Selasa, 29 Maret 2016

Tanaman Obat di Kebunku

Pernah tidak mengamati bumbu yang ada di dapur kita? mengamati? untuk apa?, hehehe. Bukankah semakin kesini kita jadi semakin tahu kalau ternyata berbagai jenis bumbu di dapur kita itu memiliki banyak manfaat, bukan hanya sebagai bumbu.

Sejak tinggal di kota Bogor, akupun mulai tertarik untuk menanam beberapa jenis tanaman bumbu. Hehehe, sebenarnya aku ketularan ibu mertuaku yang sangat telaten menanam berbagai tanaman yang digunakan untuk bumbu, dan sebagian juga digunakan ibuku untuk mengatasi keluhan badan.

Beberapa bumbu dapur memang kami jarang beli karena bisa dipetik dari kebun sendiri, kecuali ketika musim kemarau tiba, biasanya tanaman-tanaman itu mengering dan bahkan sebagian mati, sehingga tidak bisa dipetik.

Untuk kategori bumbu, ada beberapa jenis yang ditanam mertua, dan aku akhirnya ikut serta merawat sebisaku. Mertuaku letika bepergian, sering pulang membawa tanaman, untuk ditanam kembali di rumah.

Jarang sekali tanaman yang ditanam ibuku layu dan mati. Hampir seluruh tanaman yang beliau kembangkan di rumah selalu tumbuh subur. Mungkin inilah yang sebagian orang mengistilahkan dengan "bertangan dimgin" ya.

Jenis Tanaman Rempah di Kebunku

Mencoba menghitung, bumbu dapur, rempah yang ditanam oleh ibuku dan sering sekali kami petik untuk digunakan, baik sebagai bahan bumbu, sebagai pelengkap masakan maupun sebagai tanaman obat diantaranya adalah:
  1. Salam
  2. Sirih hijau
  3. Sirih merah
  4. Pandan
  5. Kemangi
  6. Sereh
  7. Sereh wangi
  8. Jahe merah, jahe gajah
  9. Lengkuas
  10. Kunyit
  11. Kunyit putih
  12.  Cabe rawit
  13. Belimbing wuluh/ beimbing sayur
Mungkin masih ada lagi yang aku belum tahu karena aku juga tidak terlalu rutin menyentuh mereka, tanaman-tanaman itu, hehehe. Ketahuan ya, malesnya.

Aku dan mertuaku memang merawatnya, diantaranya memetik daun yang kering, menyirami saat musim kemarau, sedang yang membersihkan rerumputan, ilalang di sekitar tanaman itu ada tukang kebun yang sesekali datang, dan si mamang ini juga paham betul mana-mana yang berlu dipupuk, mana yang harus dicangkul ulang tanahnya dan sebagainya.

 Sereh wangi, daun mangkokan, lengkuas dan daun pandan

Semakin Sering Dipetik Semakin Rimbun dan Subur

Pengalamanku, daun sirih dan daun salam adalah dua jenis tanaman yang paling sering dicari orang di kebun kami. Dua jenis daun ini, hampir setiap hari digunakan, baik oleh mertuaku, maupun tetangga kanan kiri yang sering meminta. Kami senang ketika ada yang meminta, karena semakin sering dipetik, justru semakin rimbun dauunya.

Mertuaku, sering enggunakan daun salam yang direbus untuk menghilangkan pegal-pegal di tubuhnya, sedangkan rendaman daun sirih sering digunakannya untuk memebrsihkan matanya saat gatal-gatal. 

Aku tidak tahu pasti apakah memang keduanya berkhasiat, namun melihat mertuaku sering sekali merebus daun salam, kemungkinan besar ramuan itu memang menyembuhkan pegal di badannya.

Kalau untuk bumbu sayur, nyaris hampir setiap hari kami memetiknya, dan memang lebih berasa pastinya dibandingkan dengan daun salam yang sudah kering, hehehe.

Daun sirih ini setiap orang yang meminta, tidak selalu sama peruntukannya, ada yang untuk keramas dan mandi, katanya menyembuhkan gatal. Ada yang digunakan untuk menyembuhkan masalah kewanitaan, ada yang digunakan untuk menghilangkan bau badan dan sebagainya.

Sementara, untuk menghilangkan bau badan, ibu mertuaku menggunakan sereh wangi yang direbus, lalu airnya digunakan untuk mandi.

Oh ya, daun sereh wangi ini, paling disayang-sayang sama ibu mertuaku, karena pernah baru ditanam sehari di kebun, paginya sudah dicabut dari tanah, hehehe. Akhirnya menanam lagi dan ditanam dalam pot, diletakkan di kebun mini di depan dapur.

 Daun sirih yang rimbun

Wangi dan Hebatnya si Daun Pandan

Teman-teman tentu tahu daun pandan kan? pasti sering menggunakan daun yang harumnya berasa manis itu, hehehe. Nah, ini kisah lain tentang si daun pandan.

Masih ingat, dahulu banyak penjual minuman yang meletakkan daun pandan didalam ember tempat mereka mencuci gelas, piring maupun perabot lain.

Dahulu, aku tidak ngeuh dengan cara itu, bahkan kadang berfikir, kok malas amat sih mbak jamu ini, kenapa nggak pakai sabun?, dan beberapa prasangka lain, hehehe.

Karena setahuku, daun pandan hanya aku gunakan untuk memberikan aroma wangi saat memasak, seperti kolak, bubur kacang, dimasukkan ke santan dan laiinya, terutama aku gunakan untuk kudapan yang rasanya manis.

Ternyata, oh ternyata, daun harum ini memiliki berbagai khasiat yang sudah teruji. Beberapa sumber yang terpercaya, menyebutkan beberapa kandungan dalam daun pandan, diantaranya:

Daun pandan memiliki kandungan yang vernama saponins. Yaitu ketika daun pandan itu dicampur dengan air, diremas-remas, lalu dikocok, akan menghasilkan buih, seperti air sabun. Meskipun kadar buihnya tidak seekstrim sabun.

Aku pernah mencpba, setelah berbuih aku gunakan untuk menggosok gelas, ternyata bisa membersihkan kok, dan yang jelas gelas jadi wangi, hehehe.

Jadi, daun pandan itu selain wangi ternyata bisa membersihkan, dan ada lagi, ternyata daun pandan itu juga memiliki fungsi anti bakteri.

Jadi ingat, daun pandan ini, ramuan mandi rempah yang banyak dijual, didalamnya juga dicampurkan daun pandan.

Hebat ya, nenek moyang kita, banyak menemukan khasiat tanaman obat.

12 komentar:

  1. Seru juga ya Mbak berkebun dan menghasilkan banyak tanaman obat. Salut ^^b

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada sisi gak enak nya mak evi , salah satu nya banyak binatar liar

      Hapus
  2. Iiih jadi pengen ke rumah mbak Yanti,asri banget kayaknya. Belum kesampaian terus nih mbak

    BalasHapus
  3. Ternyata pandan bisa untuk mencuci juga ya mbak? Baru tau nih, makasih sharingnya mbak :))

    BalasHapus
  4. Mna, aku juga nanam, ada rawit setan, suji, pandan, sirih hijau, belimbing sayur, dan kunyit. Aku pengen sereh wangi dong mba, kapan2 tak mampir ya

    BalasHapus
  5. Wah sama aku juga menanam banyak tanaman obat dan yang biasa dipakai untuk bumbu-bumbu di kebun rumah, jadi lebih praktis kalau butuh tanaman-tanaman itu :D

    BalasHapus