah aku belajar tata rias dasar, tapi karena hanya sebentar dan tidak pernah dipraktekkan tentunya keterampilan yang kudapat hilang ditelan angin hahahha.

Untuk sehari-hari bila tak ada acara aku hanya membersihkan mukaku, baik dengan sabun wajah maupun dengan toner, pembersih make up. 

Jika aku ada keperluan ke luar rumah, aku akan menggunakan pelembab, BB cream, bedak tabur dan bedak padat, sedikit lip stick, sekedar aku tidak tampak pucat.

Jika bepergian untuk keperluan yang spesial seperti ke hajatan atau acara lain yang makan waktu panjang, aku baru menggunakan alas bedak yang tahan lama.

Pernahkan berdandan? tentu saja pernah, tetapi sejauh ini aku merasa berdandanku tak memberikan efek yang signifikan, ciee, hehehe.

Maksutku, kalau aku sendiri yang merias wajahku, sekalipun aku poles dengan bermacam-macam make up, kayanya wajahku tetep saja, flat. Artinya wajahku hanya kelihatan sedikit ada riasan begitu saja, selebihnya tidak berbeda.

Itulah satu-satunya hal tentang merias wajah sendiri yang membuat aku penasaran, rasanya sudah berusaha telaten, tidak tergesa-gesa aku merias wajahku sendiri. Ketika mendapati hasilnya flat-flat saja, yah jadi penasaran dong.

 Foundation berbentuk cream sesekali aku menggunakan juga

Kembali belajar merias diri

Nah, sekarang ini, di usia yang sudah tidak muda ini ( heuheuheu enggak mau tua , tiba-tiba ada keinginan untukbelajar lagi soal rias merias wajah hehehe

Kenapa? gara-gara waktu kopdar Asinan Blogger aku termasuk yang mendapat sentuhan halus perias yang diajak hadir oleh kawan blogger nan jelita, hehehe

Karena hampir tak pernah meris wajah dengan benar, ketika ada kesempatan untuk dirias, kunikmati betul dan sambil merem melek dirias, tanya ini itu sama mba Wulan, perias cantik.

Merias wajah, ilmu aplikatif, dan tentu saja berkembang sesuai jaman, kalau tokh aku dulu sempat suka baca-baca soal rias merias wajah, kini tentunya sudah berkembang jauh, dan banyak yang tidak aku ketahui.

"Bagaimana agar wajah kita tampak berdimensi", itu yang diucapkan mba Wulan ketika waktu itu aku tanya soal salah satu fungsi perona di wajah.

Dimensi, tuh kan, ini baru bagiku. Karena dalam pandanganku, berhias itu ya supaya tampak lebih cantik dibanding kalau tidak berhias, hehehe, sesederhana itu.

Wajah berdimensi, kira-kira begini maksutnya yaitu, make up yang diaplikasikan ke wajah, bisa menonjolkan sebagian anatomi wajah dan bisa menyembunyikannya, dengan kata lain make up memberikan koreksi pada anatomi wajah melalui kosmetik.

Wajah berdimensi, menurutku adalah masing-masing anatomi wajah terlihat indah dengan spesifikasinya masing-masing, saling mendukung, sehingga wajah tampak cantik secara menyeluruh. Koreksi pada masing-masing anatomi wajah akan membuat wajah berdimensi.

Pengetahuan baru yang aku dapat lagi adalah, bahwa untuk mengoreksi bagian alis, tidak selalu harus melakukan cabut alis. Dengan sentuhan concealer, maka dijamin alis mata akan rapi, tentu saja semuanya dilakukan oleh tangan-tangan yang memang sudah terlatih.

Dengan apa mengaplikasikan bedak tabur? tentu dengan spons bedak dong, ternyata tidak hanya itu. Ada juga kuas berukuran besar yang digunakan untuk sentuhan akhir di riasan wajah. Gunanya apa? Untuk membersihkan wajah dari sisa-sisa bedak maupun eye shadow.

Woow, ternyata banyak yang aku belum tahu, banyak sekali malah, dan seru juga belajar tentang riasan wajah ini. Termasuk ketika Blogger cantik mama Dwina bilang, kalau dia selalu menggunakan sun block, karena aku terkadang menganggap tak perlu selalu menggunakan tabir surya, hehehe.

Apakah bisa belajar merias wajah secara otodidak? menurutku bisa dengan catatan didasari teorinya dahulu, sebelum melakukan praktek, yang dilakukan secara terus menerus.

Belajar merias wajah, membutuhkan kesabaran, ketekunan karena merias wajah menurutku tak boleh tergesa-gesa. Selain itu pastinya juga membutuhkan dana, hehehe.

Kualitas produk juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, karena produk untuk rias wajah yang bagus tentunya yang sehat, kandungannya aman buat kulit.

Formula yang ada dalam make up yang aman buat kulit penting, karena jika kita pilih produk yang sembarangan maka justru bisa membawa masalah yang panjang bagi kesehatan kulit, di kemudian hari.

Hindari memilih produk kecantikan yang instan, yaitu yang menanjikan kecantikan muncul tanpa proses, jelas tidak masuk akal.

 Riasan minimal tanpa pemulas mata, dengan foundation yang tahan lama

Nah, riasan ini yang belum pernah aku gunakan, karena selalu gagal menggunakannya hehehe

Perawatan wajah

Perawatan wajah, tak kalah penting dengan riasan wajah, karena dengan perawatan maka wajah akan terpelihara dengan baik, akan sehat.

Wajah yang dirawat tentu akan menghasilkan riasan yang bagus pula dibanding dengan riasan pada wajah yang tak atau kurang dirawat.

Perawatan wajah yang kulakukan, juga minimalis. Perawatan harian aku gunakan pembersih muka dan sabun muka, karena meskipun sudah berumur, kalau terlambat membersihkan wajah, akan muncul jerawat, kaya anak muda saja hehehe.

Aku kurang tertarik untuk melakukan facial di salon kecantikan, terlebih pada pertimbangan waktu. Aku merasa, sayang kalau harus berlama-lama di salon untuk melakukan facial.

Biasanya aku melakukan facial sendiri sekali waktu saja, misalnya saat akan menghadiri satu acara spesial, sehari sebelumnya aku akan lakukan scrub dan masker di wajah.

Beberapa waktu lalu aku mencoba menggunakan kopi khusus untuk scrub, yang diproduksi secara hiegenis oleh salah seorang kawan. Kawanku ini memang produsen kopi, dan dia membuat beberapa jenis kopi, salah satunya kopi untuk scrub.

Hasilnya memuaskan, karena selain mengangkat kotoran wajah, flek-flek juga hilang dan pastinya menghaluskan kulit wajah.

Aku ketagihan menggunakan kopi itu, karena pemakaian simpel, tidak menghabiskan waktu, hasilnya juga signifikan dan tidak instan.

Kopi apa itu? semoga lain waktu aku bisa menulisnya di blog.

2 komentar:

  1. kopi jrnis apa mbaaakkk, mau tau donk, nanti colek2 aku yah kalau udh diposting

    BalasHapus
  2. ndddiii foto afteeeeer mekapeeee

    BalasHapus